Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Permintaan yang aneh


__ADS_3

Axel sangat senang karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Dan ia juga lega karena sudah mengatakan siapa dirinya pada Alisha. Sekarang tidak ada lagi yang ia sembunyikan dari gadis cantik itu.


" Bisa mampir ke supermarket dulu nggak?" tanya Alisha saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.


" Bisa. Emang mau beli apa?"


" Bahan-bahan untuk membuat kue"


" Ada pesanan lagi?"


" Hhhmm"


Axel membelokkan mobilnya saat melewati supermarket. Ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana.


" Kamu tunggu disini ya"


" Nggak"


" Nanti kamu bosen"


" Nggak akan"


" Ya udah"


Sepasang insan itu pun masuk kedalam supermarket. Alisha sengaja meminta Axel untuk menunggu di mobil. Karena biasanya cowok itu sering bosen kalau nemenin cewek belanja.


" Kita kemana dulu?" tanya Axel.


" Kita cari tepung dulu"


Axel mendorong troli ke tempat area tepung. Bermacam-macam tepung tertata rapi di rak yang ada di depan mereka.


Alisha mengambil beberapa tepung yang ia perlukan untuk membuat kue nanti. Setelah itu mereka pergi ke area gula. Dan bahan-bahan kue lainnya.


" Adalagi yang mau dibeli?" tanya Axel saat mereka sudah sampai di item terakhir.


Alisha mengecek kembali barang-barang yang sudah ia ambil tadi. " Sepertinya udah lengkap semua"


" Kamu nggak mau belanja yang lain, beli buah atau apa gitu?"


" Apa ya?"


" Ya udah kita beli ice cream aja" kata Axel sambil menarik tangan gadis cantik itu.


Ibu-ibu tersenyum sambil geleng kepala melihat Axel menarik tangan Alisha.


" Masa muda yang penuh semangat"


" Iya, jadi ingat masa muda dulu"


" Mereka berdua sangat cocok, cowoknya tampan dan ceweknya juga cantik"


" Bener, cowoknya juga sweet banget mau menemani kekasihnya belanja"


Axel tersenyum mendengar ucapan ibu-ibu itu. Apakah sekarang ia terlihat sweet?. Ah andai saja Alisha yang ngomong seperti itu, sungguh bahagia tiada duanya.


" Mau ice cream yang mana?" tanya Axel.


" Yang ini aja deh"


" Ya udah ambil dua"


Alisha mengambil dua ice cream yang sama.


" Mau beliin nenek juga nggak?" tanya Axel.


" Apa nggak apa-apa nenek makan ice cream"


" Ya nggak apa-apa. Lagian kan cuma sesekali"


" Ice cream yang mana?" tanya Alisha.


" Terserah kamu"


" Yang ini aja deh"


" Kenapa nggak ambil yang gede aja"


" Kebanyakan"


" Ntar kalau nggak habis bisa taruh di kulkas"


Alisha pun menurut dengan apa yang di katakan lelaki tampan itu. Ia mengambil ice dengan uji yang besar.


" Beli Snack yuk?"

__ADS_1


" Snack?"


" Iya, buat teman kamu kalau lagi nonton"


" Nggak perlu"


" Kenapa?"


" Ini belanjaannya udah banyak"


" Nggak apa-apa, aku yang bayar"


" Aku--"


Belum sempat Alisha meneruskan ucapannya, Axel udah menarik tangannya ke tempat Snack. Mau tidak mau dia pun ikut.


" Pilih Snack mana yang kamu suka"


Alisha ragu untuk mengambil Snack itu. Ia tidak ingin lelaki tampan itu berpikiran kalau dirinya memanfaatkan uangnya.


" Kenapa diam aja. Ayo pilih?"


" Aku nggak pengin beli Snack"


Axel tau apa yang dipikirkan gadis cantik itu. Ia mengambil beberapa macam Snack yang sering dibeli oleh saudara kembarnya. Dan memasukkannya ke dalam troli.


" Ini nggak kebanyakan?"


" Habisnya kamu disuruh ngambil dari tadi nggak mau"


" Bukan gitu. Aku nggak mau kamu berpikir kalau aku itu manfaatin kamu"


" Aku nggak pernah berpikir begitu. Kalau pun benar kamu memanfaatkan aku, aku rela. Maka manfaatkanlah aku sepuas kamu"


" Ck, gombal"


" Beneran"


" Udah buruan, kita ke kasir"


" Nggak mau beli yang lain lagi"


" Udah, trolinya juga udah penuh"


" Baiklah, kita ke kasir"


Setela sepuluh menit menunggu, tibalah giliran mereka. Axel maju ke depan kasir, dan mengeluarkan semua barang belanjaannya. Petugas kasir mulai menghitung belanjaan Axel.


" Mau bayar tunai atau pake card?"


" Card aja mbak"


Axel mengambil card berwarna gold. Kartu itu diberikan Daddy-nya untuk berjaga-jaga jika ada keperluan mendesak. Sebelum card nya di tarik sama daddy-nya, jadi lebih baik ia gunakan dulu.


Petugas itu menggesek card milik Axel. Setelah selesai ia memberikan card itu kembali pada Axel.


" Terima kasih"


" Sama-sama"


Setelah selesai membayar, Axel membawa Alisha keluar dari supermarket. Dengan membawa dua kantong plastik belanjaannya. Atau lebih tepatnya belanjaan sang kekasih.


Axel memasukkan barang belanjaan tadi ke dalam mobil. Setelah Itu barulah ia masuk kedalam mobil.


" Pasang dulu sabuk pengamannya?"


" Ah iya lupa"


Alisha memasang sabuk pengaman. Setelah itu barulah Axel melajukan mobilnya meninggalkan supermarket itu.


...***...


Nando yang baru pulang dari kantornya, di kagetkan sama suara tangis seseorang. Bukan seseorang, tapi beberapa orang. Ia segera menuju ke arah dimana suara tangis itu berasal.


Nando kaget melihat keponakan dan juga beberapa pelayan menangis di depan televisi. Dan Nando sudah tau apa penyebab keponakannya itu menangis.


" Eca"


Mendengar namanya di panggil Alexa segera menoleh kebelakang. " Paman udah pulang?"


Nando tersenyum mendengar pertanyaan keponakannya itu. Padahal dia sedang menangis, tapi masih sempat bertanya.


" Sudah. Kalau Eca nggak kuat nonton, mending matikan aja televisinya"


" Nggak mau, ini lagi seru"

__ADS_1


" Daripada nangis kek gitu"


" Biarin. Paman ke kamar aja, sana!"


" Idih ngusir nih ceritanya?"


" Iya"


" Ya udah, nangisnya jangan kencang-kencang ya. Ntar kuping paman bisa pecah"


" Ck, lebay. Suara tangis Eca kan merdu"


" Ya deh merdu. Ya udah lanjut lagi nangisnya, paman mau ke kamar dulu"


" Hhmm"


Nando menggelengkan kepalanya. Entah kapan keponakannya itu akan bosan menonton Drakor.


Tidak mau berlama-lama di sana, Nando segera pergi ke kamarnya. Ia ingin segera membersihkan dirinya. Karena tubuhnya sudah lengket karena keringat.


" Nona, udah sore. Bibik mau kerja, ntar nona sama tuan muda pulang" kata salah satu pelayan.


Alexa melihat jam yang ada di dinding. Jarum jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Tidak terasa sudah tiga jam dia menonton Drakor.


" Ya udah, besok kita lanjut lagi ya Bik"


" Iya nona"


Satu persatu pelayan itu pun meninggalkan ruang keluarga. Mereka tidak menyangka bisa menonton film selama itu.


Dua orang pelayan tinggal di ruang tamu. Mereka akan membersihkan ruangan itu sebelum tuan dan nona muda mereka pulang. Dan beberapa pelayan pergi ke dapur untuk memasak.


Sedangkan Alexa pergi ke kamarnya. Hari ini emosinya benar-benar terkuras karena nonton Drakor tadi. Ya Drakor yang ia tonton tadi ada sedih dan ada kesalnya juga.


Bunyi ponsel menghentikan langkahnya ke kamar mandi. Ia segera mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Ia melihat nama Daddy-nya tertulis di sana.


" Hallo, assalamualaikum Dad"


" Wa'alaikum salam. Eca lagi dimana?"


" Di mansion?"


" Daddy sama mommy nggak pulang malam ini?"


" Kenapa?"


" Daddy sama mommy mau pergi keluar kota"


" Kenapa mendadak gitu perginya"


" Karena mommy mendadak bilangnya sama Daddy"


Alexa teringat akan ucapannya tadi siang. Kalau ia ingin punya adek. Apa Allah mengabulkan doanya?.


" Apa Daddy sama mommy mau honeymoon?"


" Nggak, kamu ini ada-ada aja"


" Ya siapa tau Daddy sama mommy mau kasih Eca, adik"


" Ntar daddy bilang sama mommy. Kalau Eca mau adik lagi"


" Beneran ya"


" Hhmm"


" Jangan minta yang aneh-aneh Eca"


Terdengar suara mommy-nya dari seberang sana.


" Hehehe becanda Mom. Ya udah selamat bersenang-senang mommy, Daddy"


" Mommy mau kerja, bukan liburan"


" Ya selamat bekerja mommy, semoga selamat sampai di tujuan"


" Makasih sayang. Baik-baik di mansion, jangan berantem terus"


" Ok mommy"


" Mommy tutup dulu telponnya"


Panggilan pun berakhir. Alexa meletakkan ponselnya. Ia mengelus dadanya, hampir saja tadi mommy-nya ngamuk. Untung ia cepat mengalihkan pembicaraan, kalau tidak habislah dia kena ceramah sama mommy-nya.


To be continue.

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2