
* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*
Kiran panik ketika Nando mengabarkan kalau keempat sekawan itu di culik oleh perampok. Nando dan Doni tidak bisa beraksi karena mereka ada anak-anak di sana, jadi mereka harus menunggu waktu yang tepat dulu.
" Sayang" panggil Darren saat baru sampai di mansion.
" By, anak-anak"
" Tenang ya, mereka pasti akan baik-baik saja. Di sana kan ada Nando, Doni dan juga beberapa bodyguard kita"
" Iya, tapi tetap aja aku nggak tenang. Aku sangat khawatir sama keadaan mereka"
Darren memeluk istrinya. Ia tau bagaimana perasaan istrinya sekarang. Dan ia pun merasakan hal yang sama. Walaupun ada Nando dan Doni di sana.
" Kamu pikir twins akan diam saja saat ini? mereka itu sangat pintar, pasti mereka sedang memikirkan rencana sekarang ini"
" Aku khawatir kalau Eca tidak bisa mengontrol kekuatannya di depan teman-temannya"
" Di sana ada Axel. Dia pasti tidak akan membiarkan saudara kembarnya lepas kontrol. Ini juga kesempatan untuk menguji seberapa kuatnya Twins"
" Hubby bener. Aku juga ingin tau seberapa tangguhnya anak singa ku itu" kata Kiran sambil tersenyum devil.
" Apa kita suruh Nando sama Doni untuk mundur. Dan membiarkan empat sekawan itu untuk beraksi"
" Boleh juga, jadi kita bisa tau sampai dimana kemampuan empat sekawan itu"
" Ok sayang, aku hubungi Nando dulu"
Darren segera mengambil ponselnya dan menghubungi Nando. Tak butuh waktu lama, telpon pun tersambung.
" Hallo Bang"
" Bagaimana kondisi di sana?"
" Mereka membawa twins dan teman-temannya ke hutan Bang. Mungkin markas mereka ada di sana"
" Bagus! kalian ikuti saja, tapi jangan ada yang maju"
" Kenapa?"
" Biarkan empat sekawan itu yang mengurus mereka. Kalian amankan saja teman-temannya"
" Ok Bang"
" Tapi ingat, harus tetap mengawasi mereka"
" Siap Bang"
Darren pun menutup panggilan teleponnya.
" Bagaimana?"
" Aman sayang, tinggal menunggu aksi empat sekawan itu"
" Sayang banget nggak bisa melihat aksi mereka "
" Nggak apa-apa, sekarang kita berdoa semoga mereka berhasil menghadapi rintangan yang ada di depan mereka"
" Hhmm"
Kiran berdoa dalam hatinya, semoga keempat sekawan itu bisa mengalahkan para penjahat itu. Dan pulang ke mansion dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun.
...***...
Para penjahat itu membawa empat sekawan itu dan juga teman-temannya ke dalam hutan. Karena markas mereka berada di dalam hutan.
" Kak gimana nih, aku nggak mau mati disini" kata Diva ke Intan.
" Tidak ada yang akan mati. Orang tua kita pasti akan menyelamatkan kita"
" Bagaimana caranya, mereka kan tidak tau kita lagi disandera oleh para perampok itu"
__ADS_1
" Mereka pasti minta tebusan pada orang tua kita. Jadi mereka tidak akan mungkin menyakiti kita"
" Mudah-mudahan apa yang kakak bilang itu benar"
Sementara itu Alexa dan Axel sedang mencari celah untuk menyerang salah satu dari penjahat itu. Karena mereka tidak ingin teman-teman mereka tau kemampuan yang mereka miliki.
" Eca, udah dapat belum?" tanya Farel.
" Sepertinya, di sisi barat penjagaannya agak minim" kata Alexa.
" Benarkah?"
" Coba aja kalian liat. Mereka semua fokus pada sandera"
" Mungkin mereka pikir kita anak-anak manja" kata Adele.
" Mereka tidak tau saja sudah menangkap anak singa" kata Alexa.
Empat sekawan itu pun tertawa bersama.
" Hei! apa yang kalian tertawa kan?!" tanya salah satu anggota perampok.
" Ada yang lucu Om" jawab Alexa santai.
" Sekarang diam, dan jangan berisik!"
Alexa membuat gerakan mengunci mulut.
" Cepat jalan! anak-anak manja kayak kalian ini, sangat bagus untuk jadi mangsa"
" Om, saya kebelet pipis nih" kata Alexa.
" Jangan bohong! saya tau kamu mau kabur, kan?"
" Nggak, sih Om sok tua deh"
" Apa! kamu bilang saya apa tadi, tua?"
" Siapa itu Frengki?"
" Penjaga kompleks Om"
Axel dan kedua sahabatnya menutup mulut karena menahan tawa. Bisa-bisanya Alexa menyamakan penjahat itu dengan dogi yang ada di kompleks tempat tinggal mereka.
" Ya sudah, ayo saya antar kamu ke toilet"
" Emang di hutan kek gini ada toilet Om?"
" Tentu saja ada"
" Wih canggih bener ya Om"
" Jangan banyak omong, cepat sini ikut saya"
Alexa mengedipkan matanya ke Axel. Axel pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Satu mangsa sudah ke pancing" bisik Axel.
" Bagus! nggak sia-sia punya Eca yang bawel" kata Farel.
" Eca emang selalu bisa diandalkan" kata Adele.
Axel dan kedua sahabatnya tinggal menunggu kabar dari Alexa. Karena dialah yang akan membukakan jalan untuk mereka nanti.
...***...
Markas penjahat itu cukup luas. Di setiap jalan yang ia lewati ada penjaganya. Alexa mulai menghitung berapa orang penjaga yang diletakkan di setiap jalan.
" Om, masih jauh toiletnya?"
" Nggak, tuh di depan sana toiletnya"
__ADS_1
Alexa mengangguk tanda mengerti.
" Kamu mau bawa gadis ini kemana?" tanya salah satu teman penjahat.
" Ke toilet"
" Jangan sampe kamu pake tuh bocah"
" Ya kagak lha, masih bau kencur "
Teman-teman penjahat itu tertawa mendengar ucapan temannya itu.
Tertawa lha kalian sepuasnya, karena sebentar lagi ketawa itu akan dilarang.
" Cepat masuk. Ingat jangan coba-coba untuk kabur"
" Om tenang aja saya tidak akan kabur. Lagian disini banyak penjaganya"
" Bagus kalau kamu tau. Sekarang cepat masuk"
Alexa segera masuk kedalam toilet. Sedangkan sang penjahat berjaga di depan pintu masuk.
Di dalam toilet, Alexa mencari tempat untuk keluar. Ia melihat ada fentilasi yang cukup besar.
Tuhan memang baik sama gue. Dia langsung memberikan gue jalan.
Tanpa menunggu lama, Alexa segera naik ke atas fentilasi itu.
Untung kemarin gue diet ketat, jadi muat deh di lubang fentilasi nya.
Gadis cantik dengan seribu akal itupun akhirnya bisa keluar dari toilet.
Saatnya anak singa mommy beraksi.
Aaaaaaaa..
Beberapa penjahat kaget mendengar suara teriakkan dari belakang toilet. Mereka segera pergi ke belakang.
" Kamu!"
" Hai Om-om"
" Cepat tangkap gadis nakal itu"
Beberapa penjahat itu langsung mengepung Alexa. Tapi justru saat-saat seperti inilah yang di tunggu oleh Alexa.
" Om tau, daritadi saya ingin melepaskan emosi saya. Dan lagi-lagi Tuhan membantu saya untuk meluapkan emosi saya yang sempat tertunda tadi"
" Banyak omong kau bocah, cepat tangkap bocah itu!"
Para perampok itu langsung menyerang Alexa. Tentu saja gadis cantik itu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Dan lagi. ia paling suka di keroyok kek gini. Jadi tugasnya lebih cepat selesai. Tanpa ingin berlama-lama ia membalas setiap serangan yang diberikan perampok itu.
Satu persatu penjahat pun mulai tumbang. Dan untuk aksinya yang terakhir Alexa memutar tubuhnya seratus delapan puluh derajat. Dan gerakannya persis seperti tornado. Semua penjahat itu pun tumbang dalam waktu dua menit.
" Ck, cuma badan aja yang gede. Tapi kalah sama anak gadis" kata Alexa sambil menginjak perut salah satu penjahat itu. Dan orang itu langsung batuk darah.
Alexa segera meninggalkan toilet itu. Tapi mungkin tidak akan muda untuk pergi dari sana, karena teman-teman penjahat itu pasti akan datang untuk membantu temannya yang sudah tumbang tadi.
To be continue.
Kemarin ada yang nanya kek gini sama Feby.
Q: Alexa itu punya Alter ego ya Thor?
A: Tidak. Karena Alexa tidak menciptakan dirinya yang lain. Alexa cuma ada satu, dia hanya mempunyai sisi membunuh yang kuat sama seperti mommy-nya.
note: Alter ego adalah karakter lain yang diciptakan oleh diri sendiri dalam keadaan sadar.
Udah up dua ya, 🤗🤗
Happy reading 😚😚
__ADS_1