Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Anak manajer itu, Kak Kevin


__ADS_3

Alexa heran kenapa anak manajer itu tau namanya. Padahal ia baru dua hari bekerja di restoran itu.


Apa anak manajer itu rekan kerjanya Mommy? tapi semua rekan kerja mommy dan daddy tidak tau, kalau gue anak mereka.


Banyak pertanyaan yang muncul di kepala Alexa saat ini. Dan sekarang ia sudah berada di depan pintu ruangan manajer.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


Alexa kaget melihat lelaki tampan yang duduk santai di kursi manajer. Dan sekarang lelaki tampan itu sedang tersenyum padanya.


" Kak Kevin"


" Kenapa kaget gitu liat kakak, hhmm?"


" Gimana nggak kaget melihat kakak ada disini, terus duduk di kursi manajer. Tunggu! berarti kakak anak pemilik restoran ini?"


" Hhhmm"


Pantas saja anak manajer itu tau namanya. Ternyata anak manajer itu adalah Kak Kevin. Ia tidak menyangka kalau anak manajer adalah Kak Kevin.


Kevin beranjak dari tempat duduknya. Ia pindah duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


" Kamu bawa apa?"


" Oh ini, sarapan untuk kakak"


" Sini duduk, temenin kakak sarapan"


" Aku harus kerja Kak"


" Udah, temenin kakak sarapan dulu. Setelah itu kamu baru boleh lanjut bekerja"


" Ntar teman-teman yang senior marah, karena aku lama-lama disini"


" Nggak ada yang akan marah. Sekarang kakak bosnya disini "


" Iya kakak bosnya disini"


" Lalu?"


" Nanti mereka mikirnya yang macem-macem lagi tentang aku"


" Nggak akan ada yang berani. Kalau ada, kakak akan pecat mereka"


" Ck"


" Cepat duduk disini"


Mau nggak mau, Alexa pun duduk di sofa di samping Kevin.


" Kamu udah sarapan?"


" Udah tadi di rumah"


" Nggak sia-sia kakak nggak sarapan di rumah tadi. Jadi sarapannya bisa di temenin kamu"


" Udah buruan makan. Aku mau kerja"


" Kamu kok nggak bilang sama kakak, kalau kamu kerja di restoran?"


" Kakak kan nggak ada nanya "


" Iya juga sih"


Kevin mulai menyantap sarapan yang dibawakan sama gadis cantik tadi. Ini kali pertamanya ia sarapan di temani sama Alexa.


" Apa kedua sahabat kamu juga kerja disini?"


" Hhmmm"


" Sejak kapan kalian bertiga kerja disini?"


" Kalau aku sama Adele baru mulai kerja kemarin. Sedangkan Alisha, sudah lama kerja disini"

__ADS_1


" Apa Alisha yang merekomendasikan kamu kerja disini?"


" Iya. Kebetulan waktu itu aku sama Adele memang lagi cari kerja"


" Kenapa nggak bilang sama kakak, kalau lagi cari kerja"


" Aku nggak mau merepotkan kakak"


" Kakak nggak pernah merasa direpotkan sama kamu. Kalau kamu bilang, kan kakak bisa cariin pekerjaan untuk kamu. Dan kamu nggak perlu kerja jadi Waitress"


" Nggak apa-apa kok Kak. Lagi pula aku seneng kerja jadi Waitress"


" Apa kamu nggak malu kerja sebagai Waitress?"


" Nggak"


Kevin tersenyum mendengar jawaban gadis cantik itu. Berarti ia memang tidak salah jatuh cinta pada Alexa.


" Kakak salut sama kamu"


" Salut kenapa?"


" Karena kamu cantik, tapi nggak malu kerja sebagai Waitress"


" Kenapa harus malu. Bagi aku mau kerja apa aja nggak masalah. Asalkan pekerjaannya halal"


" Tapi kakak kok jadi takut ya?"


" Takut kenapa?"


" Takut lelaki lain jatuh hati sama kamu. Secara kan kamu cantik dan juga baik"


" Kakak ada-ada aja. Lagian mana ada yang mau sama Waitress kek aku"


" Ada. Buktinya kakak mau sama kamu" kata Kevin sambil menatap Alexa.


Deg.


Lagi-lagi Alexa merasakan jantungnya berdebar. Ia teringat akan perkataan saudara kembarnya. Kalau jantungnya seperti dangdutan, itu berarti ia punya perasaan sama orang itu.


Apa gue beneran jatuh cinta sama Kak Kevin?.


" Ah, i-iya"


" Kenapa bengong?"


" Nggak apa-apa Kak. Ya udah, aku kembali kerja dulu ya. Ntar yang lain pada mikir yang aneh-aneh lagi kalau aku lama-lama disini"


" Iya. Semangat ya kerjanya"


" Makasih. Kakak juga"


" Hhmm"


Alexa segera keluar dari ruangan manajer itu. Tak lupa ia membawa piring kotor bekas makan Kevin tadi.


Para Waitress senior menatap Alexa dengan tatapan tidak suka. Mereka penasaran ngapain aja Alexa di dalam sana. Kalau mengantarkan sarapan, nggak mungkin akan selama itu.


" Coba lihat anak baru itu. Entah apa yang dilakukan di dalam sana dengan anak manajer"


" Paling dia merayu anak manajer "


" Iya, supaya minta dinaikan jabatan"


" Coba lihat, dia nggak ada hormat-hormatnya sama kita"


Alexa tersenyum mendengar ucapan para Waitress itu. Bagaimana mereka bisa berpikiran negatif seperti itu padanya. Padahal yang mereka bilang itu nggak ada yang bener.


Bukan gue yang merayu. Yang ada anak manajer yang selalu merayu gue.


Alexa terus berjalan menuju dapur. Dia tidak ingin menghiraukan ucapan Waitress senior itu. Ia tidak ingin mencari masalah, karena ia baru bekerja di sana.


" Lo kok lama banget sih nganterin sarapannya?" tanya Adele saat Alexa sampai di dapur.


" Tau nih. Kita kan khawatir sama banget" kata Alisha.


" Khawatir kenapa?"


" Kita takut Lo di santap sama anak manajer" kata Adele.

__ADS_1


" Ngaco Lo"


" Terus Lo kenapa lama di sana?"


" Anak manajer minta gue nungguin dia sampai selesai sarapan"


" Widih, manja amat tuh orang. Oh iya, seperti apa wajah anak manajer?" tanya Adele.


" Tampan dan masih muda"


" Serius Lo?"


" Dua rius malah"


" Wah, gue jadi penasaran sama anak manajer itu?"


" Lo berdua juga kenal kok sama dia"


" Siapa? kok gue tambah penasaran sih?"


" Gue juga " kata Alisha.


" Anak manajer itu Kak Kevin"


" What " kaget Adele dan Alisha.


" Maksud Lo anak manajer itu, Kak Kevin Ketos?" tanya Adele.


" Hhmm"


" Daebak"


" Gue juga kaget tadi pas pertama masuk ke sana. Gue nggak nyangka kalau Kak Kevin anaknya Manajer"


" Pantas aja tadi, dia pengin Lo yang nganterin sarapan buat dia" kata Adele.


" Hei kalian bertiga! kerja jangan cuma ngobrol aja" kata salah satu senior di sana.


" Iya Kak. Ini kita juga lagi kerja" kata Adele.


" Kerja apaan? ngerumpi yang ada kalian" kata senior yang satu lagi.


" Cepat ke depan. Para pengunjung sudah banyak yang datang"


" Baik Kak"


Ketiga gadis cantik itu segera meninggalkan dapur. Mereka bertiga sengaja tidak membalas ucapan para senior itu. Karena mereka tidak ingin memperbesar masalah.


Alexa dan kedua sahabatnya langsung berpencar. Mereka bertiga mulai melayani pengunjung yang datang dengan memberikan buku menu yang mereka bawa.


" Kakak cantik" sapa salah satu anak lelaki pada Alexa.


" Eh Aiden"


Seorang lelaki tampan yang duduk di sebelah Aiden bingung melihat keponakannya memanggil seorang Waitress. Dan mereka terlihat akrab.


" Ai senang bisa ketemu sama kakak cantik lagi"


" Kakak juga senang bisa bertemu sama bocah tampan kek kamu" kata Alexa sambil mencubit gemas kedua pipi Aiden.


Lelaki tampan itu semakin bingung melihat interaksi antara keponakannya dengan Waitress itu.


" Kakak, ini paman yang Ai ceritakan kemarin?"


Alexa menoleh kearah yang dimaksud sama Aiden.


" Gimana tampan kan?"


Tampan, tapi dinginnya ngalahin benua Antartika.


" Biasa aja"


Lelaki tampan itu kaget mendengar jawaban Alexa. Ini kali pertamanya ada orang yang bilang ketampanannya biasa saja. Padahal di luar sana banyak wanita yang ingin jadi kekasihnya. Bahkan ada yang bersedia dengan suka rela naik ke atas ranjangnya.


Sudut bibir lelaki tampan itu terangkat membentuk senyuman. Tapi sayangnya senyuman itu tidak bisa terlihat karena saking tipisnya senyumannya.


Menarik.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2