
Sepulang sekolah, Alexa dan kedua sahabatnya langsung menuju dapur untuk membuat kue yang akan mereka jual hari ini. Ya mereka memang menjual kue yang fresh. Jadi nggak heran kalau kue mereka laris manis.
" Pesanan kita hari ini cukup banyak nih, guys" kata Alisha.
" Alhamdulillah, semoga dengan begini kita bisa cepat membayar hutang kita sama paman Varo" kata Alexa.
" Kenapa kemarin kita nggak terima aja tawaran paman Varo?" kata Adele.
" Nggak lha. Kalau kita terima bantuan paman, kapan kita berkembangnya"
" Bener apa kata Eca. Dengan adanya hutang, kita tambah semangat untuk membuat pesanan orang-orang" kata Alisha.
" Kalau toko sama cafe kita udah jadi, kita cari karyawan ya guys?" kata Adele.
" Pastinya dong. Nggak mungkin kita bisa mengurus semuanya" kata Alisha.
" Kenapa nggak kita suruh Axel sama Farel aja yang jadi waiters" kata Alexa.
" Setuju" kata Adele dan Alisha.
" Jadi kita bisa menghemat biaya" kata Alexa.
" Benar. Pasti nanti pengunjung cafe kita rame" kata Alisha.
" Bener. Terutama sama cewek-cewek" kata Adele.
" Bagus dong kalau pengunjung cafe kita rame. Jadi pemasukan kita juga banyak"
" Iya, ntar gue bilang sama ayang beb" kata Adele.
" Udah nggak usah ngomong bab beb di depan gue" kata Alexa.
" Ah iya, aku lupa. Eca kan jomlo sejati"
" Adele! bilang jomlo lagi, gue lempar adonan ini ke wajah Lo!"
" Ya elah galak amat nih jomlo"
" Beneran gue lempar nih adonannya" kata Alexa sambil membentuk adonan kue seperti kelereng.
Alexa melempar adonan yang sudah dia bentuk seperti kelereng tadi ke arah Adele. Dan adonan berbentuk kelereng itu pun mengenai tangan Adele.
" Kok dilempar beneran sih, jomlo"
" Ngomong jomlo lagi, gue lempar sama yang lebih gede lagi"
" Ya udah kita main lempar-lempar aja "
" Boleh, kita lihat siapa yang paling banyak melempar adonannya"
" Ok, tapi setelah kita menyelesaikan semua pesanan customer"
" Setuju"
Alisha tersenyum mendengar obrolan kedua sahabatnya. Walaupun mereka berdua sedang gelud. Tapi mereka tidak melupakan para customer.
" Kalau kita tingkatkan lagi produksinya gimana?" tanya Alexa pada kedua sahabatnya.
" Gue sih setuju aja. Tapi gue nggak tega liat kalian ntar kecapean" kata Alisha.
" Tenang aja Sha, gue sama Adele kuat kok"
" Benar Sha. Lagian kerja kita berdua tidak sebanyak Lo "
" Ya udah, mulai besok kita tambah kuota nya"
" Siap bos"
__ADS_1
" Disini nggak ada bosnya. Karena kita bertiga lha bosnya"
" Kita ini tiga big bos cantik" kata Adele.
Ketiga cewek itu pun tertawa bersama. Suasana seperti ini lha yang membuat mereka senang.
Tiga jam telah berlalu. Semua kue pesanan para customer pun sudah siap. Ketiga cewek cantik itupun mulai mengepak kue-kue yang sudah mereka buat tadi.
Alexa menghubungi gojek yang biasa mengantarkan pesanan customer. Mereka mengajak beberapa gojek untuk bekerja sama mengantarkan semua pesanan customer.
" Lima box ini untuk siapa Cha?" tanya Adele.
" Untuk Om gunung es. Dia minta gue mengantarkan ke kantornya"
" Gue ikut ya?"
" Boleh. Lo juga ikut nggak Sha?"
" Ikut dong"
" Baiklah, sekarang kita mandi dulu. Soalnya badan gue udah lengket. Dan lagi nggak mungkin kan kita ke sana dengan penampilan seperti ini?" kata Alexa.
" Benar juga. Apalagi wajah gue udah kek mumi" kata Adele.
" Ya udah kita mandi dulu. Setelah itu baru kota berangkat ke kantor Om gunung es " kata Alexa.
Ketiga cewek itu pun memutuskan untuk mandi. Untungnya di rumah itu ada tiga kamar dan juga tiga kamar mandi. Jadi mereka tidak perlu mengantre.
Alexa mengambil baju dan juga peralatan mandi dalam tasnya. Semua itu ia persiapkan dari rumah tadi. Karena ia sudah janji sama gunung es mau nganterin langsung pesanan kuenya.
Triiiing....
Ponsel milik Alexa berdering. Cewek cantik itu pun mengurungkan niatnya untuk mandi. Ia memilih untuk menjawab telepon yang masuk. Alexa menghela nafasnya saat melihat nama yang tertera di ponselnya. Alamat pasti gelud lagi.
" Hallo, assalamualaikum"
" Di rumah Alisha. Kenapa Om?"
" Jadi ke kantor saya nggak?"
" Jadi Om. Ini lagi siap-siap untuk pergi ke sana"
" Perginya sama siapa?"
" Sama Adele dan juga Alisha"
" Mau di jemput nggak? kalau mau, ntar saya suruh Beni untuk jemput"
" Nggak usah Om. Kita berangkat sama taksi aja"
" Ntar saya ganti ongkos taksinya. Alamat perusahaan saya send di WA kamu. Ya udah saya tutup dulu telponnya, soalnya saya mau rapat"
" Ok Om"
Panggilan telepon pun berakhir. Alexa meletakkan kembali ponselnya. Ia senang karena gunung es itu tidak ngajak gelud lagi.
Alexa segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Kali ini Alexa memakai baju kaos berwarna peach dan celana jeans panjang. Karena dia akan masuk ke daerah perkantoran. Jadi celananya tidak boleh yang selutut. Rambutnya yang panjang sepinggang ia ikat ala ekor kuda.
Alexa memang jarang memakai make-up. Gadis cantik itu hanya memakai bedak bayi untuk dia pakai di wajahnya. Walaupun cuma memakai bedak bayi, kecantikan Alexa tak berkurang.
" Eca cantik banget " puji Alisha.
" Lo juga cantik, Sha"
" Gue liat dandanan Lo beda hari ini?" goda Adele.
__ADS_1
" Beda gimana?" tanya Alexa.
" Beda. Lo terlihat lebih cantik. Apa karena mau ketemu sama Om gunung es"
" Ngaco Lo. Dandanan gue sama seperti biasa kok"
" Tapi gue melihatnya agak beda"
" Berarti mata Lo yang bermasalah"
" Nggak mungkin mata gue bermasalah. Wong gue sering makan wortel"
" Udah ah, yuk kita jalan. Ntar keburu sore" kata Alexa.
" Emang taksinya udah ada?"
" Belum. Kita tunggu di depan aja"
Tak berselang lama terdengar bunyi klakson mobil. Alexa yakin itu bunyi klakson taksi yang ia pesan tadi.
" Nek, Alisha keluar sebentar ya?"
" Iya. Hati-hati dijalan, pulangnya jangan malam-malam"
" Siap Nek. Sebelum magrib Alisha udah pulang"
Alexa dan Adele juga berpamitan sama nenek Alisha. Setelah berpamitan mereka bertiga pun keluar dengan membawa box yang berisi kue.
" Kemana Neng?" tanya sang sopir.
" Ke daerah cendrawasih ya Pak. Tepatnya ke perusahaan Richard grup"
" Baik Neng"
Taksi pun melaju meninggalkan rumah Alisha.
...***...
Mereka pun sampai di depan perusahaan Richard grup. Alexa membayar ongkos taksinya. Setelah itu mereka bertiga masuk kedalam kantor Kenan.
" Permisi mba, apa CEO nya ada?" tanya Alexa pada karyawan resepsionis.
Bukannya menjawab pertanyaan Alexa. Karyawan wanita itu malah memperhatikan Alexa dari bawah hingga ke atas.
" Apa ada yang salah dengan penampilan saya mba?"
" Nggak! tapi saya rasa, CEO nggak tertarik dengan kamu. Kecil-kecil udah mau jadi wanita penggoda"
" Apa maksud ucapan mba?!"
" Kamu dan kedua teman kamu kesini mau merayu CEO, kan?!"
Alexa dan kedua sahabatnya kaget mendengar ucapan karyawan resepsionis itu. Bisa-bisanya wanita itu menuduh dirinya dan juga kedua sahabatnya sebagai cewek penggoda.
" Hati-hati ya mba dengan ucapannya. Karena kalau tidak kamu akan menyesal!"
" Ck, anak kecil mau ngancem saya. Dan lagi kamu itu nggak bisa apa-apa. Miskin aja belagu"
" Saya heran sama pemimpin perusahaan ini. Bisa-bisanya dia menerima karyawan seperti anda!"
" Apa maksud kamu anak kecil?!"
" Denger ya mba. Anak kecil yang kamu hina ini bisa berubah jadi buas. Jadi jangan bangunkan singa yang sedang tidur"
Wanita itu tertawa mendengar ucapan Alexa. Dalam pikirannya, gadis kecil yang ada dihadapannya itu sungguh pintar berbicara.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚