Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kehangatan keluarga


__ADS_3

Kekhawatiran Rania dan ibunya tidak terjadi. Karena kedatangan mereka disambut dengan baik, oleh kakak Nando dan juga keluarganya yang lain.


Rania memberi salam pada semua keluarga Nando. Sedangkan keluarga Nando bersalaman dengan ibu Rania. Karena memang ibu Rania lebih tua diantara mereka.


" Akhirnya gunung es mencair juga" kata Anggun.


" Iya, mana dapatnya wanita cantik lagi" kata Clarissa.


" Mommy tidak tau saja gimana bucin nya kulkas tiga puluh pintu itu" kata Kiran.


" Benarkah?"


" Iya. Baru dua hari nggak ada kabar dari Rania, dia langsung uring-uringan"


Semua orang di sana pun tertawa mendengar ucapan Kiran. Ibu Rania sangat bahagia, karena putrinya diterima dengan baik oleh keluarga Nando.


" Ibuk nginep disini aja ya?" kata Anggun pada ibuk Rania.


" Apa nggak apa-apa ibuk nginap disini?"


" Ya nggak apa-apa Buk. Malahan kami senang kalau ibuk sama Rania nginep disini"


" Ibuk sih terserah sama Nia saja"


" Nginap disini aja ya Rania?" tanya Anggun.


" Apa nggak merepotkan Tante dan yang lainnya?"


" Tentu saja tidak. Jadi mau ya nginap disini?"


" Baiklah Tante"


" Rania nya mau Buk"


" Ya udah, ibuk juga akan nginap disini"


" Bagus itu, sekalian kita ajak Kenzo sama yang lainnya. Kita pesta barbeque" kata Clarissa.


" Setuju. Sekalian mendoakan twins semoga bisa bekerja dengan baik hari ini" kata Kiran.


Anggun dan suaminya kaget mendengar ucapan putri mereka. Begitu juga dengan Clarissa dan suaminya.


" Maksudnya gimana Dek?" tanya Anggun pada putrinya.


" Maaf ya Mom, Dad, and mertua. Karena nggak ngasih tau. Aku sama Darren meminta twins bekerja"


" Ini pasti ide anak durhakim " kata Clarissa.


" Ide aku sama istri aku, Mom" jawab Darren.


" Kenapa kalian menyuruh twins bekerja? apa suamia kamu sudah bangkrut?" tanya Jhonatan pada menantunya.


" Nggak Dad, suami aku masih kaya"


" Terus kenapa Twins di suruh kerja?"


" Karena kami ingin twins mandiri. Dan bisa merasakan susahnya mencari uang"


" Bagus itu, mommy setuju sama adek" kata Anggun.


" Mommy mertua juga setuju" kata Clarissa.


" Kalau mommy sudah setuju, daddy juga setuju" kata Darren dan Jonathan.


Ibuk Rania bersyukur, karena diperlukan dengan keluarga Nando. Walaupun mereka orang kaya, tapi mereka tidak memandang seseorang dari statusnya.


" Apa ibuk mau istirahat?" tanya Anggun.


" Iya Nak"

__ADS_1


" Mari, saya antarkan ke kamar"


Anggun mengantarkan ibuk Rania ke kamar tamu yang sudah di bersihkan oleh pelayan. Walaupun kamar itu tidak pernah di pakai, tapi tetap harus di bersihkan. Mana tau masih ada debu.


" Rania ntar temenin kakak belanja ya?" kata Kiran.


" Baik Kak"


" Para bapak-bapak menyiapkan tenda dan yang lain untuk acara barbeque nanti malam" kata Clarissa.


" Daddy nggak ikut ya Mom, kan ada bodyguard" kata Jhonatan.


" Ya udah, kalau gitu Daddy nggak usah ikut makan nanti"


" Kok gitu?"


" Karena di dunia ini nggak ada yang gratis"


" Kan Daddy bayar tiap bulan"


" Itu uang bulanan. Dan itu memang kewajiban Daddy"


Darren tersenyum melihat Daddy-nya yang selalu ditindas oleh mommy-nya. Tapi itu terlihat sweet banget di matanya.


Rania ikut merasakan kehangatan keluarga besar Nando. Ia tidak menyangka kalau orang tua dari calon kakak iparnya bisa bercanda juga.


" Kamu kenapa senyum-senyum kek gitu?" tanya Nando pada Rania.


" Nggak apa-apa"


" Bohong banget lha?"


" Siapa juga yang bohong"


" Kamu lha. Padahal udah ketahuan tadi senyum-senyum. Tapi pas ditanya malah bilang nggak ada"


" Mertuanya Kak Kiran lucu"


" Oh iya, dari tadi aku belum liat keponakan kamu? mereka kemana?"


" Kalau jam segini mereka masih di sekolah. Dan pulang sekolah mereka akan pergi bekerja"


" Aku salut sama pola pikir kakak kamu"


" Kenapa?"


" Karena dia mau menyuruh anaknya bekerja. Padahal tanpa bekerja pun mereka bisa membeli apapun yang mereka inginkan"


" Kakak aku bukan emang begitu. Dulu Abang Kenzo juga kerja. Dan dia bekerja sejak umur lima tahun"


" Lima tahun?"


" Hhmm"


" Dia kerja apa di umur segitu?"


" Model. Dan dia juga mantan model terkenal"


" Wow, hebat banget"


" Terus kakak kamu dulu juga kerja?"


" Nggak. Kakak setelah lulus SMA dia kuliah di London. Kakak ku berhasil mendirikan perusahaan. Dan hebatnya, dia mendirikan perusahaan tanpa bantuan keluarga"


" Serius?"


" Hhmm"


" Ternyata kakak dan Abang kamu hebat-hebat semua ya"

__ADS_1


" Kalau aku hebat nggak?"


" Hebat. Tapi nggak sehebat Kak Kiran"


" Sama dong, aku kan juga punya perusahaan sendiri. Ya walaupun nggak sebesar perusahaan kakak aku. Tapi cukuplah untuk membiayai keluarga kecil kita"


Wajah Rania memerah mendengar ucapan lelaki tampan itu. " Makin hari, kamu makin pintar menggombal ya"


" Itu bukan gombalan. Tapi itu isi hati aku yang paling dalam"


" Ya deh percaya"


Rania bersyukur karena dipertemukan dengan lelaki sebaik Nando. Lelaki tampan itu sangat baik dan juga menghormatinya sebagai wanita. Bagaimana tidak, selama mereka jalan berdua, Nando tidak pernah melakukan lebih dari cium kening.


" Nia, yuk temenin kakak belanja?"


" Ok Kak. Aku temenin Kak Kiran belanja dulu ya"


" Ya udah aku anterin"


" Nggak usah, kakak bawa mobil. Kamu di rumah aja sama Abang dan yang lainnya"


" Baiklah"


" Tenang aja, kakak nggak akan menculik calon istri kamu ini"


Nando hanya bisa pasrah. Karena ia memang tidak bisa membantah perkataan kakaknya itu. Walaupun ia khawatir kalau kakaknya akan menyembunyikan calon istrinya.


...***...


Axel dan yang lainnya sedang berada di kantin. Mereka akan mengisi tenaga yang terkuras karena belajar tadi. Sekarang mereka sedang menunggu pesanan.


" Jadi kepala sekolah sudah tau identitas Lo?" tanya Farel.


" Udah"


" Kok bisa?"


" Ya bisalah, dia ngajak keluarga besarnya ke sekolah" jawab Adele.


" Kok gue nggak liat keluarga Lo datang?"


" Kan kita sedang belajar" jawab Axel.


" Pasti orang tua Diva shock melihat keluarga besar Lo datang?"


" Ya pasti shock lha. Wong yang datang, orang-orang berkuasa semua" kata Adele.


" Nyesel gue nggak berada di sana tadi" kata Farel


" Gue juga. Padahal gue pengin liat ekspresi Diva dan keluarganya "


" Bukan cuma orang tua Diva, tapi kepala sekolah sama Buk Sonya juga kaget" kata Alexa.


" Buk Sonya wali kelas kita maksud Lo?"


" Iya. Emang siapa lagi"


" Apa identitas Lo akan terbongkar ke semua murid?" tanya Alisha.


" Nggak. Daddy gue sudah meminta kepala sekolah untuk merahasiakan identitas gue"


" Syukurlah kalau gitu"


" Oh iya, tumben pangeran berkuda putih Eca belum datang?" kata Adele.


" Tadi sebelum ke kantin dia chat gue. Dia bilang mau ada rapat OSIS. Sekalian d7ia akan makan siang di ruangan OSIS bersama dengan teman-temannya"


Tak berselang lama pesan mereka pun datang. Alexa dan para sahabatnya mulai menyantap makanan yang sudah mereka pesan tadi. Dan lagi perut mereka juga sudah demo minta diisi.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚.


__ADS_2