
Semua persiapan untuk hantaran sudah siap. Begitu juga dengan Kenan dan keluarganya. Mereka bersiap-siap untuk pergi ke mansion Alexa.
" Bik, tolong masukkan semua hantaran ini ke dalam mobil ya?"
" Baik nyonya"
Para pelayan pun membawa satu persatu hantaran ke dalam mobil. Mereka membawa barang hantaran itu dengan sangat hati-hati.
" Ken"
" Ya Ma"
" Tolong ambilkan tas mama"
" Siap Ma"
Kenan mengambil tas mamanya di dalam kamar.
" Tumben si Ken manut sama mama?"
" Iya, mungkin karena dia mau tunangan. Jadi mau nggak mau dia harus nurut sama mama"
Arka tersenyum mendengar jawaban mama mertuanya. Biasanya adik ipar sama mama mertuanya gelud dulu sebelum melakukan aktivitas.
" Aiden mana, Ka?"
" Sama istri aku Ma"
" Istri kamu belum bersiap?"
" Udah Ma"
Tak berselang lama Aiden dan Irene pun datang.
" Tampan sekali cucu nenek"
" Makasih Nek. Nenek juga cantik"
" Cucu ku memang pinter. Ai udah siap pergi ke rumah kakak cantik?"
" Sudah Nek"
Helena sangat bersyukur memiliki cucu seperti Aiden. Cucu berlian dalam keluarga besarnya. Dibilang berlian karena mendapatkan Aiden sangat susah. Sebab putrinya sangat susah mendapatkan anak.
Alhamdulillah, Allah maha baik. Setelah sekian purnama menunggu, putrinya hamil juga. Dan lahirlah Aiden, anak yang sangat tampan dan pintar.
" Ai mau cepat besar"
" Kenapa Ai mau cepat besar?"
" Ai mau lindungi mama sama nenek. Kan Om sekarang nggak bisa jagain nenek, karena udah ada kakak cantik"
Semua orang pun tersenyum mendengar ucapan bocah umur lima tahun itu. Tapi mereka salut dengan pemikiran Aiden. Karena di usia segitu dia sudah ingin belajar melindungi orang-orang di sekitarnya.
" Kalau Ai mau melindungi mama sama nenek, Ai harus giat latihan, ya?
" Pasti Om"
" Itu baru jagoan Om"
" Ai mau jadi kuat seperti Om dan juga papa"
Kenan mengusap kepala keponakan kesayangannya itu. Ia yakin Aiden bisa menjadi kuat dan juga pintar melampaui dirinya.
Mobil mewah itu terus melaju membelah jalanan ibukota. Iring-iringan mobil mewah itu pun menjadi pusat perhatian para pengendara lain.
__ADS_1
...***...
Kiran dan keluarganya sudah siap menyambut kedatangan calon besan mereka. Halaman dan juga mansion sudah dihiasi dengan bermacam jenis bunga.
Semua keluarga besarnya sudah berkumpul di mansion-nya. Kiran sangat senang dengan kedatangan semua keluarganya. Hanya di hari-hari penting seperti inilah mereka bisa hadir.
" Sayang"
" Iya By"
" Dicariin mommy Clarissa"
" Mommy dimana?"
" Di ruang keluarga sama mommy kamu"
" Ya udah kita ke sana"
Kiran dan suaminya pun pergi menemui orang tua mereka. Kiran memang jarang bertemu mommy mertuanya, karena sang mertua sudah tinggal di negara P.
" Mom Clarisa"
" Mantu kesayangan mommy. Sini duduk, ada yang mau Mom bicarakan dengan kamu"
Kiran duduk di samping mommy mertuanya. Sedangkan Darren duduk di samping sang istri.
" Ren, kamu jauh-jauh sedikit lha duduknya dari Kiran"
" Nggak mau. Lagian nggak ada undang-undang yang melarang suami duduk di samping istrinya"
" Ada"
" Undang-undang apa?"
" Undang-undang mommy lha"
" Ada, makanya kamu jauh-jauh dulu duduknya"
Bukannya menjauh, Darren justru semakin menempel dengan sang istri. Dan itu membuat mommy-nya semakin geram.
" Minggir dulu, Ren" Kata Clarissa sambil mendorong sang putra.
" Daddy liat istri Daddy tuh, melakukan kdrt sama anak sendiri"
" Biarkan saja. Selagi istri Daddy senang, nggak masalah"
" Udah sana duduk yang jauh"
Darren pun mengalah. Ia tau sang mommy kangen dengan istrinya. Mommy-nya kan jarang bertemu dengan istrinya. Jadi biarkan saja dua wanita cantik itu saling melepaskan rindu.
" Mommy sama Daddy mau ngomong serius sama kalian berdua"
Kiran dan suaminya saling lirik.
" Mommy sama Daddy baik-baik aja, kan?" tanya Kiran.
" Mommy sama Daddy baik-baik saja sayang"
" Syukurlah kalau begitu. Kiran khawatir mommy kenapa-kenapa"
" Insya Allah mommy sama Daddy baik-baik saja. Lagipula Darren menempatkan banyak bodyguard di mansion"
Walaupun Darren dan mommy-nya sering gelud. Tapi dia sangat menyayangi sang mommy. Maka dari itu dia berikan keamanan dan juga kenyamanan yang lebih bagus untuk kedua orang tuanya.
" Jadi hal penting apa yang mommy ingin bicarakan?" tanya Darren.
__ADS_1
" Mommy sama Daddy sudah tidak muda lagi. Mengurus perusahaan Daddy juga sudah nggak bisa"
" Mommy nggak minta aku untuk jauh sama istri dan anak aku, kan?"
Plak.
Bantal sofa pun melayang ke kepala Darren.
" Dengerin dulu sampai mommy selesai ngomong"
Kiran tersenyum melihat ekspresi suaminya. Entah kenapa suaminya itu masih seperti anak kecil yang tidak bisa jauh dari istri dan anaknya.
" Jadi mommy dan Daddy akan memberikan dua perusahaan keluarga Narendra untuk Axel dan Alexa"
Kiran kaget mendengar ucapan mertuanya. Sedangkan Darren hanya santai saja. Ia tau kalau perusahaan itu akan jatuh ke twins A. Karena tidak ada yang berhak lagi selain twins A.
" Apa ini nggak terlalu berlebih Mom?"
" Nggak ada yang berlebihan sayang. Twins A pantas untuk mendapatkan semua ini. Walaupun perusahaan keluarga Narendra tidak sebesar perusahaan keluarga kamu. Tapi mommy harap kamu mau menerimanya"
Bagaimana mungkin mertuanya bicara seperti itu. Perusahaan Narendra group adalah perusahaan terbesar di Eropa. Dan sekarang perusahaan itu akan diberikan pada kedua anaknya.
" Mommy nggak mungkin memberikan perusahaan itu pada anak durhakim itu. Kan dia sudah dikeluarkan dari KK"
" Ya jelaslah, kalau aku masih dalam KK nya mommy. Otomatis twins A nggak ada di dunia ini dong?"
" Apa hubungannya?"
" Kalau aku masih di KK mommy, berarti aku ini masih lajang"
" Jadi mommy harap kamu jangan menolak pemberian mommy sama Daddy"
" Terima saja sayang. Toh nanti semua harta keluarga Narendra akan jatuh ke tangan twins. Karena hanya twins cucu keluarga Narendra, nggak ada yang lain"
Suaminya benar, di keluarga Narendra cuma twins cucu mereka. Karena suaminya anak satu-satunya dari keluarga Narendra.
" Baiklah Mom, aku terima warisan keluarga Narendra"
" Terima kasih sayang. Harta ini kamu bagikan saat Axel sama Alexa sudah kuliah nanti. Jadi mereka bisa belajar sedikit demi sedikit tentang bisnis"
" Mommy nggak perlu khawatir, bukankah twins udah mulai berbisnis?. Bahkan cucu kita sudah punya toko dan cafe yang sudah terkenal"
" Daddy bener. Jadi kita tidak perlu khawatir lagi "
" Tentu saja, twins cucu yang sangat pintar"
" Iya dong, siapa dulu Daddy-nya?" kata Darren dengan sombongnya.
" Ya..ya, tapi twins nggak beruntung punya Daddy kayak kamu"
" Kenapa?. Secara kan Daddy-nya tampan dan juga pintar"
" Yuk sayang kita tinggalkan saja suami kamu yang narsis ini" kata Clarissa sambil menarik tangan menantunya pergi dari sana.
" Mommy mau bawa ke mana istri aku?"
" Ke negara P"
" No!. Daddy tolong aku, Dad"
Jonathan tidak menghiraukan rengekan sang putra. Dia pun menyusul istri dan mantunya. Mending dia cari aman, daripada nggak dapat jatah dari sang istri.
To be continued.
Maaf ya teman-teman baru bisa up twins A. Soalnya kemarin mata feby lagi sakit, jadi nggak boleh terlalu lama melihat hp. Ini baru mulai membaik. Doakan mata feby cepat sembuh ya, biar bisa up tiap hari.
__ADS_1
Gomawo untuk kalian yang masih mau menunggu kelanjutan ceritanya twins A. Detik-detik mau tamat ya..😘😘
Happy reading 😚😚