Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Bertemu klien


__ADS_3

" Gimana? enak nggak Om?" tanya Alexa.


" Lumayan. Beli dimana?"


" Di ujung jalan seberang hotel"


" Sama siapa perginya? sama cowok yang kemarin?"


" Iya Om"


" Berdua aja?"


" Nggak! sama yang lain juga"


" Habis ini kamu mau kemana?"


" Mau nyusul teman-teman cari oleh-oleh"


" Perginya sama saya aja"


" Om mau cari oleh-oleh juga?"


" Iya. Tapi saya harus bertemu klien dulu"


" Ya udah, aku duluan ya Om"


" Eits, nggak bisa! kamu harus temani saya "


Alexa kaget mendengar apa yang dikatakan lelaki tampan yang ada disampingnya itu.


" Kenapa aku harus temani Om bertemu klien Om?. Lagian kan ada Om Ben"


" Karena saya masih agak lemas karena sakit. Jadi kamu harus bertanggung jawab sampai akhir "


Alexa menghela nafasnya. Ia menyesal karena sudah membelikan bubur ayam untuk Om gunung es itu.


" Kalau saya menolak gimana?"


" Saya tidak menerima penolakan"


" Om kok maksa sih?!"


" Karena kamu suka dipaksa. Ben cari dress untuk si tipis"


" Saya mau cari di mana tuan?"


" Di kamar mandi. Ya di mall lha Ben"


" Mall? kan sebentar lagi kita udah mau bertemu klien"


" Nggak usah Om Ben, aku punya dress kok"


" Benar juga, buruan ganti"


" Nggak mau! lagian siapa juga yang mau ikut sama Om"


" Udah buruan ganti, daripada nanti saya Ci.."


" Iya.. iya. Dasar bebek!"


Alexa pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Begitu juga dengan Kenan dan Beni. Kedua cowok tampan itu menyiapkan beberapa dokumen untuk dibawa nanti.


" Ben"


" Ya tuan"


" Apa mama berniat mau menjodohkan saya dengan anak temannya?"


" Kurang tau tuan. Soalnya nyonya besar hanya meminta saya membawa tuan ke kota B"


" Coba saja nanti omongannya mengarah ke perjodohan. Saya langsung batalkan kerjasamanya"


Beni sangat tau bagaimana sifat tuanya. Karena dari dulu tuanya itu memang nggak suka dijodohkan. Hingga akhirnya ia mengenal mantannya yang bernama Clara.


Tak berselang lama ponsel milik Beni berbunyi. Asisten tampan itu segera melihat siapa orang yang menghubunginya.


" Panjang umur tuan?"


" Siapa?"


" Nyonya besar"


" Ya udah jawab aja"

__ADS_1


Beni segera menjawab telpon sang nyonya.


" Hallo nyonya"


" Hallo Ben. Kenan ada di sana?"


" Ada nyonya"


" Berikan ponselnya pada anak durhakim itu"


" Baik nyonya"


Beni memberikan telponnya pada tuannya.


" Apa?"


" Nyonya mau bicara sama tuan"


" Bicara sama saya?"


" Iya tuan"


Kenan pun mengambil ponsel milik asistennya.


" Hallo Ma"


" Dasar anak durhakim!"


Kenan sontak menjauhkan ponsel dari kupingnya. Kalau tidak, gendang telinganya bisa pecah karena mendengar suara mamanya.


" Apaan sih Ma? baru nelpon udah marah-marah?"


" Gimana mama nggak marah. Ponsel kamu di matiin"


" Sengaja aku matiin Ma"


" Sengaja?"


" Iya, biar mama nggak telpon aku terus"


" Dasar kamu anak nggak ada ukhluk"


" Udah, ada apa mama nelpon pagi-pagi kek gini?"


" Kamu udah ketemu sama kliennya?"


" Ya udah, semoga kerjasamanya lancar"


" Makasih Ma. Aku tutup dulu ya telponnya, assalamualaikum"


Kenan segera memutuskan sambungan teleponnya. Ia memberikan kembali ponsel asistennya.


" Kalau mama telpon nggak usah di jawab lagi"


" Baik tuan"


Kedua lelaki tampan itu pun keluar dari kamar hotel. Mereka akan menemui klien yang akan melakukan kerjasama dengan perusahaannya.


Mata Kenan tidak berkedip saat melihat gadis cantik yang baru saja keluar dari kamar yang ada di sebelah kamarnya.


^^^Sungguh ciptaan tuhan yang sempurna.^^^


" Biasa aja kali Om lihatnya" kata Alexa.


Beni menutup mulutnya supaya tawanya tidak terdengar oleh tuannya. Hanya nona Alexa yang berani seperti itu pada tuannya.


Ehem.


Kenan berdehem untuk menghilangkan desiran yang ada di hatinya. Gadis tipis itu sungguh bisa mengalihkan dunianya dalam sesaat.


" Nona Alexa cantik sekali" puji Ben.


" Makasih Om Ben"


" Mata kamu rusak atau gimana sih Ben. Masa jelek kek begitu kamu bilang cantik"


" Mata Om tuh yang rusak. Jadi nggak bisa membedakan mana yang cantik dan mana yang nggak"


" Emang kamu nggak cantik kok"


" Kalau aku nggak cantik, lalu kenapa Om menatap aku sampe nggak berkedip kek tadi"


" Saya nggak melihat kamu"

__ADS_1


" Idih bohong banget"


" Yuk Om Ben kita jalan duluan"


Kenan melongo saat melihat gadis tipis itu melewatinya dengan sang asisten. Ia tidak menyangka kalau gadis cantik itu berani menantangnya.


Beni merasakan ada hawa panas di belakangnya. Ia bisa membayangkan bagaimana wajah tuannya.


Ya Allah kenapa anda berada di situasi seperti ini.


" Om Ben kenapa?"


" Nggak apa-apa nona"


" Sini jalannya di samping saya " kata Kenan sambil menarik tangan Alexa.


Beni menghela nafasnya. Akhirnya ia bisa bernafas dengan normal kembali. Jujur tadi itu nafasnya terasa sangat sesak. Ia seperti berada di ruangan yang pengap.


" Bertemu kliennya lama nggak Om?" tanya Alexa saat mereka sudah berada di dalam lift.


" Nggak"


Alexa sudah menghubungi saudara kembarnya tadi. Ia meminta saudaranya untuk tidak menunggunya. Karena ia tidak tau apa bisa menyusul saudara dan juga sahabatnya.


...***...


Axel memberi tau sahabatnya, kalau Alexa nggak bisa ikut dengan mereka pergi mencari oleh-oleh.


" Emang Eca kemana, Yank?" tanya Alisha.


" Iya. Kenapa dia nggak bisa ikut sama kita? kata Adele.


" Kalian jangan khawatir, Eca baik-baik aja"


" Apa dia pergi sama Om gunung es?" tanya Adele.


" Gue juga nggak tau, soalnya Eca nggak ada bilang ke gue alasannya"


" Pasti dia lagi nemenin Om gunung es itu. Kan Eca bilang dia lagi nggak fit"


" Mungkin"


" Tapi gue rasa Eca cocok sama tuh Om-om" kata Farel.


" Kamu benar yank " kata Adele.


" Terus kak Kevin mau dikemana-in " kata Alisha.


" Kak Kevin nggak jelas. Sampe sekarang nggak ada pergerakan. Sekarang dia malah terlihat lengket gitu sama kak Citra" kata Adele.


" Kan mereka temenan, wajarlah kalau deket?" kata Alisha.


" Kalau menurut gue nggak wajar. Dan lagi sifat kak Citra kek nggak bersahabat gitu sama Eca"


" Lo benar juga. Apa kak Citra suka sama kak Kevin"


" Bisa jadi. Secara mereka itu kan sering bersama. Jadi pasti adalah sedikit rasanya sama kak Kevin"


" Udah jangan ghibah lagi. Ntar didengar sama orangnya" kata Axel.


" Kita nggak ghibah" kata Adele.


" Terus?"


" Kita berdua ngomongin fakta"


" Kalau belum tentu kebenarannya, itu belum bisa dikatakan fakta"


Kevin melihat sekitar, ia belum juga melihat gadis cantik yang sudah mencuri hatinya. Padahal ini sudah lama gadis cantik itu pergi.


" Kamu cari siapa?" tanya Citra.


" Alexa"


" Dia nggak akan ikut sama kita"


" Kamu tau darimana dia nggak akan ikut sama kita?"


" Axel yang bilang di grup, kamu liat aja"


Kevin segera mengambil ponselnya. Ia melihat chat di grup WA nya. Bener ada chat dari Axel. Tapi saudara kembar Alexa itu tidak mengatakan kenapa gadis cantik itu tidak bisa ikut sama mereka.


Pikiran Kevin mulai tak tenang. Ia takut gadis cantik itu diapa-apain sama Om-om itu. Dia pun memutuskan untuk kembali ke hotel.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2