Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Bukti


__ADS_3

" Axel"


" Eh Fik"


" Ngapain kamu disini?"


" I..itu aku di panggil CEO"


" Kamu buat masalah?"


" Nggak. Tadi ponsel CEO ketinggalan di ruangan manager keuangan. Jadi aku diminta untuk nganterin ponselnya"


" Oh kirain ada apa"


Alhamdulillah untung Fikri tidak curiga.


" Kamu ketemu sama CEO nggak?"


" Ketemu"


" Beruntung banget ya kamu bisa ketemu sama CEO"


Tiap hari juga ketemu Fik sama CEO nya.


" Emang kamu belum pernah ketemu langsung sama CEO?"


" Kan udah dibilang juga kemarin. Kalau aku belum pernah ketemu langsung sama CEO"


" Nanti kamu juga bisa ketemu langsung sama CEO"


" Benarkah?. Tapi kapan?"


" Nggak lama lagi, kamu bakal ketemu langsung sama CEO"


" Semoga ya Xel"


" Kalau boleh tau kenapa kamu pengen banget ketemu sama CEO"


" Aku ingin berterima kasih sama CEO, yang mana awalnya aku di tolak mentah-mentah sama manager HRD. Namun berkat CEO, aku bisa kerja di perusahaan ini"


" Mungkin itu udah rezeki kamu Fik"


" Iya Xel. Tapi kalau nggak ada pertolongan dari CEO, aku juga nggak bisa kerja disini"


" Hhmmm"


" Yuk kebawah, ntar kita kena marah karena dikira ngerumpi"


Axel dan Fikri pun masuk ke dalam lift khusus karyawan.


" Kerjaan kamu udah beres?"


" Udah Fik"


" Gimana kerja di ruangan ber-AC?"


" Adem Fik"


" Jelas adem lha. Enak kalau kita sekolah tinggi, jadi bisa kerja di ruangan yang enak juga"


" Kamu nggak mau lanjutin sekolah lagi, biar bisa kerja di ruangan ber-AC"


" Nggak Xel. Lagipula aku udah nyaman dengan kerjaan aku yang sekarang. Ya walaupun bagi sebagian orang itu di anggap pekerjaan yang rendah"


" Bekerja sebagai OB itu bukanlah pekerjaan yang rendah. Justru OB itu pekerjaan yang sangat mulia. Buktinya nggak ada OB, kantor pasti akan kotor dan tidak rapi"


" Benar, tapi zaman sekarang banyak orang yang tidak bisa menghargai karyawan seperti kita"


" Hhmmm"


Ting.

__ADS_1


Pintu lift terbuka, Axel dan Fikri langsung keluar dari benda berbentuk persegi itu. Mereka berdua langsung menuju ruangan khusus untuk OB.


...***...


Darto belum menyadari kalau semua yang ia lakukan sekarang sudah di rekam. Ia tidak menyadari kalau ada kamera di sana. Ia masih asyik bercumbu dengan kekasihnya.


" Kapan mas akan transfer aku uang lagi?"


" Tenang sayang. Mas baru saja mencair kan uang 5M"


" 5M?"


" Iya sayang. Nanti kamu bisa membeli barang apapun yang kamu inginkan"


" Beneran mas?"


" Bener sayang. Semua uang itu sudah masuk kedalam rekening mas"


" Emang bos kamu nggak tau mas, kalau kamu ngambil uang perusahaan terus?"


" Tentu saja tidak. Karena CCTV di ruangan mas di matikan. Jadi mas bisa memalsukan data keuangan"


" Jadi semua dokumen yang mas kasih ke bos nya itu palsu?"


" Bukan palsu sayang. Tapi jumlahnya mas kurangi. Padahal keuntungan perusahaan bulan ini sangat banyak"


" Wah bisa kaya dong kita mas?"


" Tentu saja. Nanti mas akan belikan kamu apartemen yang bagus dan juga mahal. Yang ada di kawasan elit"


" Beneran ya Mas"


" Iya sayang"


" Berarti sistem di perusahaan ini nggak bagus dong mas?"


" Sistem di perusahaan ini sangat bagus. Tapi bos terlalu percaya sama karyawannya. Jadi dia bisa ditipu seperti ini"


" Apa bos kamu itu bodoh mas?"


Wanita itu kaget mendengar ucapan kekasihnya. Ia tidak menyangka kalau bos kekasihnya sangat kejam.


" Mas harus berusaha agar tindakan mas ini tidak ketahuan sama dia"


" Harus dong mas. Karena kalau kamu ketahuan kan aku nggak bisa belanja lagi"


" Iya sayang, mas udah menyogok petugas CCTV itu dengan banyak uang. Jadi mas nggak akan ketahuan"


" Syukurlah. Setelah kamu kerja, kita ke mall ya, mas?"


" Mas nggak bisa sayang. Soalnya mas harus nemenin istri mas belanja"


" Ih!. Mas kok jahat gitu sih sama aku!"


" Jangan ngambek dong sayang. Kamu kan tau kalau setiap hari Rabu mas selalu ngajak istri mas belanja"


" Iya, tapi entah kenapa aku nggak rela mas belanja dengan istrinya"


" Kan kamu juga bisa belanja. Nanti mas transfer uang untuk belanja kamu. Dan kamu bisa belanja sepuasnya"


" Makasih mas. Tapi nanti malam mas jadi kan nginap di kontrakan aku?"


" Jadi sayang. Bersiap aja"


" Ok mas "


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya sepasang peselingkuh itu mencapai puncaknya.


" Kamu memang selalu bisa memuaskan mas, sayang"


" Tentu saja "

__ADS_1


" Cepat pakai pakaian kamu, sebentar lagi teman mas mau datang"


" Teman yang mana?"


" Si Hasan. Dia yang bantu mas untuk membuat dokumen palsu"


" Oh, kirain teman wanita"


" Nggak sayang. Mana mungkin mas cari teman ranjang lagi, kalau udah ada kamu yang legit kayak gini"


Wanita itu tersenyum saat mendapatkan pujian dari kekasih gelapnya. Ia segera memakai pakaiannya.


" Aku jalan dulu ya mas"


" Iya sayang. Uangnya sudah mas transfer, ya?"


" Ok, makasih mas"


Darto mengantarkan selingkuhannya ke depan pintu. Ia tidak bisa mengantarkan kekasih gelapnya itu ke lobi, karena ia akan membahas hal yang penting dengan temannya.


Tak berselang lama Teman Darto pun datang. Mereka berdua pun langsung membahas rencana mereka selanjutnya untuk menguras uang perusahaan.


...***...


Kenan terlihat tampan dengan memakai kaos berwarna hitam dan jeans selutut. Sore ini ia akan menjemput kekasihnya. Walaupun sang kekasih tidak pernah meminta untuk di jemput.


" Mau kemana Ken?"


" Jemput Alexa, Ma"


" Mama ikut, ya?"


" No! "


" Kenapa?"


" Karena Ken mau berduan aja sama Alexa. Lagian mama kan tau, kalau ada sepasang kekasih sedang berjalan berdua?, orang ketiganya itu di anggap apa?"


" Setan"


" Tuh mama tau"


Plak.


Plak.


Plak.


Tiga pukulan mendarat di punggung Kenan.


" Anak durhakim!, beraninya nyamain mama sendiri sama setan!"


" Mama yang bilang sendiri kok. Bukan Ken?"


" Kamu yang bilang. Awas aja kamu ya!, mama keluarkan dari KK"


" Udah, ancaman seperti itu udah nggak mempan lagi sama Ken. Mama kan tau kalau nggak lama lagi Ken akan menikah"


" O iya, kalau gitu mama coret dari ahli waris"


" Nggak masalah. Apa mama juga lupa kalau Ken juga punya perusahaan sendiri?"


Aduh, kenapa semua ancaman nggak mempan sama anak ini.


" Udah, mama di rumah aja. Ken mau jalan dulu, assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam "


Kenan segera pergi dari sana. Karena kalau ia masih berlama-lama di sana, bisa-bisa mamanya minta ikut lagi. Dan ia tidak akan bisa berduaan dengan sang kekasih. Kenan melajukan mobilnya meninggalkan mansion.


Helena hanya bisa menatap mobil sang putra yang terus melaju meninggalkan mansion. Padahal ia ingin sekali bertemu dengan calon menantunya yang cantik itu. Tapi terhalang sama putranya.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2