Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Keluarga besar


__ADS_3

Sore hari semua keluarga besar Kiran sudah berkumpul di mansion-nya. Sudah lama keluarganya tidak ngumpul seperti ini. Semua sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing.


" Ternyata kita sudah semakin tua ya Pa"


" Iya sayang"


Kiara dan Wiguna bersyukur masih diberi umur panjang oleh sang maha pencipta. Sampai saat ini mereka masih bisa melihat cucu dan cicitnya.


" Mommy sama Daddy disini?"


" Iya sayang. Yang lain udah pada datang?"


" Sudah Mom, mereka udah ada di bawah"


Anggun membantu mommy-nya berdiri. Sekarang mommy-nya sudah tidak sekuat dulu. Mereka berdua sudah menggunakan tongkat untuk membantu mereka berjalan.


" Apa Kenzo juga sudah datang?"


" Sudah Mom"


" Sudah, mommy bisa jalan sendiri. Tolong panggilkan mommy Diana ya, sayang"


" Siap mommy"


Anggun menjemput mertuanya di dalam kamar. Semenjak papa Dwipangga meninggal, mama Diana memang sering menghabiskan waktu di dalam kamar.


Tok.


Tok.


Tok.


" Siapa?"


" Anggun, Ma"


" Masuk sayang"


Anggun membuka pintu kamar mama mertuanya. Tampaklah sosok wanita yang sudah berusia lanjut sedang berbaring sambil memegang tasbih.


" Ada apa sayang?"


" Vanya sama keluarga kecilnya udah datang, Ma"


" Ah iya, mama hampir saja lupa"


Anggun membantu mertuanya bangun. Walaupun sudah tua, mama mertuanya masih terlihat cantik. Wajah orang-orang tua dahulu emang awet.


" Mama bisa sendiri sayang"


" Nggak apa-apa Ma, sudah kewajiban Anggun untuk membantu mama"


Diana tersenyum, ia memang tidak salah memilih Anggun sebagai menantunya. Sudah cantik, baik dan penyayang.


" Sayang"


" Iya Mas"


" Kamu itu udah jadi kakek, jadi berhentilah bersikap manja sama mantu mama"


" Manja sama istri sendiri nggak apa-apa Ma"


Diana geleng-geleng kepala melihat tingkah laku putranya. Sudah menjadi kakek, tapi manjanya masih sama seperti dulu.


" Biar mas aja yang bantu mama, sayang"


" Makasih Mas"


Vandy mendorong kursi roda sang mama. Mereka akan turun ke bawah karena keluarga yang lain sudah pada kumpul di bawah.


" Aska sudah datang sayang"

__ADS_1


" Benarkah?"


" Hhmmm"


" Anak itu sudah lama nggak mengunjungi kakaknya. Awas aja nanti"


" Mungkin dia sibuk sayang"


" Sibuk apa?. Bukankah kerjaan dia perusahaan sudah diatasi Varo?"


" Hhhmmm"


Mereka ke bawah menggunakan lift. Vandy mendorong kursi roda sang mama dengan sangat hati-hati masuk kedalam lift.


" Mama" panggil Vanya.


" El, mana?"


" Ih mama, harusnya tanya kabar aku dulu. Ini malah nanyain El"


" Kalau kamu udah jelas baik-baik aja. Buktinya masih bisa protes sama mama"


" Kakak ipar"


Anggun membalas pelukan adik iparnya. Walaupun udah jadi seorang ibu, Vanya masih manja saja padanya. Sama seperti dulu waktu dia belum menikah.


" Maaf ya Kak, kita telat datangnya"


" Nggak apa-apa, lagi pula acaranya ntar malam"


" Ternyata kita udah tua ya Kak"


" Kamu aja yang tua, istri Abang mah masih muda"


" Ck, dasar bucin"


" Eleh!, kayak kamu nggak bucin aja sama si Marko"


" Kamu ingat nggak sayang gimana bucinnya Vanya. Sampai-sampai dia jatuh sakit, terus di rawat di rumah sakit"


Aaawwww.


Vandy mengadu kesakitan karena kena siku sang istri. Tenaga sang istri masih kuat seperti dulu.


" Sakit sayang"


" Jangan macem-macem sama adik aku"


" Rasain, sekarang aku banyak yang belain"


" Ck, dasar manja. Ingat, kamu itu udah jadi seorang ibu, bukan anak kecil lagi"


" Biarin, yang penting aku bagi kak Anggun masih anak kecil"


" Ck, anak kecil darimana?. Pantes aja dulu Marko mikir-mikir dulu mau sama kamu"


" Mama liat kakak"


" Van, jangan ganggu adek kamu"


" Ngadu terus"


Anggun menggelengkan kepalanya. Suami dan adik iparnya kalau ketemu selalu saja gelud. Padahal mereka berdua bukan anak kecil lagi.


" Mom, paman kecil udah di taman" kata Kiran.


" Iya sayang, ini mommy sama Daddy mau ke sana. Yuk mas kita ke taman"


" Iya sayang"


Kiran belum bisa duduk tenang, ia masih mengarahkan beberapa pelayannya untuk membawa beberapa camilan dulu untuk keluarga besarnya.

__ADS_1


" Daebak!, keluarga besar Lo rame juga ya Cha"


" Iya Ser, ini belum ngumpul semuanya"


" Siapa yang belum datang?"


" Paman Al nggak bisa datang"


" Kemana dia?"


" Ada kerjaan di luar negeri"


" Ya, berkurang deh cowok tampan di sini"


" Tenang masih ada abang Abi, Bang El"


" Lo bener juga. Tapi kemana kedua cowok tampan itu, kok nggak kelihatan batang hidungnya?"


" Lagi ke kandang Lion"


" Masa pesona gue kalah sama lion"


" Lo cukup melirik Farel aja"


" Kalau itu udah pasti. Tapi mata aku juga butuh yang seger-seger Cha. Oh iya, kok Alisha lama banget sih"


" Lagi di jalan, mungkin bentar lagi juga nyampe"


Ya, Alexa minta tolong pak sopir untuk menjemput Alisha dan juga neneknya. Karena mommy-nya minta Alisha datang dengan neneknya, agar neneknya Alisha juga mengenal keluarga besar Axel.


" Senang ya Cha punya saudara banyak. Sedangkan gue nggak pernah bertemu sama keluarga mama dan juga papa gue"


Alexa memeluk Adele. Ia tau bagaimana perasaan Adele. Ia sempat mendengar cerita dari mommy-nya, kalau mama Adele di buang sama keluarganya, sedangkan papanya sudah tidak punya sanak saudara.


" Lo lupa ya, keluarga gue kan keluarga Lo juga"


" Iya Cha. Kenapa keluarganya mama gue jahat sama mama gue"


Alexa kaget mendengar ucapan sahabatnya. Apa Adele sudah tau soal masa lalu mamanya.


" Lo nggak usah kaget gitu, gue udah tau cerita soal masa lalu mama gue"


" Tau darimana?"


" Mama sendiri yang cerita sama gue pas ulang tahun gue kemarin"


" Apa Lo kecewa sama mama Lo ?"


" Nggak. Justru gue bangga sama mama gue"


" Harus dong, bagaimana pun dia sudah susah payah sendiri untuk mencapai kesuksesannya"


" Ini juga berkat bantuan mommy Lo. Gue nggak tau bagaimana nasib mama gue kalau nggak bertemu dengan mommy Lo. Mungkin gue juga nggak akan lahir ke dunia ini dan bertemu sama Lo "


Alexa tersenyum mendengar jawaban Adele. Ia tau sahabatnya anak yang pintar dan juga cerdas. " Semuanya sudah di atur sama yang maha pencipta, Del"


" Lo bener Cha. Tapi gue ingin sekali bertemu dengan keluarga mama gue"


" Mau ngapain Lo ketemu sama mereka?"


" Gue pengen kasih pelajaran sama mereka" jawab Adele sambil berapi-api.


Adele tau kisah tentang mamanya, dari sang mama sendiri. Mamanya sampai menangis saat bercerita padanya. Bahkan mamanya sempat mau di jual ke rumah bordil sama keluarganya. Untung mommy Kiran datang tepat waktu. Jadi mamanya bisa di selamatkan.


" Kalau mereka masih hidup, Lo pasti bisa membalas mereka"


" Tentu saja. Dan gue sangat menantikan hari itu tiba"


Adele akan membuat keluarga sang mama membayar mahal atas apa yang sudah mereka lakukan pada mamanya. Tentu saja balasan yang akan mereka ingat sampai mereka mati.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2