Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Lokasi tambang


__ADS_3

* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*


Bel berbunyi, pertanda jam pelajaran pertama dan kedua sudah usai. Dan saatnya untuk para siswa untuk pergi mengisi stamina yang sudah terkuras saat belajar tadi.


Empat sekawan pun segera menuju kantin sekolah. Karena cacing di perut mereka sudah berdemo minta dikasih makan.


Suasana di kantin sangat rame. Mau pesan makanan pun harus mengantre. Empat sekawan juga ikut mengantre di belakang teman-teman yang sudah lebih dulu mengantre dari mereka.


Setelah mendapatkan makanan yang mereka pesan. Empat sekawan mencari tempat duduk. Karena lebih dari separuh kursi sudah terisi. Jadi mereka memutuskan untuk duduk di pojokan.


" Jam pertama kalian belajar apa?" tanya Adele.


" Perkenalan diri aja. Jam kedua belajar biologi" jawab Farel.


" Oh iya kalian berdua tau nggak? Eca terpilih menjadi ketua kelas"


Uhuk...uhuk..


Axel dan Farel tersedak sama jus jeruk yang baru mereka minum. Ucapan Adele membuat mereka kaget.


" Serius?" tanya Axel.


" Serius"


" Kok bisa sama ya. Dikelas gue, Axel juga jadi ketua kelasnya"


" Kan mereka sehati, ya bisalah. Kalau kamu jadi apa?" tanya Adele pada Farel.


" Gue, jadi wakil ketua"


" Wah hebat banget"


" Tentu saja"


" Axel jadi ketua kelas, lo nggak bilang hebat. Tapi saat Farel bilang dia wakil ketua, lo bilang hebat. Apa Lo suka sama Farel?" tanya Alexa.


Uhuk..uhuk..


Adele keselek bakso yang ia makan. Ucapan sahabatnya itu sungguh membuatnya tidak kaget.


" Minum dulu" kata Farel sambil menyerahkan segelas air mineral pada Adele.


" Cie ada yang perhatian nih?" kata Axel.


Adele tidak mendengar ucapan Axel. Ia segera meneguk air mineral yang diberikan Farel padanya. Ia meneguk sampai setengah.


" Udah selesai minumnya?" tanya Alexa.


" Hhhmm"


" Sekarang jawab pertanyaan gue tadi"


" pertanyaan yang mana?"


" Jangan pura-pura amnesia. Ntar amnesia beneran baru tau rasa"


" Jangan sampe dong"


" Makanya buruan jawab"


" Mau jawab apa coba?"


" Tinggal jawab aja kalau kalian berdua saling suka" kata Axel.

__ADS_1


" Betul apa itu apa yang dibilang Axel" kata Alexa.


Wajah Farel dan Adele pun memerah karena malu. Bisa-bisanya twins meledek mereka berdua. Ingin membalas, tapi mereka tidak tau harus membalas twins kek gimana.


" Oh iya, paman Nando jadi berangkat hari ini?" tanya Adele.


" Jangan mengalihkan pembicaraan" kata Alexa.


" Eca mah gitu"


" Gue yakin, kalian berdua udah Falling in love "


Adele dan Farel saling pandang. Mereka ingin tau apa yang dikatakan Alexa benar atau tidak. Tak berselang lama wajah mereka berdua pun bersemu merah. Jantung Adele memang berdegup kencang dari biasanya.


Sama dengan Adele. Farel pun merasakan jantungnya berdegup kencang dari biasanya. Ia tidak tau kenapa jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.


Apa gue beneran jatuh cinta sama Adele?.


...***...


Pesawat yang ditumpangi Nando sudah mendarat dengan selamat di bandar Kualanamu Internasional Airport ( KNIA). Ini pertama kalinya ia dan kedua sahabatnya menginjakkan kaki di sana.


Kedatangan Nando dan kedua sahabatnya langsung di sambut sama anak buahnya. Sebelum naik pesawat ia sudah memberitahu anak buahnya, kalau dia akan berangkat. Jadi pas nyampe nanti ia tidak menunggu.


" Selamat datang bos" ucap seorang lelaki berbadan kekar.


" Terima kasih Anton"


" Mari bos, mobilnya ada di sebelah sana"


Nando dan kedua sahabatnya mengikuti Anton. Mereka bertiga pun jadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana. Bagaimana tidak, mereka di kawal sama beberapa orang berjas hitam.


" Siapa mereka?" tanya salah satu orang yang ada di sana.


" Sepertinya mereka bukan orang biasa"


" Sepertinya begitu. Karena dilihat dari penampilannya mereka tidak biasa"


" Mana cowoknya tampan lagi"


Banyak lagi yang orang itu bicarakan. Tapi Nando tidak menghiraukannya ia terus berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan sama orang-orangnya.


Salah satu dari pria berjas hitam membukakan pintu untuk bosnya. Nando dan kedua sahabatnya naik ke atas mobil. Setelah Nando dan kedua sahabatnya naik, pria itu menutup kembali pintu mobilnya.


" Kita mau ke tambang, atau ke tempat penginapan dulu bos?" tanya Anton.


" Ke tambang dulu"


" Kita nginap dimana?" tanya Jihan pada Nando.


" Anton udah menyiapkan villa"


" Bagus nggak villa nya?"


" Kita liat aja nanti. Oh iya Nton, villa nya jauh dari tambang nggak?" tanya Nando.


" Nggak jauh bos, kita bisa jalan kaki dari villa"


" Berarti kita jalan aja nanti ke villa nya"


" Siap bos"


Anton melajukan mobilnya meninggalkan bandar Kualanamu Internasional Airport. Diikuti tiga mobil pengawal di belakang. Iring-iringan mobil mewah itu pun melaju membelah jalanan ibukota.

__ADS_1


Nando mengirim pesan pada kakaknya kalau ia sudah sampai. Karena itulah pesan kakaknya tadi sebelum ia berangkat ke bandara. Setelah mengirim pesan, ia menyimpan kembali ponselnya.


" Kirim pesan sama siapa?" tanya Jihan.


" Kakak aku, kenapa?"


" Nggak apa-apa"


Jihan tidak ingin bertanya lagi. Walaupun ia sangat penasaran dengan isi pesan yang dikirim Nando pada kakaknya.


" Mampir ke supermarket bentar ya?" kata Jihan.


" Mau beli apa?" tanya Nando.


" Bahan masakan"


" Nggak perlu, semuanya sudah disiapkan sama Anton"


" Benar Anton?" tanya Jihan.


" Benar nona. Semua bahan masakan dan juga yang lainnya sudah disiapkan sama istri saya"


" Baguslah"


Mobil pun mulai memasuki kawasan pertambangan. Di sana sudah tidak ada lagi mobil yang boleh lewat, kecuali mobil truk dan juga mobil pribadi.


Nando sudah tidak sabar ingin melihat pemandangan yang akan menghasilkan pundi-pundi uang untuknya. Dan ia berharap hasil tambang disini bagus dan nilai jualnya tinggi.


Suara alat berat sudah mulai terdengar. Itu tandanya mereka sudah mulai dekat dengan pertambangan. Dan itu membuat Nando bersemangat.


Beberapa alat berat terlihat sedang beroperasi. Ada sekitar dua puluh alat berat yang terlihat oleh mata Nando. Dan semua alat berat itu bekerja menurut tugas mereka masing-masing.


Kedatangan mereka di sambut oleh anak buah Anton. Mereka bertugas untuk menjaga keamanan di sana. Dan juga terlihat ada beberapa tim medis juga di sana.


Salah satu anak buah Anton membukakan pintu mobil untuk bos besar mereka. Mereka memberi hormat saat melihat Nando keluar dari mobil mewah itu.


Aura Nando sangat kuat dan mendominasi. Ini kali pertamanya mereka merasakan Aura yang seperti ini.


" Selamat datang bos"


" Terima kasih "


" Apa semuanya aman"


" Sampai saat ini aman dan terkendali, bos"


" Bagus"


" Bos mau lihat lokasi?" tanya Anton.


" Hhmm"


Anton memberikan helm dan sepatu khusus untuk bosnya. Di sana memang harus memakai helm dan juga sepatu khusus. Semua itu dilakukan demi keselamatan para pekerja.


Nando memakai helm dan juga sepatu yang diberikan Anton tadi. Ketampanan Nando tidak berkurang karena memakai helm dan sepatu itu. Malahan ketampanannya bertambah.


" Apa nona Jihan juga ingin ikut melihat?" tanya Anton.


" Nggak, saya tunggu disini aja"


Karena Jihan tidak ikut. Anton membawa kedua bosnya ke lokasi tempat alat berat yang sedang mengambil harta karun berwarna hitam itu.


Nando sudah tidak sabar ingin melihat hasil dari pertambangannya di lokasi yang ini. Ia berharap hasilnya melimpah, sama seperti kedua tambangnya yang sudah lebih dulu beroperasi.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2