Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Balasan untuk senior julid


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Itu tandanya untuk jam kerja ketiga gadis cantik itu sudah usai.


Seperti apa yang sudah mereka sepakati tadi, bahwa mereka akan membalas kejahilan para seniornya. Mereka akan membalas dengan cara elegan.


" Kak"


" Ada apa kamu manggil-manggil saya"


" Kakak bertiga di suruh sama kak Kevin ke gudang" kata Alexa.


" Ngapain?"


" Ngambil telur dan juga kentang. Karena kedua bahan itu udah habis"


" Kamu nggak bohong kan?" tanya salah satu senior itu.


" Iya bener. Jangan-jangan kalian mau membalas kita?"


" Membalas apa? emang kakak ada melakukan kesalahan sama kita?" tanya Adele pura-pura nggak tau.


" Ng-nggak!"


" Terus kenapa kakak bilang kita mau balas kakak?"


" Sa.. saya cuma mengira-ngira saja"


Ck, masih saja berbohong. Dasar ular sawah.


" Ya udah yuk kita ke gudang" kata senior yang bernama Nita.


" Yuk. Tapi awas kalau kalian bohongin kita, maka tunggu pembalasan kita bertiga"


Nita dan kedua sahabatnya pergi ke gudang. Mereka bertiga tidak tau apa yang sudah menunggu mereka di gudang.


Ya ketiga gadis cantik itu sudah menyiapkan hadiah istimewa untuk ketiga senior mereka. Alexa berharap ketiga seniornya itu menyukai hadiah dari mereka bertiga.


" Sekarang kita ikuti mereka" kata Alexa.


" Yuk. Gue udah nggak sabar pengin mendengar teriakkan mereka" kata Adele.


" Gue juga. Pasti terdengar merdu banget" kata Alisha.


Ketiga gadis cantik itu segera mengikuti senior mereka. Karena mereka ingin mendengarkan suara ketakutan dari mereka bertiga.


Sesampainya di gudang Nita dan kedua sahabatnya segera mengambil kentang dan juga telur. Namun saat mereka mau mengambil telur, tiba-tiba lampu di gudang mati.


Aaaaaaaa...


Ketiga senior itu berteriak. Tak berselang lama, terdengar bunyi pintu tertutup. Mereka segera berlari ke arah pintu.


" Buka! buka pintunya!"


Aaaaaaa.


" Lo kenapa?"


" A-ada sesuatu di kaki gue"


" Bentar, gue ambil ponsel gue dulu" kata Nita.


Nita mengambil ponselnya. Ia menyalakan lampu yang ada di ponselnya.


Aaaaaaaa..


" Tikus!"


Sontak kedua sahabat Nita berteriak, karena di kaki mereka sudah berkumpul segerombolan tikus. Bukan hanya tikus, kecoa pun juga ada di sana.


Sekuat tenaga Nita dan kedua sahabatnya menyingkirkan tikus dan kecoa. Tapi bukannya berkurang, tikus itu malah tambah banyak.


Nita dan kedua sahabatnya terus berteriak saat tikus dan kecoa itu datang menghampiri mereka.

__ADS_1


" Tolong! siapa saja yang berada diluar sana tolong kami?"


Tidak ada tanda-tanda pertolongan akan datang. Mereka benar-benar terkepung di tengah-tengah puluhan tikus. Bahkan Nita sudah mengeluarkan air mata karena takut.


Alexa dan kedua sahabatnya tertawa saat mendengar suara jeritan senior mereka. Suara teriakkan itu sungguh terdengar merdu di telinga mereka.


" Siapapun yang ada di luar sana, tolong kami!"


Suara teriakan dan juga tangis memenuhi gudang itu. Nita dan kedua sahabatnya sudah tidak sanggup lagi, karena mereka benar-benar takut dan juga jijik sama tikus dan kecoa.


Klik.


Lampu di gudang pun menyala. Nita dan kedua sahabatnya mendengar suara langkah kaki. Suara langkah kaki itu semakin jelas terdengar.


" Tolong! siapa saja yang ada di luar sana, tolong kita"


Perlahan pintu gudang terbuka. Nita dan kedua sahabatnya tersenyum karena pintu gudang sudah terbuka.


Tapi senyuman itu langsung memudar kala melihat Alexa dan kedua sahabatnya. Nita segera berdiri, dengan sisa tenaganya ia langsung menghampiri Alexa.


" Apa kalian bertiga yang merencanakan semua ini?!"


" Iya"


" Berani sekali kau!"


Tangan Nita menggantung di udara, karena Alexa menangkap tangannya kala wanita itu ingin menamparnya.


" Jangan pernah sentuh saya, kalau kakak tidak ingin kehilangan tangan kakak"


Nita bergidik ngeri melihat tatapan mata Alexa. Bola mata Alexa terlihat sangat menakutkan.


" Kenapa kalian bertiga tega melakukan ini?"


" Jawabannya ada pada diri kakak sendiri"


" Apa maksud kamu?!"


" Jangan berbelit-belit. Katakan saja apa maksud kamu mengurung kami bertiga di gudang"


" Itu hanya salam perkenalan dari kami bertiga" kata Alexa.


" Nggak lucu"


" Emang nggak lucu. Karena kami memang bukan lagi melucu"


"Kami bertiga hanya membalas sapaan dari kakak senior kami" kata Alisha.


" Apa kakak lupa, waktu hari pertama kami bekerja disini? kakak tidak mengizinkan kami pulang. Padahal waktu jam kerja kami sudah habis" kata Adele.


Deg.


Nita kaget mendengar ucapan Adele. Darimana mereka tau kalau ia dan kedua sahabatnya sudah mengerjai Alexa dan kedua sahabatnya.


" Ekspresinya biasa aja. Nggak usah kaget kek gitu" kata Alexa.


" Sebenarnya kami ini punya salah apa sama kalian bertiga?" tanya Alisha.


" Kalian bertiga tidak punya salah. Tapi kami bertiga tidak suka melihat kalian yang sok cantik dan tebar pesona di depan pengunjung"


Ketiga gadis cantik itu tertawa mendengar ucapan Nita. Pertanyaan itu sungguh lucu di telinga mereka.


" Kami bukannya sok cantik. Tapi kami memang benar-benar cantik dari Sononya" kata Adele.


" Kami diam bukan berarti kami takut pada kalian bertiga. Tapi kami masih menghargai kalian sebagai senior kami" kata Alisha.


" Ini cuma peringatan kecil dari kami. Jika kalian bertiga melakukan lagi? maka kami tidak akan segan lagi" kata Alexa.


Setelah mengatakan itu, Alexa dan kedua sahabatnya keluar dari gudang itu. Mereka sudah siap bermain-main dengan ketiga senior itu.


Nita menatap punggung ketiga juniornya yang semakin menjauh dari pandangannya. Ia tidak menyangka akan dikalahkan oleh juniornya.

__ADS_1


Alexa dan kedua sahabatnya pergi ke ruang ganti. Mereka akan mengganti pakaian, karena saat ini mereka memakai seragam kerja.


" Lo pulang sama siapa?" tanya Adele sama Alexa.


" Sama Axel "


" Kenapa nggak sama kak Kevin"


" Kak Kevin pulangnya ntar malam"


" Lo nggak temenin kak Kevin lagi?"


" Nggak. Kak Kevin bilang, gue pulang duluan"


" Tumben dia mau lepas sama Lo. Biasanya dia pengin nempel mulu. Kek perangko"


" Eleh! kayak Lo nggak aja"


" Kok gue, Alisha noh?"


" Kenapa gue?"


Setelah mengganti pakaiannya. Alexa pergi ke ruangan Kevin untuk berpamitan dengan lelaki tampan itu. Sedangkan kedua sahabatnya duluan ke parkiran. Karena Farel dan juga Axel sudah menunggu di sana.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


Alexa masuk ke dalam ruangan manager.


" Udah mau pulang?" tanya Kevin pada gadisnya.


" Hhmmm"


Kevin menghampiri gadisnya. " Hati-hati di jalan. Kalau udah nyampe rumah, jangan lupa kabari kakak"


" Ok. Kakak juga, yang semangat kerjanya"


" Makasih"


" Sama-sama"


" Besok jangan lupa pake dress yang kakak beliin "


" Iya, besok aku akan pake dress itu. Ya udah, aku pulang dulu ya Kak"


" Iya. Maaf kakak nggak bisa nganterin sampe parkiran"


" Nggak apa-apa. Lagian aku juga bukan anak kecil yang harus dianterin terus"


" Tapi bagi kakak kamu tetap gadis kecil"


" Jalan dulu ya Kak"


" Hhmmm"


Ingin rasanya ia menahan gadisnya itu, supaya selalu disisinya. Tapi itu tidak mungkin, gadisnya itu sudah capek bekerja. Jadi tidak baik untuk menahannya disini.


Setelah Alexa sudah terlihat lagi. Barulah Kevin melanjutkan pekerjaannya kembali.


To be continue.


Segitu aja dulu ya, besok sambung lagi😜😜.


Jangan lupa siapkan dress atau gaun, karena kita akan pergi ke acara ultah Kevin.🀭


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2