
Alexa, Adele dan juga teman-temannya baru selesai mandi. Alexa dan Adele agak kesusahan mau mengganti pakaian. Ia dan Adele harus bergantian berjaga. Karena kalau tidak begitu, mereka akan diintip oleh orang.
" Adele, gue kek kenal postur cowok yang lagi mandi di sana?" kata Alexa.
" Mana?"
" Itu yang pake bokser warna hitam"
Adele menoleh kearah yang dimaksud sahabatnya itu. Ia melihat beberapa orang lelaki dewasa sedang mandi. Tapi ia tidak bisa melihat wajah lelaki itu, karena posisi lelaki itu membelakangi dia dan Alexa.
" Emang mirip postur siapa?"
" Kek postur paman"
" Ngaco lo. Lagian ngapain paman Nando kesini"
" Iya juga sih"
" Yuk, kembali ke tenda. Bentar lagi kita mau buat api unggun"
" Wah pasti seru nih. Apalagi kalau ada jagung bakar"
" Bukannya Kak Citra ada bawa jagung mentah ya?"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Tapi mungkin dia bawanya untuk teman-temannya aja"
" Nggak tau juga sih. Yuk cabut"
Kedua gadis cantik itu meninggal sungai. Tapi Alexa masih penasaran sama lelaki yang memakai bokser hitam tadi. Postur tubuhnya sangat mirip dengan pamannya.
Nando merasakan ada yang memperhatikannya.Tapi saat dia menoleh kebelakang, tidak ada seorang pun di sana. Apa mungkin cuma perasaannya saja.
" Kamu kenapa?"
" Kek ada yang lagi merhatiin aku "
" Mungkin itu cuma perasaan kamu aja. Lagian disini itu sepi"
" Mungkin sih Bang"
" Ya udah buruan mandinya. Takutnya Axel dan teman-temannya datang lagi "
Benar apa yang dikatakan Abangnya itu. Mereka harus cepat pergi dari sana. Karena Axel sudah mulai curiga. Nando mempercepat mandinya.
" Kita mau membuat api unggun atau nggak bos?"
" Iya, soalnya ntar malam suhunya dingin banget disini"
" Apa nanti nggak akan membuat Axel tau keberadaan kita?" kata Nando.
" Nggak, lagian malam hari mereka nggak akan pergi kemana-mana"
" Mudah-mudahan deh. Abang bawa stok ramyeon nya banyak kan?"
" Lumayan, kenapa?"
" Nggak apa-apa. Siapa tau nanti ada yang lapar di tengah malam"
" Tenang, stok ramyeon cukup untuk kita seharian disini"
" Syukurlah, yang penting kita semua nggak kelaparan"
Mereka pun kembali ke tenda. Karena kalau berlama-lama di sana, mereka akan ketahuan sama anak singa.
Sepanjang jalan menuju tenda, para bodyguard mengumpulkan kayu dan juga ranting kayu yang kering untuk membuat api unggun nanti. Dan juga mereka akan menggunakan api unggun untuk merebus air untuk membuat kopi dan juga ramyeon.
__ADS_1
...***...
" Kalian berdua lama amat sih mandinya?" kata Farel.
" Namanya juga cewek ya pasti lama mandinya" jawab Adele.
" Emang apa yang membuat kalian lama "
" Nggak ada, cuma kita mandinya lebih bersih daripada cowok"
" Perasaan sama aja bersihnya"
" Enak aja sama. Coba cium nih tangan gue, habis itu cium juga tangan Lo. Pasti lebih wangi tangan gue daripada tangan Lo "
" Masa, coba sini gue cium"
" Jangan! Farel itu cuma modus" kata Alexa.
" Lha yang tadi nyuruh cium kan Adele. Kenapa sekarang gue yang dibilang modus"
" Emang Lo modus pun, yuk kembali ke tenda" kata Alexa sambil menarik tangan Adele.
" Eits mau kemana?" tanya Axel sambil menahan tangan saudara kembarnya itu.
" Mau ke tenda"
" Ikut aku bentar"
" Kemana?"
" Udah ikut aja"
" Gue juga ikut" kata Adele.
" Nggak! Lo tunggu disini sama cowok modus ini" kata Axel.
" Kok Lo ikutan bilang gue modus"
Rian sangat kesal melihat adegan dimana Axel membawa pergi Alexa. Ingin rasanya ia menghajar juniornya itu. Tapi dia tidak bisa melakukan itu, karena Kevin selalu memantau gerak geriknya. Ia pun pergi dari sana dengan perasaan kesal dan juga marah.
" Mereka berdua mau membicarakan apa sih?" tanya Adele pada Farel.
" Mana gue tau. Tapi sepertinya ada hal yang penting yang akan mereka bicarakan"
" Hal penting apa? terus kenapa kita berdua nggak diajak?"
" Karena yang akan dikatakan Axel itu bersifat rahasia. Jadi tidak boleh banyak orang yang tau. Termasuk kita"
" Rahasia? masa sama kita berdua pake rahasia segala"
" Nanti juga dia akan kasih tau kita berdua. Lagi pula Axel lagi berjaga-jaga"
" Berjaga-jaga?"
" Iya, soalnya tadi dia bilang sama gue ada yang lagi mengawasi kita. Dan itu udah yang ke dua kalinya dia bilang kek gitu sama gue"
" Benarkah? kenapa Lo baru kasih tau sekarang?"
" Karena gue pikir itu cuma perasaan Axel aja"
" Lo kan tau insting mereka berdua sangat kuat"
" Iya, tapi nggak mungkin juga kan penjahat ngikutin kita sampai ke sini?"
" Nggak ada yang nggak mungkin. Namanya juga orang mau berbuat jahat, jadi nggak akan kenal tempat"
" Iya juga sih"
" Jadi kita tidak boleh lengah nih"
__ADS_1
" Iya, kita harus tingkatkan kewaspadaan kita"
" Ok, kalau begitu kita tunggu mereka berdua di sana"
Farel pun mengikuti langkah kaki gadis cantik itu. Nanti mereka akan menanyakan apa yang dibicarakan oleh Twins.
Setelah dirasa cukup jauh, Axel melepaskan tangan saudara kembarnya itu. Ia melihat sekelilingnya, memastikan tempat mereka sekarang itu aman.
" Kamu kenapa bawa aku ke semak-semak kek gini?" tanya Alexa.
" Sssstt jangan berisik! pelankan suara kamu"
" Emang kenapa?"
" Ada orang yang mengawasi kita"
" Dimana?" tanya Alexa sambil melihat sekelilingnya.
" Gue juga nggak tau dimana. Tapi insting gue merasa ada yang lagi mengawasi kita"
" Sama, aku juga merasa ada yang ngikutin kita. Tapi siapa? secara kan orang-orang nggak tau kita anak mommy sama daddy?"
" Aku juga nggak tau. Ingat pesan mommy sama daddy, kita harus terus waspada"
" Aku ingat. Oh iya, aku tadi seperti melihat paman"
" Paman Nando maksud kamu?"
" Iya, lagian cuma sama dia kita panggil paman. Selebihnya kita panggil dengan sebutan Uncle sama Om"
" Kamu salah liat kali. Lagian nih ya, mana mungkin paman kesini?"
" Iya juga sih. Tapi postur tubuhnya mirip sama paman"
" Postur tubuh cowok kan banyak yang sama. Dan postur tubuh aku juga sama kek paman"
" Ck, nggak postur tubuh paman lebih bagus daripada kamu"
" Sama Eca"
" Beda Axel"
" Sama"
" Beda.!"
" Ya deh beda"
Axel memilih mengalah, karena ia ingat pesan sang mommy, kalau mereka harus akur. Tidak boleh berantem.
" Jadi kita kenapa berada di semak-semak kek gini? ntar mereka pikir kita berbuat mesum lagi"
" Ya nggak mungkin lha. Kan kita kembar"
" Emang mereka tau kalau kita kembar? nggak kan. Malah kita sudah buat mereka salah paham sama hubungan kita"
" Nggak apa-apa, jadi mereka tidak berani macam-macam sama kamu"
" Uluh-uluh manisnya adikku ini" kata Alexa sambil mencubit gemas pipi Axel.
" Kalian..!"
Axel dan Alexa menoleh kearah suara.
To be continue.
Udah hari Senin nih? Nando minta vote sama hadiahnya dong.
__ADS_1
Happy reading 😚😚