Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Ruangan Kenan


__ADS_3

Alisha dan Adele takjub melihat ruangan mewah milik Om gunung es. Walaupun Adele sering melihat ruangan pemimpin perusahaan. Tapi tetap saja dia merasa takjub. Sedangkan untuk Alisha, ini yang pertama kali bagi gadis cantik itu masuk ke ruangan bos-bos kaya.


" Wah..! mewah banget ruangan Om" puji Adele.


" Benarkah?"


" Iya, perpaduan warna dindingnya juga bagus"


" Makasih. Silakan duduk"


Alexa dan kedua sahabatnya duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Seperti kebanyakan sofa-sofa orang kaya. Sofa di ruangan Kenan sangat empuk.


" Kalian mau minum apa?"


" Apa aja Om, asalkan jangan kopi dan minuman beralkohol" kata Adele.


" Ok. Ben, suruh kepala OB membuatkan tiga jus jeruk untuk ketiga gadis ini"


" Baik tuan"


Beni segera menghubungi sekretaris Kenan. Dia menyuruh sang sekretaris untuk menghubungi kepala OB untuk membuatkan jus untuk ketiga tamu tuannya.


" Jadi mana kue buatan toko online kalian?" tanya Kenan.


" Ini Om. Aku jamin Om akan ketagihan setelah mencoba kue buatan toko kami. Dan Om akan memesannya terus"


" Baiklah mari kita liat dan kita coba kue buatan ketiga nona cantik ini, Ben"


" Baik tuan"


Alexa meletakkan kue yang di bawa tadi di atas meja kecil yang ada di depan Kenan. Kotak kue yang ada gambar tiga wajah gadis cantik itu.


" Sepertinya saya pernah melihat kotak kue yang seperti ini?"


" Mungkin Om melihatnya di lapak online" kata Alexa.


" Nggak! saya nggak punya aplikasi belanja online"


" Terus liat dimana?"


" Saya pikir dulu"


Kenan berpikir dimana dia pernah melihat kotak kue seperti itu. Dia teringat kotak kue yang pernah di bawa sama kakaknya. Kebetulan tadi dia meminta Beni untuk memesan kue yang sama.


" Ben"


" Iya tuan"


" Coba kamu ambil kue yang saya pesan tadi"


" Baik tuan"


Beni mengambil kue yang dia letakkan di pantry yang ada di ruang bosnya. Ia membawa kotak kue itu ke tempat sang bos.


" Ini tuan kuenya"


" Ini kan kue dari toko kita" kata Adele saat melihat kotak kue yang di bawa Beni tadi.


" Benarkah?"


" Iya, Om lihat aja itu ada foto kita bertiga"


Kenan melihat gambar yang terukir di kotak kue itu. Benar saja, ada tiga wajah gadis di sana. Dan itu sama persis dengan kotak kue yang dibawa Alexa. Cuma warnanya saja yang berbeda.


" Ini foto kalian bertiga?"


" Iya. Cantik kan, Om?" tanya Adele.


" Lumayan"


" Om sering beli kue kita, ya?"


" Nggak! ini kali pertamanya saya beli. Kemarin itu kakak saya yang beli"


" Kakaknya Om, berarti mamanya Aiden ya"


" Hhmmm"


" Ternyata Om memang jodoh dengan sahabat saya"

__ADS_1


" Benarkah?"


" Iya, buktinya aja Om dan Eca selalu dipertemukan"


" Itu cuma kebetulan aja, Adele" kata Alexa.


" Kebetulan itu cuma satu kali Eca. Sedangkan Lo sama si Om udah sering bertemu"


" Gue bilang kebetulan, ya kebetulan"


" Ya deh"


" Kuenya udah aku anterin nih, Om" kata Alexa.


" Ya, terus?"


" Bayarannya"


" Duduk dulu. Kita ngobrol dulu"


" Kalau mau ngajak kita ngobrol, berarti ada biaya tambahannya"


" Ntar saya bayar semuanya. Sekarang duduk dekat saya, sini" kata Kenan sambil menepuk kursi yang ada di sampingnya.


" Nggak! aku duduk di samping Adele aja"


" Sorry, kursi di samping gue lagi direnovasi" kata Adele.


" Tuh denger, kan. Sini duduk di samping saya" kata Kenan sambil menarik di tangan Alexa.


Mau nggak mau akhirnya Alexa duduk di samping lelaki gunung es itu.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


" Permisi Pak, saya mau nganterin jus " kata sekretaris Kenan.


" Sekarang kita coba cicipi kuenya. Apakah enak atau tidak. Tolong ambilkan kuenya untuk saya?" pinta Kenan pada Alexa.


" Ambil sendiri, Om kan punya tangan"


" Saya pengen kamu yang mengambilkan untuk saya"


" Manja banget sih Om"


" Manja sama calon istri sendiri nggak apa-apa dong"


" Siapa juga yang mau nikah sama Om"


" Kamu lha, emang siapa lagi"


" Aku nggak mau nikah sama Om"


" Sekarang kamu bisa bilang nggak. Tapi nanti saya pastikan kamu akan menjawab mau "


" Pede banget sih Om"


" Kita liat aja nanti"


Alisha, Adele, dan Beni hanya menonton perdebatan Alexa dan Kenan. Lumayan untuk hiburan mereka siang itu.


" Udah makan aja nih kuenya, daripada Om ngomongin hal yang nggak akan pernah terjadi"


Kenan tersenyum mendengar ucapan gadis cantik yang ada di sampingnya. Dia akan membuktikan pada gadis itu, kalau dirinya bisa menaklukkan hatinya.


Suapan pertama pun masuk kedalam mulut Kenan. Seperti yang diharapkannya, kue itu terasa lembut dan jua enak. Sama dengan kue yang dibeli sang kakak.


" Bagaimana Om, rasanya?"


" Enak"


Ketiga gadis cantik itu tersenyum mendengar jawaban Kenan. Ternyata kue mereka berhasil mendapatkan pujian dari gunung es.


" Siapa yang membuat kue ini?"

__ADS_1


" Kami bertiga Om" jawab Alisha.


" Berarti kamu bisa dong buatin kue yang spesial untuk saya?" kata Kenan pada Alexa.


" Nggak bisa!" tolak Alexa langsung.


" Kenapa nggak bisa"


" Karena saya sibuk"


" Saya bayar dua kali lipat dari harga normal"


" Nggak mau!"


" Dua kali lipat".


" Nggak!".


" Tiga kali lipat"


" Nggak!"


" Empat kali lipat"


" Tetap enggak, Om"


" Ya udah, lima kali lipat"


" Ok, Deal"


Kenan kaget mendengar jawaban Alexa. Ia tidak menyangka gadis itu akan menyetujuinya di angka lima kali lipat. Padahal kalau di tolak lagi, ia akan menaikkan menjadi sepuluh kali lipat.


" Besok kamu antar ke mansion kakak saya. Dan untuk kalian berdua buatkan kue ini sebanyak seribu lima ratus. Apa kalian sanggup?"


" Seribu lima ratus?" kaget Alisha dan Adele.


" Iya, sanggup nggak?"


Alisha dan Adele saling lirik. Mereka tidak pernah menerima pesanan sebanyak itu. Karena biasanya mereka bertiga hanya menerima pesanan sebanyak tiga ratus. Tapi sekarang mereka dapat pesanan seribu lima ratus.


" Gimana, bisa nggak?"


" Bisa nggak, Sha"


" Bisa "


" Lo yakin bisa Sha?" tanya Adele.


" Kalau kita nggak mencoba, kita tidak akan tau bisa atau nggak"


" Tapi kita cuma bertiga?"


" Nanti kita cari karyawan dadakan" kata Alexa.


" Kalau seperti itu gue baru yakin kita bisa"


" Berarti setuju, ya?" tanya Kenan.


" Setuju Om"


" Baiklah, besok siang antar kan ke kantor saya"


" Siap Om"


Sepulang dari sini mereka bertiga akan mencari karyawan dadakan. Mereka akan mengumumkannya di sosmed. Dengan begitu mereka akan cepat mendapatkan karyawan untuk membantu mereka membuat dan juga mengepak kue-kue.


" Kalian hitung berapa biayanya, nanti akan saya transfer uangnya. Sekalian sama yang ini"


" Siap Om, aku total dulu" kata Adele.


Adele mulai menghitung semua biaya kue yang harus Kenan bayar. Setelah selesai menjumlahkan, Adele langsung memberikan total harga kue yang harus dibayar Kenan.


" Baiklah, nanti saya transfer"


" Terima kasih Om"


Ketiga gadis cantik itu senang karena Kenan memesan kuenya sangat banyak. Jadi mereka bisa cepat melunasi hutang ke paman Varo.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2