
Darren tidak bisa membantu putrinya tadi. Karena ia tidak ingin identitas sang putri terbongkar.
" Maaf tuan dan nyonya harus melihat kejadian seperti tadi"
" Tidak apa-apa. Yang penting Pak Trisno tidak membela yang salah. Dan saya harap, pak Trisno selalu bersikap adil"
" Pasti tuan"
" Baiklah, kalau begitu kami pamit undur diri dulu"
" Baik tuan"
Pak Trisno mengantarkan tamu terhormatnya ke depan pintu. Darren dan Kiran segera meninggalkan ruangan itu.
" Sebentar sayang"
" Mau ngapain?"
" Aku mau menelpon Romy dulu"
Darren mengambil ponselnya, dan segera mencari kontak sahabat sekaligus asistennya itu. Tak berselang lama telpon pun tersambung.
" Hallo Ren. Tumben Lo telpon?"
" Ada tugas penting buat Lo"
" Tugas apaan?"
" Buat harga saham perusahaan Aditama turun"
" Kenapa nggak bangkrut aja?"
" Nggak perlu, cukup bikin turun aja. Gue cuma mau kasih sedikit pelajaran pada putri Aditama. Karena dia sudah berani mengusik putri kesayangan gue"
" Siap! tugas segera dilaksanakan"
Panggilan pun berakhir. Darren menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Yuk sayang"
" Udah selesai teleponnya?"
" Udah, yuk jalan"
Pasutri itu berjalan menuju parkiran. Mereka berdua akan pergi kencan. Sudah lama mereka tidak punya waktu untuk berduaan. Karena mereka sibuk bekerja.
Kiran tersenyum melihat putrinya. Ia yakin putrinya itu pasti ingin bertanya kenapa mereka ada di sekolahnya.
" Eca disini?"
" Hhhmm"
" Eca nggak belajar?"
" Eca izin sebentar tadi. Mommy sama daddy kok bisa disini?"
" Mommy habis nganterin teman Axel"
" Teman Axel? siapa?"
" Nanti kamu juga tau"
" Mommy nggak asik nih. Main rahasia-rahasian"
" Mommy sama Daddy bangga sama Eca. Walaupun tadi Daddy nggak sempat membela Eca di sana, tapi Eca bisa menyelesaikan masalah dengan baik" kata Darren.
" Walaupun Daddy kamu sudah mau mukul gadis itu" kata Kiran.
" Beneran Dad?"
" Nggak! cuma tangan Daddy gatel aja pengin lempar gadis itu ke kandang singa"
" Ya udah, cepat masuk gih. Mommy sama Daddy mau pergi kencan dulu" kata Kiran.
" Ok, Selamat bersenang-senang Mom, Dad"
" Makasih sayang"
Alexa segera pergi ke kelasnya. Karena ia sudah lama meminta izin. Darren dan istrinya masuk kedalam mobil, setelah anaknya sudah menjauh dari pandangannya. Mobil mewah itu pun melaju meninggalkan SMA Tunas Bangsa.
Adele segera menghampiri sahabatnya saat melihat Alexa sudah berada di depan pintu kelas. Ia segera menghambur ke dalam pelukan Alexa.
" Eca!"
__ADS_1
" Lo kenapa bocah?"
" Ih Lo mah gitu. Merusak suasana"
" Lagian Lo kayak bocah yang kehilangan induknya"
" Ayam kali ah "
" Kan Lo sebelas dua belas sama ayam"
" Eca jahat!"
" Idih ngambek"
" Nggak lha. Oh iya, gimana?"
" Masalahnya udah kelar. Diva udah kena hukum"
" Alhamdulillah, gue seneng banget dengernya. Tapi kok dia belum masuk ke kelas?"
" Ngapain dia masuk, kan udah di skors"
" Ya setidaknya dia kesini mengambil tasnya"
" Biarkan saja. Mungkin dia minta antek-anteknya untuk bawain tasnya"
" Mungkin"
" Oh iya, tadi mommy gue kesini"
" Ngapain?"
" Mommy gue bilang sih nganterin teman Axel"
" Farel"
" Bukan!"
" Terus siapa? setau gue teman Axel cuma Farel doang?"
" Sama, gue mikirnya juga gitu"
" Gimana kalau kita cari tau siapa teman Axel yang baru?"
" Wait... wait.. mommy sama daddy? maksud Lo Tante sama Om Darren disini?"
" Iya, tapi sekarang udah pergi "
" Wah, pasti teman Axel ini bukan orang biasa. Sampai-sampai mommy sama Daddy Lo sendiri yang nganterin dia"
" Iya, gue aja ke sekolah mendaftar sendiri tanpa embel-embel nama keluarga gue"
" Emang temannya cowok apa cewek?"
" Mana gue tau. Wong mommy gue nggak mau ngasih tau"
" Pelit amat sih mommy Lo, kasih tau gender-nya aja nggak mau"
" Udah, ntar kita juga tau sendiri. Yuk duduk, kaki gue udah pegel"
" Ya iya gue lupa kalau kita masih berdiri"
Kedua cewek cantik itu pun duduk di kursi yang biasa mereka duduki. Adele senang karena sahabatnya itu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
...***...
Kelas X.B heboh saat mendengar cerita dari seorang murid cewek. Murid itu tidak sengaja mendengar cerita itu saat pergi ke toilet tadi.
" Jadi sekarang Diva di skors?"
" Gue denger sih gitu"
" Bagus deh. Habis dianya sok berkuasa"
" Iya, tapi gue salut sama Alexa"
" Gue juga, gadis itu berani melawan Diva"
Axel mempertajam telinganya saat mendengar nama saudara kembarnya di sebut. Ia sangat yakin kalau cewek-cewek itu menyebut nama Alexa tadi.
" Axel"
" Hhmm"
__ADS_1
" Adele barusan chat gue"
" Terus?"
" Dia bilang Eca dipanggil sama kepala sekolah"
" Kenapa?"
" Ada yang memfitnah Eca melakukan tindakan asusila"
" What..!"
Farel mengusap kupingnya karena Axel berteriak di dekat kupingnya.
" Eits Lo mau kemana?" tanya Axel sambil menahan tangan Axel.
" Gue harus nemuin Eca"
" Tenang, masalahnya udah selesai. Alexa udah ke kembali ke kelasnya"
" Syukurlah. Siapa orang yang sudah memfitnah Eca?!"
" Dipong"
" Dipong?"
" Diva, gitu aja kagak ngerti Lo "
" Gue harus kasih hadiah juga sama tuh cewek. Berani sekali dia memfitnah kakak gue. Jadi gue akan kabulkan keinginannya itu" kata Axel sambil tersenyum.
" Lo jangan senyum kek gitu. Serem tau nggak"
" Ya nggak usah Lo liat Kalau serem"
" Dasar kulkas enam belas pintu!"
" Mau kemana Lo?!"
" Pindah ke tempat Alisha"
" Jangan macem-macem" kata Axel sambil menarik kerah baju Farel hingga lelaki tampan itu tidak bisa bergerak.
" Ya elah, cuma duduk doang"
" Nggak bisa, duduk disini. Selangkah aja Lo beranjak dari tempat duduk Lo. Kelar hidup Lo "
" Sadis amat sih Lo "
" Biarin"
Bel sekolah berbunyi, itu pertanda jam pelajaran kedua akan segera di mulai. Kedua cowok tampan itu menghentikan perdebatan mereka.
...***...
Nando dan Ikbal sedang melihat lokasi yang longsor satu hari yang lalu. Nando harus memastikan kalau lokasi itu benar-benar sudah aman untuk para pekerjanya.
" Gimana Nton?" tanya Nando.
" Semuanya sudah aman bos. Disisi dekat lokasi juga sudah di pasang dinding"
" Bagus, saya tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi"
" Baik bos. Saya sudah menyuruh tukang untuk membuat dinding yang kokoh"
" Itu harus. Para pekerja yang terluka sudah di beri kompensasi?"
" Sudah bos, mereka berterima kasih"
" Biarkan mereka libur tiga hari"
" Sebagian dari mereka udah ada yang bekerja kembali bos"
" Apa mereka udah sehat?"
" Mereka bilang sudah bos. Yang mulai bekerja hanya mengalami luka lecet saja"
" Ya sudah. Tapi kalau seandainya nanti mereka masih merasa lemas atau pusing, suruh istirahat saja"
" Siap bos"
Setelah mengecek lokasi yang terkena longsor. Nando dan Ikbal kembali ke kantor. Mereka akan membahas tentang pengiriman batu bara ke luar negeri. Karena perusahaan mereka baru menanda tangani kontrak dengan perusahaan luar negeri. Dan itu pencapaian yang luar biasa bagi perusahaannya.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚😚