Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Paman nyebelin!


__ADS_3

" Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*


Pagi hari, waktunya untuk melihat matahari terbit, atau lebih dikenal dengan sebutan sunrise. Inilah momen yang di tunggu-tunggu oleh setiap pendaki, begitu juga dengan Kevin dan yang lainnya. Mereka sedang menikmati keindahan sunrise dari puncak gunung Papandayan.


Mereka mengabadikan momen matahari terbit itu dengan kamera mereka masing-masing. Sungguh pemandangan yang indah. Apalagi melihat dari puncak gunung.


Axel dan Alexa juga bisa melihat sunrise dari balkon kamar mereka masing-masing. Tapi kalau melihatnya rame-rame seperti ini lebih menyenangkan.


" Eca sama Axel mah udah sering liat sunrise" kata Adele.


" Gue aja yang sering, kalau Eca mah asik molor. Dia kan sering bangun kesiangan" kata Axel.


" Ckckck, kamu itu cowok tapi mulutnya lemes kek cewek" kata Alexa.


" Ye, aku kan ngomong kenyataannya"


" Walaupun kenyataan, tapi nggak seharusnya kamu ngomong kek gitu. Ntar kalau di dengar calon kakak ipar kamu nggak baik"


" Kakak ipar?"


" Hhmm"


" Emang Eca udah punya pacar?"


" Belum, lagi mencari"


" Sekolah dulu yang bener, baru ngomong pacaran"


" Bijak sekali adikku ini " kata Alexa sambil mengacak rambut saudara kembarnya.


" Jangan sentuh aku, ntar kamu dibilang mau berbuat mesum lagi"


" Siapa yang berani bilang gitu lagi, gue pites tu orang"


" Emang kamu berani?"


" Tentu saja berani. Apa kamu meragukan kemampuan kakak kamu yang cantik ini, hhmm?"


" Sedikit"


" Dasar adik durhakim, gue kutuk juga Lo "


" Eca galak amat sih" kata Axel sambil mencubit pipi saudara kembarnya.


" Kalian berdua bikin iri aja" kata Adele.


" Minta sama Farel cubit gemesnya" kata Alexa.


" Sini gue cubit gemes?" kata Farel.


" Ogah" tolak Adele.


" Eleh sok nolak. Padahal dalam hati berkata ' ayo dong paksa gue " ledek Alexa.


" Apaan sih Eca"


" BTW kita jadi ke taman bunga edelweis nggak?" tanya Farel.


" Jadi dong" jawab kedua cewek cantik itu.


" Ya udah, yuk berangkat"


" Tunggu yang lain dulu. Kita pergi sama-sama" kata Alexa.


" Emang nggak boleh pergi duluan ya?"


" Nggak! lagian kita juga belum sarapan"


" Oh iya, yuk kita sarapan dulu"


" Yuk"


Empat sekawan itu kembali ke tenda mereka masing-masing. Mereka akan pergi sarapan. Setelah itu barulah mereka akan melihat taman bunga edelweis.


...***...


Nando, Doni dan juga para bodyguard sedang menyantap ramyeon sambil menikmati indahnya sunrise.

__ADS_1


" Kita turun ke bawah sesudah atau sebelum anak-anak itu Bang?" tanya Nando.


" Sesudah mereka aja. Karena kita harus memastikan mereka selamat sampai di bawah"


" Semalam aku ketahuan sama si Eca"


Uhuk.. uhuk..


Doni tersedak sama ramyeon yang ia makan. Dan itu gara-gara Nando. Ia segera meneguk minumannya.


" Kok bisa ketahuan?"


" Semalam nggak sengaja ketemu di sungai"


" Sia-sia dong penyamaran kita?"


" Ya nggak lha. Dia kan tau aku ke sini sama teman aku. Bukan sama Abang dan yang lainnya"


Doni menghela nafasnya. " Syukurlah, jadi kepala kita aman dari tuan muda"


Para bodyguard memegang kepala mereka masing-masing. Mereka tau betul bagaimana sifat tuan mudanya. Dia tidak segan-segan menghukum mereka, jika mereka gagal dalam melakukan misi. Karena dia sudah mewanti-wanti dari awal. Jadi jika ada kesalahan maka mereka harus menanggung konsekuensinya.


" Kita harus tetap hati-hati, karena kalau kita ketahuan sama Twins. Maka habislah kita" kata Doni.


" Siap Bos"


Nando tau, kalau Abangnya tidak akan berani memenggal kepala para bodyguardnya. Walaupun mereka gagal menjalankan misi, paling sang Abang akan memberikan hukuman cambuk.


Abangnya melakukan itu bukan karena marah. Tapi dia ingin para bodyguardnya itu bisa belajar dari kesalahan mereka. Dengan begitu mereka juga akan terus berusaha supaya tidak gagal dalam menjalankan misi. Dan itu terbukti, sampai sekarang para bodyguard yang di latihnya belum pernah gagal dalam setiap misi yang diberikan.


" Bang, aku pergi ke sana dulu ya?"


" Jangan jauh-jauh perginya ntar kamu ilang "


" Ye, emang Abang pikir aku anak kecil"


" Dih, dibilangin nggak percaya nih anak. Emangnya kamu nggak tau cerita tentang gunung Papandayan ini?"


" Abang jangan nakutin gitu dong?"


" Siapa yang nakutin, ini beneran kali"


" Nah kan tau takut juga kamu. Ya udah pergi sana!"


" Kasih tau dulu ceritanya?"


" Nggak ada. Abang tadi cuma becanda"


" Ck, ngeselin banget sih Bang"


" Udah buruan, ntar lagi kita mau turun"


" Hhhmm"


Nando segera pergi meninggalkan tendanya. Ia akan pergi ke tenda keponakannya. Ia ingin melihat dari jauh, apa kegiatan keponakannya di pagi hari ini.


...***...


Alexa dan Adele sedang membereskan barang-barang mereka kedalam koper. Karena setelah melihat bunga edelweis mereka akan turun ke bawah.


" Eca "


" Hhmm"


" Nanti bunga edelweis nya mau kita taruh dimana?"


" Kita masukin ke plastik aja gimana?"


" Apa nggak panas nanti bunganya di taruh di sana?"


" Nggak tau juga sih. Ntar kita tanya sama Kak Citra, siapa tau dia tau bagaimana cara menyimpan bunga edelweis"


" Ok, yuk kita keluar"


Kedua cewek cantik itu keluar dari tenda. Mereka akan membuka tendanya. Karena hari ini mereka akan pulang.


Semua anggota kelompok yang sudah di bagi kemarin, bekerjasama membuka tendanya. Jadi kerjaan mereka akan cepat selesai.

__ADS_1


Alexa marasa ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Ia melihat sekelilingnya, dan ia menangkap sosok lelaki tampan yang sangat ia kenal. Lelaki itu berdiri di bawah pohon besar, dengan tangan yang dilipat di dada.


" Adele "


" Hhmm"


" Gue ke sana sebentar ya?"


" Mau ngapain?"


" Pipis"


" Ya udah buruan"


" Ok"


Alexa setengah berlari menghampiri sosok lelaki tampan yang sedang berdiri di bawah pohon besar itu.


" Paman di sini?"


" Hhmm"


" Sama siapa kesini? teman paman dimana?" tanya Alexa sambil melihat kekiri dan ke kanan.


Nando tersenyum melihat gadis cantik yang ada di hadapannya itu. Gadis itu terlihat sangat menggemaskan.


" Kamu bawel banget sih?" kata Nando sambil mencubit gemas pipi Alexa.


Aawwww..


" Sakit paman" kata Alexa sambil mengelus pipinya.


" Paman cuma sendiri"


" Jangan suka menyendiri, ntar di culik demit penghuni pohon besar ini"


" Nih penunggu pohonnya lagi dihadapan paman" kata Nando.


" Enak aja. Masa Eca yang cantik, baik dan juga tidak sombong ini disamakan Ama demit" kata Alexa sambil mengerucutkan bibirnya.


" Eca udah sarapan?"


" Udah, paman?"


" Udah. Sarapan sama apa?"


" Roti "


" Enak dong. Masih ada nggak sisa rotinya?"


" Ada. Paman mau?"


" Mau"


" Bukannya paman tadi udah sarapan?"


" Iya, tapi sekarang paman lapar lagi"


" Emang paman sarapan sama apa tadi? kok sekarang udah lapar lagi?"


" Ramyeon? kok nggak bagi-bagi"


" Ya kan paman nggak tau kalau Eca pengin makan ramyeon"


" Alasan! bilang aja nggak mau bagi"


" Nggak boleh suudzon gitu"


" Karena paman nggak bagi Eca ramyeon, maka Eca juga nggak mau bagi paman roti" kata Alexa sambil berlalu pergi.


Nando tau kalau keponakannya merajuk. Ia pun membiarkan keponakannya pergi. tanpa ada niat ingin menahannya.


" Kok gue malah dibiarkan pergi? kok nggak ditahan? dasar nyebelin!.


To be continue.


Tukang ngambek (Alexa)

__ADS_1



Happy reading 😚😚


__ADS_2