Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Drama Axel dan Farel


__ADS_3

Alexa dan kedua sahabatnya duduk di barisan kursi nomor tiga dari depan. Sedangkan Natalie dan Beni duduk di kursi barisan nomor empat.


Lampu di dalam bioskop mulai di matikan. Sekarang yang jadi penerang di ruangan itu hanya lampu dari layar monitor besar yang menyala.


" Sayang mau popcorn?" tanya Kenan pada sang kekasih.


" Nanti aja Oppa"


" Kalau mau ambil disini, ya?"


" Hhmmm"


Kenan memperhatikan kekasihnya. Apakah film horor seperti ini yang di suka sama gadis cantik itu?. Banyak hal lain yang belum di ketahui Kenan dari kekasihnya. Tapi satu hal yang dia tau, kalau kekasihnya tidak suka dengan hal-hal yang berbau kemewahan.


Gadis cantik itu memang beda dengan cewek diluar sana. Jika cewek-cewek diluar sana berlomba-lomba ingin membeli barang-barang branded. Tapi gadis cantik ini malah tidak ingin barang-barang branded.


" Oppa "


" Iya sayang"


" Tolong minumnya dong?"


Kenan mengarahkan sedotan minuman ke mulut Alexa. Alexa pun menyedot minuman bersoda itu.


" Makasih Oppa"


" Sama-sama sayang"


" Oppa mau popcorn?"


" Mau"


Alexa menyuapi popcorn ke mulut Kenan. Pemandangan itu terlihat jelas oleh Natalie. Wanita itu mengepalkan tangannya menahan emosi.


" Anda baik-baik saja nona?" tanya Ben.


" Ah iya, saya baik-baik aja Ben" jawab Natalie sambil menyedot minumannya.


Beni tersenyum melihat Natalie yang gugup. Ia tau kalau sedari tadi Natalie memperhatikan tuannya. Dan ia yakin, pasti Natalie kesal melihat kemesraan tuannya dengan nona Alexa.


" Ben"


" Iya nona"


" Apa gadis kecil itu beneran kekasihnya Kenan?"


" Benar nona. Bahkan dalam waktu dekat ini mereka akan bertunangan"


" Bertunangan?"


" Iya nona"


" Bagaimana bisa?. Bukankah gadis itu masih kecil?"


" Nggak masalah nona. Yang penting mereka berdua saling mencintai. Apa nona tidak bisa melihat bagaimana tuan saya memperlakukan nona Alexa. Tuan sangat mencintai nona Alexa"


" Ah iya. Saya pikir juga gitu"


Natalie tidak boleh gegabah. Dia harus mencari cara supaya bisa dekat dengan Kenan. Karena hanya dirinya lha yang pantas bersanding dengannya.


Disudut yang lain. Dua orang lelaki tampan sedang menutup mata mereka dengan popcorn.


" Kalau gue tau dari awal mereka akan nonton film horor?, mending gue di rumah aja " kata Farel.


" Sama, gue juga. Mending main game" kata Axel.

__ADS_1


" Payah kalian berdua!. Itukan cuma film, masa iya takut" kata Adele.


" Tau nih. Kalah sama kita berdua. Percuma aja kalian itu cowok, sama hantu boongan aja kalian takut" kata Alisha.


" Walau pun cuma hantu boongan, tapi tetap aja serem" kata Farel.


" Kalian berdua liat Om Kenan. Dia santai dan tetap cool " kata Adele.


Axel dan Farel menoleh kearah pasangan yang lagi hangat-hangatnya. Benar apa yang dikatakan Adele. Kenan dengan santainya menatap layar besar itu.


" Lihat, kan?. Mereka berdua terlihat sangat romantis" kata Alisha.


" Aku juga romantis Yank" kata Axel.


" Romantis apaan!, kamu malah sibuk menutup mata kamu"


" Nggak lagi kok, yank"


Axel dan Farel mencoba memberanikan diri untuk melihat hantu yang sedang tertawa. Dan tawanya itu sangat menyeramkan menurut mereka berdua.


" Lain kali kita nggak usah ajak mereka berdua, Sha"


" Iya Del, mending kita cari yang lain aja"


" Jangan!, ini udah nggak ditutup lagi kok yank matanya. Jangan marah-marah lagi" kata Axel sambil memasukkan popcorn ke dalam mulut kekasihnya.


Alexa menoleh kearah suara kembarnya. Ia tersenyum melihat Axel di marahi sama kekasihnya.


" Besok-besok kamu sama Farel ikut uji nyali aja" kata Alexa.


" Ah bener apa yang dikatakan Eca, biar kalian nggak takut lagi melihat hantu boongan itu" kata Adele.


" Ini kita udah nggak takut lagi " kata Farel.


" Iya, nih juga udah nggak ditutup lagi matanya" kata Axel.


" Kita tahan sampe selesai filmnya diputar"


" Ok, mari kita lihat"


Axel dan Farel menguatkan iman mereka untuk menonton film horor itu. Sebenarnya bukan wajah hantunya yang membuat mereka berdua takut. Tapi karena hantu itu muncul secara tiba-tiba.


Adele dan Alisha tidak fokus lagi menatap layar besar itu. Kedua cewek itu malah asik memperhatikan kekasih mereka. Karena mereka mau melihat, apa bener kedua lelaki tampan itu tidak takut lagi.


Satu jam kemudian.


Lampu bioskop kembali menyala. Itu tandanya film horornya sudah selesai. Axel dan Farel pun bisa bernafas lega.


" Akhirnya, pacar aku udah nggak takut nonton film horor lagi" puji Adele.


" Iya dong"


" Oh iya, habis ini kita mau kemana?" tanya Alisha.


" Makan, kan kita belum makan malam" kata Kenan.


" Emang Oppa udah lapar?"


" Udah sayang. Lagian ini udah jam delapan"


" Ya udah kita cari makan dulu"


" Kita makan di restoran Korea, yuk?" ajak Adele.


" Boleh, gue udah lama nggak makan Tteokbokki " kata Alexa.

__ADS_1


" Gue juga"


" Makan yang lain aja deh. Kita nggak suka makan Tteokbokki " kata Farel.


" Kalian makan yang lain aja. Kan masih banyak makanan Korea yang lain, dan nggak kalah enak juga" kata Adele.


" Soto ada nggak yank di sana?"


" Ada. Kan restorannya nggak cuma menjual makanan khas Korea aja. Menu Asia lainnya juga ada"


" Ya udah kita ke sana"


Mereka semua keluar dari dalam bioskop. Karena penonton yang lain sudah keluar dari tadi. Jadi mereka tidak harus lama-lama mengantre untuk keluar.


" Nona mau ikut kita makan, nggak?" tanya Beni pada Natalie.


" Iya saya ikut"


Mana mungkin dia akan melewatkan kesempatan itu. Karena ia ingin tau banyak tentang Alexa.


...***...


Mereka pun sampai di restoran Korea. Karena weekend, jadi restoran itu cukup ramai sama pembeli. Dan kebanyakan pembelinya anak-anak muda seperti mereka.


" Tempat duduknya penuh?" kata Adele.


" Kita ambil ruangan VVIP aja" kata Kenan.


" Boleh. Oppa yang traktir kita semua, ya?"


" Iya, malam ini saya yang traktir"


" Asyik. Nggak sia-sia punya pacar orang kaya" kata Alexa.


Bibir Kenan melengkung membentuk senyuman. Apa gadis cantik itu tidak sadar kalau dia itu juga kaya. Jangankan menyewa ruangan VVIP. Mall ini aja milik Omanya.


" Ben, pesan ruangan VVIP"


" Baik tuan"


Beni segera memanggil pelayan untuk menyiapkan ruangan VVIP untuk mereka.


" Mari tuan, saya antar ke ruangannya"


Alisha takjub dengan dekorasi ruangan VVIP restoran itu. Ini kali pertamanya dia berada di ruangan VVIP. Ruangan itu persis seperti di dalam serial drama yang pernah ia tonton.


" Mau pesan apa tuan, nona?"


" Sebentar ya mba, kita liat dulu" kata Alexa.


Alexa dan kedua sahabatnya memesan menu yang sama. Sedangkan Kenan, Axel, Farel memesan makanan yang lain. Karena mereka tidak begitu suka dengan makanan yang ada di Drakor.


" Anda mau pesan apa nona?"


" Saya mau pesanan makanan yang sama dengan Kenan aja" kata Natalie.


" Kenapa Tante harus memesan menu yang sama dengan Om Kenan?" tanya Adele.


" Kebetulan makanan yang di pesan Kenan, makanan kesukaan saya"


" Kalau gitu, saya pesanan saya ganti pesanan saya, mbak" kata Kenan.


Kenan yang tadinya memesan makanan dari Jepang, yaki gyoza. Kemudian ia mengganti dengan pad Thai. Makanan ini berasal dari Thailand.


Setelah mencatat semua pesanan mereka. Pelayan itupun pamit undur diri. Tapi sebelum itu dia memberikan makanan pembuka untuk mereka semua. Makanan itu hanya khusus diberikan pada pelanggan VVIP.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2