Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Mencari kerja


__ADS_3

Alexa dan Adele akan ikut Alisha ke tempat kerjanya. Hari ini Alisha akan menanyakan apakah ada lowongan kerja untuk kedua sahabatnya.


Ya Adele juga ingin kerja. Karena dia juga ingin mencari uang sendiri.


" Lo yakin mau kerja di supermarket?" tanya Alisha.


" Kerja dimana aja, yang penting halal"


" Ok, yuk kita berangkat" kata Adele.


" Yuk"


Tiga cewek cantik itu berangkat ke tempat kerja Alisha. Karena Adele tidak bawa mobil, dan Alexa cuma bawa motor. Jadi mereka memutuskan untuk tidak naik taksi.


Alexa memesan taksi dari aplikasi yang ada di ponselnya. Setelah itu mereka menunggu di depan rumah. Jadi pas taksi datang, mereka tinggal masuk.


Setelah menunggu lima menit, taksi yang di pesat Alexa pun datang. Tanpa menunggu lama ke tiga gadis cantik itu masuk kedalam mobil.


" Kemana Neng?" tanya sang sopir.


" Jalan mangga dua ya Pak"


" Siap"


Taksi pun melaju meninggalkan rumah Alisha. Sepanjang perjalanan, Alexa memikirkan kerjaan apa yang akan ia dapatkan, mengingat dirinya tidak memiliki pengalaman dalam bekerja.


Taksi berhenti di depan salah satu supermarket terbesar di kota itu. Tiga cewek cantik pun turun dari taksi.


Alexa membayar ongkos taksinya. Setelah itu mereka masuk kedalam supermarket.


" Sha, Lo sudah datang?"


" Iya, baru saja"


" Mereka berdua siapa?"


" Kenalkan Alexa dan Adele. Mereka berdua sahabat gue"


" Hai, gue Dewi"


" Gue Alexa"


" Dan Gue Adele"


Apa manajer ada?" tanya Alisha.


" Ada di dalam"


" Gue ke sana dulu ya"


" Ok"


Alisha membawa Alexa dan Adele ke ruang manajer.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk!"


Ketiga cewek cantik itu masuk kedalam.


" Siang Buk"


" Siang, silakan duduk"


Alexa dan Adele kaget melihat siapa yang duduk di kursi manager itu. Untuk memastikan kalau mereka tidak salah orang? Alexa dan Adele membaca papan nama yang tertulis di sana.


Kak Jihan.


Jihan tersenyum melihat ekspresi Alexa dan juga Adele. Ya wanita cantik itu memilih untuk menjadi manajer supermarket milik keluarganya. Karena kalau kerja di perusahaan, otomatis ia pasti akan bertemu dengan Nando.


" Ada apa Alisha?"


" Begini Buk, apa disini masih membutuhkan karyawan?"


" Karyawan?"


" Iya Buk. Kalau ada, kedua sahabat saya ingin melamar kerja disini"

__ADS_1


Jihan menatap Alexa dan Adele. Ia tidak tau kenapa kedua gadis cantik itu ingin bekerja di supermarket miliknya.


" Kamu yakin kedua gadis ini bisa bekerja?"


" Yakin Buk"


" Tapi saya melihat, mereka berdua seperti gadis manja"


Alexa dan Adele kaget mendengar ucapan Jihan. Bagaimana bisa wanita cantik yang sudah mereka anggap kakak itu mengatakan kalau mereka berdua gadis manja.


" Kami tidak manja " kata Alexa.


" Buktinya apa, kalau kalian berdua tidak manja?"


" Buktinya kami berdiri di depan anda untuk melamar kerja. Dan itu membuktikan kalau kami berdua bukan gadis manja"


" Tapi sayangnya saya tidak menerima kalian berdua untuk bekerja di supermarket ini"


" Kalau pun ada, kami juga tidak ingin bekerja di supermarket ini" kata Alexa sambil pergi dari sana. Diikuti sama Adele.


Brak.


Jihan kaget setengah mati karena Alexa membanting pintu ruangannya. Ia tau gadis itu pasti marah padanya. Tapi dia sudah melakukan hal yang benar. Karena menurutnya Alexa dan Adele memang gadis manja.


Alisha tidak mengerti apa yang terjadi antara manajernya dengan kedua sahabatnya. Karena biasanya manajernya tidak seperti itu. Alisha menyusul ke dua sahabatnya.


" Alexa, Adele. Tunggu!"


Alexa dan Adele menghentikan langkah mereka.


" Maaf Sha, kita udah buat masalah untuk Lo " ucap Alexa.


" Kalian berdua nggak buat masalah kok. Gue juga bingung kenapa manajer Jihan bicara seperti itu pada kalian berdua"


" Gue juga nggak tau. Tapi yang jelas, kami berdua nggak mau kerja di supermarket ini"


" Ya udah. Gue ajak kalian ke tempat kerja gue yang kedua"


" Emang tempat kerja Lo ada berbagai?" tanya Adele.


" Ada dua. Di sana gue kerjanya setiap weekend"


" Iya, tapi gue udah izin kok tadi"


" Yang bener? kita nggak mau Lo dipecat gara-gara lo mau bantu kita"


" Nggak akan. Yuk berangkat"


Karena di tempat yang pertama Alexa dan Adele gagal mendapatkan pekerjaan. Mereka pun pergi ke salah satu restoran yang ada di jalan mangga dua.


Restoran itu tidak jauh dari supermarket tempat Alisha bekerja. Karena jaraknya dekat, ketiga gadis cantik itu memutuskan untuk berjalan kaki.


Hanya butuh waktu lima menit, mereka sudah sampai di restoran tempat Alisha bekerja saat weekend.


" Lo yakin di restoran ini ada lowongan kerja?" tanya Adele.


" Gue juga nggak tau. Tapi kita coba aja dulu"


Mereka bertiga masuk ke dalam restoran itu. Alisha membawa kedua sahabatnya ke belakang. Tepatnya ke tempat bagian cuci piring.


" Kita ngapain ke tempat orang cuci piring?" tanya Adele.


" Udah ikut aja" kata Alexa.


Alisha mencari temannya yang bekerja sebagai tukang cuci piring. Ia tersenyum kala melihat cowok gemulai sedang membawa piring.


" Tasya" panggil Alisha.


Mendengar namanya dipanggil. Orang yang bernama Tasya itupun menoleh kearah suara.


" Alisha"


Alexa dan Adele kaget melihat cowok berlari kearah Alisha. Bukankah sahabatnya itu memanggil nama Tasya. Tapi yang datang kok malah cowok.


" Apa kabar?" tanya Tasya.


" Alhamdulillah baik. Oh iya, kenalkan sahabat gue, Alexa dan Adele"


" Salam kenal. Gue Tasya"


" Ah i-iya salam kenal. Gue Alexa" kata Alexa.

__ADS_1


" Gue Adele"


Alisha tersenyum melihat ekspresi kedua sahabatnya. " Nama asli Tasya itu Toni. Tapi karyawan disini memanggilnya Tasya"


" Jadi kami harus manggil dia Tasya atau Toni?" tanya Adele.


" Karena kalian berdua sahabatnya Alisha, kalian boleh memanggil gue Tasya "


" Ok kami akan memanggil Lo, Tasya"


" Lo tumben kesini?"


" Iya, gue ada perlu sama manajer. Apa dia ada?"


" Ada"


" Kalau gitu gue ke sana dulu ya?"


" Ok sip"


Alisha segera membawa kedua sahabatnya pergi dari sana. Karena Tasya juga mau bekerja, jadi mereka tidak boleh mengobrol lama-lama di sana. Apalagi di saat jam kerja.


Mereka bertiga sampai di depan pintu manager. Alisha pun mengetuk pintu ruangan itu.


Tok.


Tok.


Tok.


Adele berharap manajer di restoran ini masih muda dan juga ganteng. Seperti di Drakor yang pernah ia tonton.


" Masuk!"


Setelah dipersilakan masuk. Alisha dan kedua sahabatnya masuk kedalam ruangan itu. Harapan Adele tidak sesuai dengan kenyataan. Karena manajer di restoran itu seorang lelaki paruh baya.


" Selamat siang Pak"


" Siang, silakan duduk"


Alisha dan kedua sahabatnya duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


" Ada apa Alisha? bukankah ini bukan hari kerja kamu? "


" Iya Pak. Saya datang kesini untuk menanyakan, apakah masih ada lowongan pekerjaan"


" Lowongan untuk siapa?"


" Untuk kedua sahabat saya Pak"


Lelaki paruh baya itu menatap Alexa dan Adele. Ia melihat kedua gadis yang di bawa Alisha cantik dan menarik bisa untuk di letakkan di bagian melayani tamu sama seperti Alisha . Dan kebetulan kuota untuk Waitress juga kurang.


" Apa kalian berdua benar ingin bekerja disini?"


" Iya Pak"


" Kebetulan saya juga sedang mencari dua orang Waitress. Apa kalian bersedia menjadi Waitress?"


" Bersedia Pak"


" Kalian berdua diterima kerja disini"


" Terima kasih Pak"


" Apa kalian masih sekolah?"


" Masih Pak"


" Karena kalian berdua masih sekolah, maka kalian masuk kerjanya weekend"


" Sama dengan Alisha Pak?" tanya Alexa.


" Ya. Sabtu besok kalian sudah boleh masuk bekerja"


" Baik Pak" jawab Alexa dan Adele.


Setelah diterima bekerja, mereka bertiga pun pamit undur diri. Karena manajer itu juga mau pergi meeting dengan kliennya.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2