Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kebersamaan


__ADS_3

Alexa berasa seperti artis yang kedatangannya selalu ditunggu para penggemarnya. Dan penggemarnya itu adalah saudara dan juga para sahabatnya.


" Udah lama ya nunggunya?" tanya Alexa setelah turun dari mobil.


" Nggak kok, baru satu jam" jawab Axel.


" Baru satu jam, belum juga dua jam"


" Lo ke mall kok nggak ngajak-ngajak kita sih?!" kata Adele.


" Gue juga nggak tau bakal dibawa ke mall sama gunung es itu"


Adele dan Alisha menoleh kearah cowok tampan yang baru keluar dari mobil. Cowok yang sudah beberapa kali menculik sahabat mereka.


" Om" panggil Adele.


" Hhhmm"


" Besok-besok kalau mau menculik, jangan cuma Eca aja dong? kita kan juga mau?"


" Apa-apaan sih kamu, yank!" kata Farel.


" Becanda sayang"


Kenan tidak menyangka akan berada di antara anak muda. Tapi ia senang berada ditengah-tengah mereka.


" Kayaknya Om habis memborong nih?" tanya Adele.


" Bukan saya, ini belanjaannya Alexa"


" Beneran ini belanjaan Lo, Cha?"


" Hhmmm"


" Banyak amat. Buat kita-kita ada nggak?"


" Ada, semuanya kebagian"


" Eca memang yang terbaik"


" Tentu saja. Yuk masuk"


Beni meminta beberapa pelayan untuk membawakan semua belanjaan Alexa ke kamarnya. Karena ia dan tuannya akan pergi ke kamar mereka.


Mereka pun masuk kedalam lift. Karena lift cuma muat delapan orang. Akhirnya para pelayan tadi menunggu lift berikutnya. Lift pun membawa Kenan dan yang lainnya ke lantai 5.


Ting.


Pintu lift terbuka. Mereka semua pun keluar dari lift. Mereka berjalan menuju kamar masing-masing.


" Makasih Om " ucap Alexa sebelum masuk kedalam kamarnya.


" Sama-sama, jangan lupa save nomor saya"


" Ok Om"


" Ya udah, saya masuk dulu"


" Hhmmm"


Kenan masuk ke dalam kamarnya. Ia ingin segera membersihkan dirinya. Tubuhnya sudah lengket karena keringat. Karena seharian tadi menemani gadis cantik itu berbelanja.


" Wah banyak banget nih coklatnya" kata Adele.


" Iya, itu semua untuk kamu. Dan ini untuk calon adek ipar gue" kata Alexa pada Alisha.


" Adik ipar?" tanya Adele.


" Iya, Alisha kan pacarnya Axel. So dia jadi adik ipar gue, kan?"


" Lo bener juga. Tapi semua coklat ini beneran untuk kita nih?"


" Iya Adele. Bukan cuma itu, gue juga beliin baju untuk kalian"


" Cuma cewek-cewek aja nih yang dapat? gue sama Axel g dapat?"


" Tenang, gue juga beliin untuk kalian berdua"


Alexa memberikan dua paper bag yang sudah ia beri nama saudaranya dan juga nama Farel. Ia sengaja ngasih nama agar baju mereka tidak tertukar.


" Wow..! ini kan coklat dari Inggris?" kata Adele.

__ADS_1


" Iya, semua coklat yang gue beli itu berasal dari beberapa negara"


" Pasti mahal coklatnya?" kata Alisha.


" Jelas mahal dong. Satu batang ini aja mungkin ada jutaan harganya" kata Adele.


" Semahal itu?"


" Hhmmm"


" Udah, Lo nggak usah mikirin berapa harga coklatnya. Lagian yang bayar semua belanjaan ini bukan gue"


" Wah royal banget tuh om-om"


" Kalau kalian berdua beliin apa untuk gue?" tanya Alexa pada kedua sahabatnya.


" Kita beliin Lo kain khas kota B" kata Alisha.


" Benarkah?"


" Hhmmm"


" Lo tau nggak? gue sama Alisha hampir kalap belanjanya"


" Kok bisa?"


" Kain di sana bagus-bagus semua"


" Iya, dan yang bayar semua belanjaannya gue sama Axel" kata Farel.


" Oh jadi kamu nggak ikhlas beliin aku?" tanya Adele.


" Ikhlas, Yank"


" Kalau ikhlas nggak usah di bilang kalau kamu yang bayarin semuanya"


" Iya yank"


Alisha melirik kekasihnya.


" Aku ikhlas kok yank" kata Axel saat menyadari ia di lirik sang kekasih.


" Terus kenapa kamu lirik aku kek gitu?"


" Emang nggak boleh aku lirik pacar sendiri"


" Boleh-boleh aja sih"


" Makasih ya sayang udah bayar semua belanjaan aku"


Wajah Axel bersemu merah. " Sama-sama sayang"


Mata Adele tertuju pada kalung yang ada di leher Alexa. Kalung berlian yang sangat cantik. Dan harganya pasti sangat mahal. Dan setau dirinya sahabatnya itu tidak suka pake kalung.


" Eca, kalungnya cantik banget?" kata Adele.


" Biasa aja Del"


" Pasti dibeliin sama Om gunung es, ya?"


" Hhmmm"


" Kamu punya hubungan apa sama om-om itu? sampe dibeliin sebegitu banyaknya barang-barang?" tanya Axel.


" Nggak ada hubungan apa-apa"


" Apa kamu tau dia berasal dari keluarga mana? apa kamu lupa apa pesan mommy sama Daddy. Kita itu tidak boleh lengah"


" Aku nggak akan lupa pesan mommy sama Daddy. Dan lagi aku kenal sama keluarga Om itu. Apa kamu ingat kita pernah mengantarkan anak kecil ke rumah keluarga Richard?"


" Ya aku ingat, lalu apa hubungannya?"


" Om itu dari keluarga Richard juga"


" Benarkah?"


" Hhmmm"


" Belum tua udah pikun Lo " kata Farel pada Axel.


" Bukan gitu, gue hanya ingat orang-orang terdekat gue"

__ADS_1


" Kalian berdua itu harus belajar sama Om gunung es bagaimana cara memanjakan cewek" kata Adele.


" Kenapa kita harus belajar sama dia?" tanya Farel.


" Karena kalian kamu itu belum bisa manjain aku"


" Bukannya tiap hari aku manjain kamu, yank?"


" Iya, tapi aku juga mau dimanja dengan cara yang lain"


" Maksudnya?"


" Udah lupakan, kamu nggak akan mengerti"


" Maksud Adele itu, Lo sekali-kali harus ajak dia belanja ke mall" kata Alexa.


" Benar yank apa yang dikatakan Alexa?" tanya Farel.


" Iya, gitu aja kamu nggak ngerti"


" Maaf sayang. Kapan-kapan aku akan ajak kamu belanja ke mall"


" Beneran ya?"


" Iya sayang"


" Gue sudah bagikan baju dan juga barang-barang kalian. Sekarang kalian berdua, silakan pergi dari kamar kita" kata Alexa.


" Kamu ngusir kita?" tanya Axel.


" Iya. Gue nggak mau jadi obat nyamuk karena berada diantara para bucin"


" Kenapa kamu nggak pacaran aja sama Om yang tadi"


" Cepat keluar dari kamar ini. Kalau nggak, gue lempar kalian berdua keluar"


" Jangan! kita berdua bisa keluar sendiri. Yuk Rel" ajak Axel.


" Ok bro. Sayang aku balik ke kamar dulu ya"


" Ok sayang" jawab Adele.


Kedua lelaki tampan itu pun keluar dari kamar cewek-cewek cantik itu. Karena kalau mereka berdua masih di sana, bisa-bisa di amuk sama Alexa.


" Eca" panggil Alisha.


" Hhmmm"


" Makasih ya udah beliin kita semua ini"


" Sama-sama Sha. Lagian kalian berdua itu sahabat rasa saudara, jadi nggak perlu berterima kasih"


" Kalau elo jadian sama Om gunung es. Terus kak Kevin gimana?"


" Gue nggak ada hubungan apa-apa sama kak Kevin. Dan lagi, gue nggak merasakan getaran seperti yang kalian rasakan sama pasangan kalian"


" Serius, Lo nggak ngerasain getaran apapun?" tanya Adele.


" Iya, bahkan saat melihat dia berpelukan sama kak Citra, gue nggak merasakan cemburu atau apalah"


" Apa! kak Kevin sama kak Citra pelukan? kapan?" tanya Adele dan juga Alisha.


" Sewaktu kita ke pantai kemarin itu. Gue kan pamit sama kalian mau ngambil tas gue yang ketinggalan. Pas itu gue liat mereka berpelukan"


" Apa kak Kevin sama kak Citra udah jadian?" tanya Alisha.


" Belum, tapi nggak tau juga sih"


" Biarkan saja. Lagian kan masih ada Om gunung es yang menunggu Lo " kata Adele.


" Udah, gue mau packing barang-barang gue dulu. Besok kan kita mau balik"


" Gue juga lha" kata Alisha.


Ketiga cewek cantik itu pun memutuskan untuk mem-packing barang-barang mereka ke dalam koper. Karena besok mereka akan kembali ke kota J.


To be continue.


Happy reading 😚😚


...***...

__ADS_1


__ADS_2