Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Perasaan Citra


__ADS_3

Kenan lagi-lagi kesal karena kamar yang akan dia tempati kamar kelas ekonomis juga. Ia tidak menyangka anak dari penguasa nomor satu dia Asia dan Eropa mau menginap di hotel dengan kapasitas sedang.


" Ben"


" Iya tuan"


" Apa tuan Darren itu sedang dalam masalah krisis uang?"


" Tidak tuan, justru perusahaannya sedang melesat pesat sekarang ini. Emang kenapa tuan?"


" Kenapa kedua anaknya memilih menginap di hotel yang seperti ini"


" Karena kedua anak mereka itu tidak suka memamerkan kekayaan milik orang tua mereka tuan"


" Benarkah?"


" Iya tuan. Bahkan mereka tidak suka memakai barang-barang mewah. Terutama putri tuan Darren"


Kenan bingung, kenapa gadis tipis itu tidak suka barang-barang mewah. Bukankah cewek paling suka di kasih barang-barang yang mewah. Contohnya saja mantannya dulu. Sangat suka mengoleksi barang-barang mewah.


" Bukannya semua cewek suka barang mewah?"


" Iya tuan. Tapi putri tuan Darren ini berbeda, dia sangat sederhana. Dan lagi sangat baik hati"


" Kok kamu tau semua tentang dia? apa kamu juga suka sama dia?"


" Nggak tuan. Saya mencari tau semua tentang putri tuan Darren itu setelah saya tau tuan suka sama gadis kecil itu"


Kenan kaget mendengar ucapan asistennya itu. " Siapa bilang saya suka sama gadis kecil itu?"


" Semua itu terlihat jelas tuan"


" Jelas gimana?"


" Dari tingkah laku tuan"


" Sok tau kamu"


Masih saja bohong. Padahal udah tampak jelas dari sikapnya. Dan lagi, di jidatnya itu juga sudah tertulis nyata.


Beni menyimpan koper milik tuannya di lemari yang ada di sana. Setelah itu ia beristirahat, karena tubuhnya sudah mulai lelah.


" Siapa yang suruh kamu tidur di sana?"


" Nggak ada tuan"


" Terus kenapa kamu tidur di sana?"


" Ya kan bed nya ada dua. Itu berarti untuk saya dong satu"


" Enak aja, kamu cari kamar lain ja"


" Tapi ini bed nya ada dua , tuan?"


" Walaupun bed nya ada dua, saya tetap tidak mau sekamar sama kamu"


" Kejam banget sih tuan"


" Kamu baru tau kalau saya kejam. Udah cepat keluar, sana!"


" Ck, dasar bos kejam"


Kenan pura-pura tidak mendengar ucapan asistennya. Ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Karena pikirannya cukup letih hari ini.


...***...


Intan dan Citra sudah sampai di kamar mereka. Kamar yang ditempati dua cewek cantik itu sama dengan Alexa. Bedanya di kamar itu cuma ada dua bed.


" Cit"


" Hhmmm"


" Lo kenapa?"


" Maksud Lo?"

__ADS_1


" Maksud gue, Lo ada masalah apa?"


" Gue nggak lagi ada masalah. Kenapa Lo nanya gue kek gitu?"


" Nggak! gue cuma merasa agak aneh aja dengan sikap Lo hari ini"


" Aneh gimana?"


" Biasanya Lo itu suka ngalah"


Citra berpikir apa maksud ucapan sahabatnya itu. Dan ia pun teringat akan soal kejadian di bandara tadi.


" Lo mau bilang masalah kursi tadi?"


" Hhmmm"


" Gue cuma pengen duduk sama Kevin aja. Dan lagi Alexa juga nggak keberatan dengan itu"


" Iya, tapi menurut gue aneh aja. Karena biasanya Lo akan memberikan kesempatan untuk mereka berdua supaya bisa lebih dekat"


" Gue udah capek Ntan, ngalah terus sama orang"


" Maksud Lo?"


" Gue pengen ngikutin kata hati gue"


" Jangan bilang kalau Lo suka sama Kevin?"


" Ya Lo bener. Gue suka sama Kevin"


Intan kaget mendengar jawaban sahabatnya itu. " Bagaimana bisa?"


" Tentu saja bisa. Lagi pula kami berdua kenal dan tumbuh bersama-sama"


" Tapi Lo kan tau kalau Kevin sukanya sama Alexa"


" Ya gue tau. Tapi setidaknya nggak ada salahnya juga kan gue berjuang untuk mendapatkan cintanya dia"


" Gue takut Lo sakit "


" Karena cinta Lo bertepuk sebelah tangan"


" Kita juga nggak tau kan kalau Kevin beneran cinta sama Alexa. Dan lagi, Alexa nggak suka sama Kevin"


" Apa buktinya kalau Alexa nggak suka sama Kevin?"


" Buktinya dia belum juga menerima cinta Kevin sampai sekarang. Dan lagi, ortu Alexa pasti benci banget sama mamanya Kevin. Karena mama Kevin sudah menghina putri mereka"


" Bukannya ortu Lo juga kek gitu, ya?"


" Maksud Lo apa, Ntan?"


" Kita sama-sama ada di pesta waktu itu. Jadi kita sama-sama tau bagaimana kronologi kejadiannya"


" Ya terus maksud Lo apa ngomong kek gitu?"


" Seharusnya gue yang nanya kek gitu. Dan lagi, yang menghina itu bukan Kevin tapi ortunya"


" Justru karena ortunya lha dia akan sulit untuk bersama dengan Alexa"


" Walaupun begitu, tidak ada salahnya mereka mencoba untuk menghilangkan perselisihan antara ortu mereka. Dan gue rasa ortu Alexa orang yang baik dan juga pemaaf"


" Mereka mungkin memaafkan kesalahan itu. Tapi kalau untuk menerima Kevin jadi menantu mereka, rasanya tidak mungkin"


" Kenapa nggak mungkin?"


" Karena ortu Kevin nggak akan berubah"


" Darimana Lo tau kalau ortu Kevin nggak akan berubah?"


" Dari Kevin"


" Kevin?"


" Yeah. Sekarang ortunya memaksa dia untuk selalu dekat dengan Alexa"

__ADS_1


" Jadi maksud Lo, Kevin mendekati Alexa sekarang semi menaikan nama keluarganya?"


" Hhmmm"


" Ngaco Lo"


" Gue serius "


" Bukannya Kevin beneran cinta sama Alexa?"


" Iya, tapi sekaligus dia ingin menaikkan nama keluarganya"


" Gue nggak percaya. Kevin bukan orang yang seperti itu"


" Terserah Lo mau percaya atau nggak. Tapi gue nggak akan mengalah lagi"


" Lo mau bersaing sama Alexa"


" Ya begitulah"


" Gila Lo, Cit!"


" Ya gue emang udah gila"


Intan tidak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya itu. Dan ia baru tau kalau sahabatnya mencintai Kevin.


" Sejak kapan?" tanya Intan.


" Apa?"


" Lo suka sama Kevin"


" Semenjak kita duduk di bangku SMP"


Lagi-lagi Intan kaget dengan ucapan sahabatnya. " Kalau emang Lo suka dari SMP sama Kevin. Lalu kenapa lo menolak perjodohan kemarin?"


" Karena Kevin yang menolak perjodohan itu lebih dulu. Dan dia bilang sama gue, kalau gue harus menolak perjodohan itu"


" Gue bingung. Bukannya Lo bilang waktu itu kalau Lo juga nggak mau di jodohkan sama Kevin. Tapi sekarang Lo bilang Kevin yang nyuruh. Gimana sih?"


" Karena kenyataannya emang seperti itu. Dua hari sebelum pertunangan kami, dia bilang seperti itu sama gue"


" Apa Kevin tau kalau Lo suka sama dia?"


" Nggak! gue belum siap untuk mengatakan perasaan gue sama dia"


" Kenapa?"


" Karena gue takut ditolak"


Intan tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.


" Kenapa Lo ketawa?"


" Lucu"


" Lucu gimana?"


" Ya lucu, Lo tau kalau Kevin mencintai gadis lain. Dan sekarang Lo bilang takut di tolak"


" Itu kan dulu, sekarang gue udah nggak takut lagi"


" Jadi Lo mau jujur sama Kevin tentang perasaan Lo sama dia"


" Hhmmm"


" Lo yakin?"


" Tentu saja"


" Ya udah kalau emang Lo yakin dengan itu. Tapi saran gue sebagai sahabat Lo, jangan lakukan itu. Karena Lo akan sakit sendiri dengan penolakannya"


Intan hanya bisa memberikan saran dan kalau pun sahabatnya itu mau menerima ya syukur. Kalau tidak juga nggak apa-apa. Yang penting sebagai sahabat, dia sudah mengingatkan.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2