Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Tikus masuk perangkap


__ADS_3

Darto bingung kenapa ia dan kekasihnya di panggil CEO. Padahal CEO tidak pernah melihat dirinya membawa sang kekasih. Apakah ada yang memberi tau CEO?. Itulah yang ada di pikiran Darto.


" Kamu yakin CEO manggil saya dan asisten saya?"


" Iya Pak. Bapak sudah di tunggu di ruangan CEO"


" Baiklah"


Darto memang mengatakan pada karyawan kantor kalau yang bersama dengannya asistennya. Karena semua orang tau kalau ia sudah punya istri.


Karyawan resepsionis pun memberitahu Romy, kalau Darto sudah masuk lift. Dua orang itu tidak tau kejutan apa yang akan diberikan Darren untuk mereka.


" Karyawan disini bilang CEO perusahaan ini tampan ya, mas?"


" Kenapa?. Kamu mau merayu CEO?, jangan macem-macem kamu Tina"


" Ng.. nggak kok mas. Bagi aku tetap kamu yang paling tampan"


" Awas aja kamu kalau ketahuan ada main di belakang aku"


" Iya Mas"


Ting.


Pintu lift pun terbuka, Darto dan kekasihnya pun keluar dari benda berbentuk persegi itu. Mereka berdua langsung menuju ruang CEO.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


" Permisi Pak"


" Kamu sudah datang, silakan duduk"


Kekasih gelap Darto terpesona dengan ketampanan Darren. Ia pikir pemimpin di perusahaan itu bertubuh pendek dan perutnya juga buncit. Tapi dugaannya itu salah, lelaki yang ada di hadapannya saat ini sangatlah tampan.


Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.


Darto mengajak sang kekasih untuk duduk di sofa yang ada di sana.


" Kamu tau kenapa saya panggil ke sini?"


" Tidak Pak"


Brak.


Darren melemparkan dokumen yang diberikan oleh Axel kemarin ke depan Darto. Ia tidak perlu banyak bicara, cukup dengan memperlihatkan bukti dokumen palsu yang dibuat Darto.


Darto kaget melihat dokumen asli dan juga palsu yang ia buat ada di tangan CEO. Bukankah dokumen itu ada di dalam brankasnya.


" A..apa ini Pak?"


" Seharusnya saya yang bertanya itu apa?"


" Sa..saya tidak tau Pak"


" Kamu yakin nggak tau apa-apa soal itu?"


" Ng..nggak Pak"

__ADS_1


" Baiklah kalau kamu nggak mau jujur. Biar bukti yang bicara. Tapi sebelum buktinya saya tunjukkan, saya punya sesuatu yang spesial untuk kamu. Silakan masuk"


Seorang wanita umur lima puluhan masuk kedalam ruangan Darren. Kedatangan wanita itu sontak membuat Darto kaget.


" Ma..mama!"


" Kenapa papa kaget gitu melihat mama"


" Ng..nggak apa-apa"


Darren dan Romy tersenyum melihat wajah Darto yang pucat seperti tissue. Rencana pertama mereka berhasil. Sekarang tinggal rencana ke dua.


" Silakan duduk nyonya"


" Makasih tuan"


Istri Darto duduk di samping suaminya. Wanita selingkuhan Darto pun terpaksa bergeser sedikit ke samping.


" Karena nyonya sudah datang, saya akan kasih lihat sesuatu sama nyonya. Rom tolong di putar rekamannya"


" Siap Ren"


Romy dengan senang hati melakukan apa yang diperintahkan Darren. Karena bagian inilah yang paling ia tunggu-tunggu. Ia ingin melihat bagaimana reaksi istri Darto.


Sebuah layar proyektor menyala. Wajah Darto dan wanita yang ada di sebelah istrinya terlihat jelas di layar besar itu. Tapi bukan itu yang membuat semua orang di sana kaget. Tapi adegan yang sedang tayang dilayar besar itu.


Plak.


Satu tamparan keras mendarat di pipi Darto.


" Ma..mama"


" Apa maksudnya Pa?!"


Darren tersenyum sinis mendengar ucapan lelaki yang ada di hadapannya. Ia tidak menyangka memperkejakan orang seperti Darto di perusahaannya.


" Papa nggak usah bohong Pa!. Jelas-jelas itu papa!"


" Itu cuma wajahnya aja yang mirip sama papa. Tapi itu bukan papa"


" Nggak mungkin itu bukan papa!. Dari semua anggota tubuhnya sangat mirip dengan papa!. Bahkan tahi lalat yang ada di dekat pusar itu pun sama. Jadi papa jangan mengelak lagi"


Darto tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia tidak menyangka istrinya ingat sama tahi lalat yang ada di atas pusarnya. Tapi ia penasaran, darimana atasannya mendapatkan rekaman itu?. Bukankah semua CCTV di ruangannya mati?.


" Ini belum seberapa nyonya. Lihat lagi videonya, dengar dan lihat baik-baik. Apa yang direncanakan suami anda" kata Darren.


Romy mempercepat video yang tidak pantas untuk dilihat itu. Ada seorang lelaki yang masuk kedalam ruangan Darto. Dan yang membuat Romy dan Darren kaget, omongan Darto ke laki-laki itu.


Tubuh Darto langsung lemes ke lantai. Semua rencananya hancur. Entah siapa yang sudah merekam semua itu. Sekarang bosnya pasti tidak akan memaafkannya.


" Kau bisa menjelaskannya Darto?!"


" I..ini pasti ada kesalahpahaman Pak. Saya tidak pernah merencanakan semua itu"


" Nggak merencanakan gimana?. Jelas-jelas yang ada di video itu kamu!"


" Bapak kan tau sekarang zaman udah canggih. Bisa aja itu wajah saya yang di ambil, kemudian di tempel di tubuh orang"


Darren tertawa mendengar ucapan Darto. Tapi tawanya itu sangat menyeramkan bagi Darto dan yang lain.


" Kau pikir saya bodoh!. Jelas-jelas itu video asli, bukan editan!. Kamu menyuap petugas CCTV, kan?!"


Wajah Darto pun pucat seperti ikan rebus. Kenapa petugas CCTV itu sampai mengaku kalau di suap olehnya. Kalau mereka tidak mengaku kan dia bisa aman.

__ADS_1


Dasar manusia bodoh!. Padahal sudah dikasih uang banyak. Tapi nggak bisa tutup mulut.


" Saya bisa jelaskan Pak. Semua itu bukan rencana saya"


" Kalau bukan rencana kamu, terus rencana siapa?"


" Itu rencana wakil ketua direksi Pak"


" Ketua direksi?"


" I..iya Pak"


Darto tidak bisa dapat hukuman sendiri, enak saja dia yang menanggung semuanya sendiri. Sedangkan para petinggi itu enak-enak menikmati hasilnya.


" Kau yakin dengan ucapan mu Darto?"


" Yakin Pak. Mereka lha yang menyuruh saya untuk menggelapkan uang perusahaan"


Darren tersenyum sinis. Akhirnya Darto mengakui kalau dia sudah menggelapkan uang perusahaan. Walaupun ada orang lagi dibalik layar yang memerintahkannya melakukan semua itu.


" Berarti kamu memang menggelapkan uang perusahaan?"


Darto merutuki kebodohannya. Kenapa dia bisa keceplosan bicara kalau dia yang menggelapkan uang perusahaan.


" Saya melakukan itu karena di ancam sama mereka Pak"


" Terlepas dari apapun itu kamu tetap salah karena sudah menggelapkan uang perusahaan. Dan lagi, kalau kamu merasa terancam, kamu bisa melapor sama saya"


Darren tidak menyangka kalau petinggi perusahaan juga ikut andil dalam menggelapkan uang perusahaannya. Walaupun belum berdampak pada perusahaan, tapi kalau terlalu lama dibiarkan, bisa-bisa perusahaannya bangkrut.


" Rom, panggil para petinggi yang ikut menggelapkan uang perusahaan"


" Siap Ren"


Romy menelpon beberapa petinggi perusahaan yang sudah di sebutkan namanya oleh Darto tadi.


" Kurang baik apa saya sama kamu dan juga keluarga kamu?!"


" Ma.. maafkan saya Pak"


" Saya bisa saja memaafkan kamu. Tapi kamu juga tau bagaimana mana saya, kan?. Saya tidak akan membiarkan orang-orang menghancurkan perusahaan yang susah payah di bangun orang tua saya"


" Ma, bantu papa"


" Maaf saya nggak bisa. Hari ini aku minta cerai. Aku nggak mau punya suami pencuri dan juga peselingkuh"


" Mama nggak bisa minta cerai gitu aja dong sama papa. Pikirkan anak-anak "


" Saat kamu melakukan hubungan dengan wanita murah*n ini, apa kamu memikirkan aku dan juga anak-anak?!"


Darto tidak bisa menjawab pertanyaan sang istri. Ia tidak menyangka kalau pernikahannya dengan sang istri akan berakhir.


" Saya serahkan semua ini pada anda tuan Darren. Proses saja sesuai dengan perbuatannya. Saya permisi dulu"


" Baik nyonya, saya akan memberikan keadilan untuk anda"


" Terima kasih tuan, saya permisi dulu"


Istri Darto pun pergi dari ruangan itu. Dia tidak ingin berlama-lama dengan lelaki yang sudah menyakiti hatinya dan juga anak-anaknya.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2