Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Pergerakan Natalie


__ADS_3

Kenan bersiap untuk pulang ke mansion kakaknya. Ia memasukkan semua dokumen penting kedalam brangkas.


" Tuan!"


" Astagfirullah, Beni!. Bikin kaget aja kamu!"


" Maaf tuan"


" Mau masuk itu ketuk pintu dulu. Jangan main terobos aja!"


" Iya tuan. Tadi saya nggak sempat tuan"


" Emang ada apa?, hingga kamu terburu-buru kek gitu?"


" Nona Natalie tuan"


" Kenapa dengan dia?"


" Wanita itu sudah bergerak tuan. Coba tuan dengar percakapan wanita itu"


Beni memutar rekaman suara yang baru dikirim sama anak buahnya. Kenan memasang kupingnya dengan baik. Ia tidak boleh melewatkan satu pun dari obrolan wanita itu.


" Perketat pengamanan di sekitar cafe"


" Baik tuan"


Walaupun Kenan tau kekasihnya bisa mengatasi masalah. Tapi tetap saja dia tidak bisa membiarkan para penjahat itu menyentuh kekasihnya.


" Apa nggak sebaiknya kita kasih tau nona Alexa, tuan?"


" Nggak perlu. Nanti dia marah karena kita mengganggu kesenangannya"


" Tuan benar"


" Kita cukup pantau saja. Dan biarkan dia bersenang-senang dengan para penjahat itu"


" Baik tuan. Lalu bagaimana dengan ayahnya?"


" Besok kita urus lelaki tua itu"


" Siap tuan. Ayah dan anak itu tidak tau berhadapan dengan siapa?"


Beni heran dengan tuan Antonio. Apa mereka tidak mencari tau siapa lawan mereka. Dan lagi tuannya juga seorang ketua mafia yang sangat terkenal.


Tapi sekarang sudah terlambat untuk mencari tau. Tuannya sudah mulai bertindak. Jadi tidak ada kesempatan lagi untuk mereka berdua. Apalagi sekarang putrinya mengincar anak singa yang lagi tidur. Tamat sudah nasib mereka berdua.


" Tuan mau kemana?"


" Mau pulang"


" Apa kita nggak melihat nona Alexa?"


" Jangan ganggu dia. Biarkan dia bersenang-senang dengan beberapa ekor lalat itu. Kalau kita ganggu, kelinci kecil itu pasti marah"


" Baik tuan"


Ya Alexa memang berpesan untuk tidak boleh membantunya. Karena dia sendiri yang akan memberikan pelajaran pada Tante girang itu. Jadi kalau sempat Kenan membantunya, maka Alexa akan marah.


Kenan berharap kekasihnya tidak terluka sedikitpun. Ia akan meminta anak buahnya untuk berjaga-jaga. Seandainya keadaan kekasihnya terdesak, maka anak buahnya akan membantu.


...***...


Sampai sore pengunjung cafe masih saja rame. Jadi kemungkinan cafe akan tutup agak lambat dari hati biasanya.


" Cha"


" Hhmmm"


" Mau dibantuin, nggak?" tanya Adele.


" Makasih Del. Ini tinggal dikit lagi kok. Gimana toko kuenya hari ini?, rame nggak?"


" Alhamdulillah rame. Malahan gue sama Alisha harus turun tangan untuk bantu yang lain untuk membuat kuenya"


" Syukur alhamdulilah deh Del. Semoga omset kita naik terus, ya?"


" Aamiin. Mudah-mudahan deh. Oh iya, besok kita ada pesanan kue cukup banyak "


" Untuk acara ya?"


" Iya, untuk ibu-ibu pengajian. Kalau omsetnya terus meningkat, insya Allah bulan besok kita udah bisa lunasi semua hutang kita sama paman Varo"


" Semoga Del"


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk!"


Seorang karyawan wanita masuk kedalam ruangan Alexa.

__ADS_1


" Maaf nona, diluar ada pacarnya nona Adele"


" Oh iya makasih ya mbak. Bilang sama Farel nya tunggu sebentar"


" Baik nona"


Karyawan itu pun pamit undur diri. Dia akan menyampaikan pesan Adele pada Farel.


" Gue duluan ya Cha. Jemputan gue udah nungguin"


" Ok Del. Hati-hati dijalan"


" Makasih. Lo juga jangan pulangnya jangan terlalu sore"


" Sip"


" Jalan dulu, ya"


" Hhmmm"


Adele keluar dari ruangan sahabatnya. Di luar sang kekasih duduk manis menunggu kedatangannya.


" Sayang"


Adele tersenyum pada kekasihnya. " Udah lama nunggunya?"


" Belum sejam"


" Oh jadi nggak ikhlas nungguin nya?"


" Iklhas yank"


" Terus kenapa protes"


" Eca nggak ikut?"


" Dia masih ada kerjaan"


" Emang sayang nggak bantuin?"


" Dianya nggak mau"


" Ya udah kita jalan sekarang?"


" Hhhmm"


Farel menggandeng tangan sang kekasih. Mereka berdua berjalan keluar cafe sambil bergandengan tangan.


" Yank coba liat beberapa orang di sana. Mereka mencurigakan banget"


" Mana yank?"


" Itu di sudut sana"


Farel menoleh melihat kearah yang di maksud sang kekasih. Benar apa yang dikatakan kekasihnya. Diseberang sana ada beberapa lelaki bertubuh kekar. Mereka seperti sedang mengawasi sesuatu.


" Sepertinya mereka sedang mengawasi cafe?"


" Benarkah?"


" Hhmmm"


" Jangan-jangan mereka mau membuat rusuh?"


" Bisa jadi"


" Aku harus kasih tau Alexa nih"


" Jangan kasih tau Alexa" kata Farel sambil mengambil ponsel kekasihnya.


" Kembalikan ponsel aku, yank!"


" Aku kembalikan, tapi kamu janji nggak akan kasih tau Alexa"


" Kenapa aku nggak boleh kasih tau Eca?!"


" Karena menghadapi mereka tidak perlu Eca yang turun tangan. Cukup kita berdua"


Adele tersenyum mendengar ucapan kekasihnya. " Bilang dong dari tadi"


" Simpan ponselnya"


Adele memasukkan kembali ponselnya kedalam tasnya. " Yuk kita samperin orang-orang itu"


" Eits! tunggu dulu"


" Apa lagi sih yank!"


" Kita jalannya santai aja. Jadi mereka nggak curiga"


" Ok"


Farel menggandeng tangan kekasihnya. Mereka berjalan seperti biasa. Bahkan sepasang kekasih itu tak segan-segan memperlihatkan kemesraan mereka.

__ADS_1


" Kena kalian!"


Lima orang bertubuh kekar itu kaget karena Farel dan Adele. Mereka tidak tau kalau sepasang kekasih itu akan menangkap basah mereka.


" Kalian ngapain disini?!"


" Kami sedang santai aja nona"


" Ck..ck.., kalian pikir saya anak kecil. Saya tau kalau kalian sedang mengawasi cafe milik saya"


" Ng..nggak nona. Kami sedang bersantai aja"


" Udah yank hajar aja mereka" kata Farel.


" Siap sayang"


Adele sudah mengambil ancang-ancang untuk menyerang lima orang lelaki bertubuh kekar itu.


" Tunggu nona!"


" Apalagi?. Apa kalian akan meminta permintaan sebelum meninggal?"


" Bu..bukan nona"


" Terus apa?!"


" Kami ini anak buahnya tuan Kenan. Kami kesini diminta untuk menjaga nona Alexa"


" Benarkah?"


" Benar nona, kalau nona tidak percaya silakan telepon tuan Kenan"


" Baiklah, saya akan telepon Om Kenan. Kalau kalian berlima berbohong. Habis kalian!"


Adele mencari kontak Kenan di ponselnya. Ia berhenti di nama pacar Alexa. Ya Adele memberi nama kontak Kenan dengan pacar Alexa.


" Hallo, assalamualaikum Om"


" Wa'alaikum salam. Ini siapa?"


Adele kaget karena Kenan tidak mengenalinya. Ia berpikir apa gunung es itu tidak menyimpan nomornya.


" Aku Adele, Om. Sahabatnya Alexa"


" Oh, iya. Ada apa Adele?"


" Aku menangkap lima orang lelaki bertubuh kekar. Mereka bilang kalau mereka semua anak buah Om. Apa benar?"


" Iya, saya mengutus beberapa anak buah saya untuk menjaga Alexa"


" Berarti mereka benar anak buah Om?"


" Coba lihat lengan mereka, ada tato king lion nggak?. Kalau ada, berarti mereka benar anak buah saya"


Adele meminta kekasihnya untuk memeriksa tangan kelima lelaki bertubuh kekar itu. Farel segera memeriksa lengan kelima lelaki itu.


" Ada yank"


" Pacar aku bilang ada Om"


" Ya udah, berarti mereka anak buah saya"


" Apa Eca dalam bahaya Om?"


" Nggak kok!. Saya mau berjaga-jaga aja"


" Kirain Eca dalam bahaya. Ya udah, kalau gitu aku tutup dulu ya Om telponnya"


" Hhmmm"


Adele menyimpan kembali ponselnya.


" Mereka anak buahnya om Kenan, yank"


" Oh berarti mereka nggak boong, yank"


" Apa saya bilang, kalau kami ini anak buahnya tuan Kenan"


" Saya juga nggak bisa percaya begitu saja Om. Makanya saya harus buktikan sendiri"


" Sekarang kami sudah boleh pergi kan, nona?"


" Kok pergi, bukannya Om diminta untuk menjaga sahabat saya?"


" Iya, kita pindah lokasi"


" Ok Om"


Kelima lelaki bertubuh kekar itu pun pergi dari sana. Hampir saja mereka di hajar sama gadis kecil itu. Mereka tau kalau kemampuan sahabat dari kekasih tuannya juga tidak kalah hebatnya.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2