Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Triple date


__ADS_3

Malam hari.


Alexa sudah bersiap mau pergi ke mall. Malam ini ia memakai baju kaos berwarna navy dan celana jeans panjang. Rambutnya di kuncir kuda.


Setelah di rasa cukup, ia mengambil tas kecil yang sering ia bawa kalau mau pergi jalan-jalan. Tas itu di belikan sang Oma, saat Omanya pergi liburan ke Paris.


Alexa keluar dari kamarnya. Di luar ia berpapasan dengan saudara kembarnya. Ia melihat penampilan Axel sangat tampan. Walaupun setiap hari saudara kembarnya itu terlihat tampan. Tapi malam ini agak berbeda dari biasanya.


Suit..suit..


" Tampan banget, mau kemana?"


" Mau jalan, Eca juga cantik "


" Kalau aku kan selalu cantik"


Axel memutar bola matanya jengah. Ia menyesal sudah memuji saudara kembarnya itu. Tapi jujur saudara kembarnya itu memang cantik.


" Eca berangkat sama apa?"


" Sama motor"


" Bareng sama aku aja ya?"


" Nggak! ntar aku jadi obat nyamuk. Lagian rute kita nggak sama "


" Benar juga"


" Jaga sahabat aku baik-baik ya"


" Hhmm"


Alexa dan Axel pun turun kebawah. Mereka akan berpamitan pada kedua orang tuanya. Karena malam ini mereka akan pergi keluar.


" Mom, Dad" panggil Alexa saat mereka sudah tiba di ruang keluarga.


Kiran tersenyum melihat kedua anaknya yang terlihat cantik dan juga tampan.


" Udah mau pergi ya?"


" Iya Mom"


" Hati-hati di jalan. Ingat pulangnya jangan malam-malam"


" Siap Mom"


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya. Alexa dan Axel pun keluar dari mansion.


" Aku duluan ya?" kata Axel.


" Hhhmm"


Axel melajukan mobilnya meninggalkan mansion. Ia akan menjemput Alisha di rumahnya. Walaupun nggak langsung menjemput di depan rumahnya.


Setelah mobil Axel melaju. Alexa pun melajukan motornya meninggalkan mansion. Berbeda dengan Axel, Alexa langsung pergi ke mall, karena ia tidak akan menjemput siapapun.


Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit, Axel tiba di jalan menuju kontrakan Alisha. Ia menelpon gadis cantik itu. Tak butuh waktu lama, telpon pun tersambung.


" Hallo"


Terdengar suara lembut dari seberang sana.


" Aku udah nyampe di depan jalan kontrakan kamu nih"


" Tunggu, sebentar lagi aku ke sana"


" Aku tunggu"


Panggilan pun berakhir. Axel menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya. Ia bersandar di badan mobilnya.


Alisha bergegas keluar rumah. Ia tidak mau membuat lelaki tampan itu lama menunggunya.


" Nek, Alisha pergi dulu ya"


" Iya, jangan terlalu malam pulangnya"


" Baik Nek"


Setelah berpamitan, Alisha bergegas menuju gang tempat dimana Axel sedang menunggunya sekarang.


Alisha melihat lelaki tampan yang sedang bersandar di badan mobil dengan satu tangan masuk kedalam saku celana. Axel terlihat sangat tampan. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.

__ADS_1


Sama halnya dengan Alisha, Axel juga terpesona melihat kecantikan gadis yang sedang berjalan kearahnya. Walaupun tanpa make-up, gadis itu terlihat sangat cantik.


" Hai, maaf lama"


" Nggak apa-apa. Yuk masuk" kata Axel sambil membukakan pintu mobil.


" Terima kasih"


Alisha masuk kedalam mobil yang sudah dua hari ini ia tumpangi. Gadis cantik itu duduk di samping kursi kemudi.


Axel menutup kembali pintu mobilnya. Setelah itu barulah ia masuk kedalam mobil, kemudian duduk di kursi kemudi.


" Kamu sangat cantik malam ini?"


Deg.


Wajah Alisha merona kala mendengar pujian dari lelaki tampan itu. " Terima kasih"


" Sudah siap berangkat"


" Hhmm"


Axel melajukan mobilnya meninggalkan gang kecil itu. Malam ini ia akan membawa gadis cantik itu untuk nonton berdua, tanpa ada gangguan dari saudara kembarnya.


...***...


Adele menatap langit-langit kamarnya. Malam ini kedua sahabatnya pergi jalan keluar. Sedangkan dirinya hanya berdiam diri di rumah. Harapannya Farel akan mengajaknya pergi keluar malam ini. Tapi harapan itu hanya tinggal harapan. Karena lelaki tampan itu tidak mengajaknya. Alhasil dia hanya di rumah saja.


Tok.


Tok.


Tok.


" Adele"


" Ya Ma"


" Di luar ada Farel"


" Farel?"


" Bilang sama Farel, bentar lagi Adele ke bawah"


" Buruan ya, kasihan Farel nunggu lama"


" Siap Ma"


Setelah terdengar langkah kaki mamanya menjauh dari kamarnya. Adele segera bangkit, kemudian pergi ke walk-in closet untuk mengganti pakaiannya. Nggak mungkin kan ia pakai baju tidur pergi jalan-jalannya.


Tidak butuh waktu lama untuk Adele mengganti pakaian. Malam ini dia memakai kaos berwarna peach, dan celana jeans panjang.


Adele menyisir rambutnya. Malam ini ia membiarkan rambut panjangnya tergerai indah. Untuk menunjang kecantikannya, ia memakai lip tint.


Adele melihat dirinya dalam cermin. Ia melihat kira-kira ada yang kurang atau nggak. Setelah dirasa cukup, ia pun mengambil tas kecil untuk meletakkan ponsel dan juga dompetnya. Setelah itu dia turun ke bawah untuk menemui Farel.


Farel terpesona kecantikan Adele. Malam ini gadis itu terlihat sangat cantik. Ia segera menghampiri gadis cantik itu.


" You look so beautiful "


" Thank you. Kamu juga sangat tampan "


" Sudah siap berangkat?"


" Sudah " Jawab Adele sambil menganggukkan kepalanya.


Adele berpamitan kepada kedua orang tuanya. Begitu juga dengan Farel. Ia meminta izin pada orang tua Adele, untuk membawa gadis cantik itu jalan keluar.


" Hati-hati di jalan. Pulangnya jangan terlalu malam" pesan mama Adele.


" Siap Ma"


Setelah berpamitan Adele dan Farel pun keluar. Tapi baru sampai di depan pintu Adele menghentikan langkahnya.


" Kenapa?"


" Kita perginya naik apa?"


" Mobil"


" Mobil?"

__ADS_1


" Hhmm"


" Tapi Lo kan nggak bisa bawa mobil?"


Farel tersenyum mendengar ucapan gadis cantik itu. " Kata siapa gue nggak bisa bawa mobil"


" Kata gue "


" Gue udah bisa bawa mobil"


" Beneran? Lo nggak bohong kan?"


" Nggak. Yuk jalan, ntar keburu malam"


Adele mengikuti langkah kaki Farel. Ia tidak yakin lelaki tampan itu bisa bawa mobil. Karena setau dirinya hanya ia dan Farel yang belum bisa bawa mobil ataupun motor.


Adele kaget melihat mobil mewah terparkir di depan rumahnya. Dan ia sudah tau siapa pemilik mobil itu.


Farel tersenyum melihat ekspresi gadis cantik yang ada di sampingnya itu. Ia membukakan pintu mobil untuk Adele.


" Silakan masuk tuan putri"


" Terima kasih"


Walaupun masih agak shock, Adele tetap masuk kedalam mobil mewah itu. Farel menutup kembali pintu mobil setelah Adele duduk dengan nyaman di kursi penumpang.


Farel masuk kedalam mobilnya. Dan duduk di kursi kemudi. Ia melirik gadis cantik yang ada di sebelahnya.


" Pake sabuk pengamannya sayang"


" Ah, i-iya"


Adele memasang sabuk pengamannya. Setelah itu barulah Farel menghidupkan mesin mobilnya.


" Rel, jangan becanda. Gue belum mau mati" kata Adele.


Farel hanya tersenyum mendengar ucapan gadis itu. Ia melajukan mobilnya meninggalkan rumah gadis cantik itu.


Adele memejamkan matanya saat mobil sudah mulai berjalan. Ia tidak berani membuka matanya. Karena ia takut saat membuka matanya, mobil itu nabrak tiang listrik.


" Hei, kenapa matanya ditutup?"


" Aku takut"


" Buka matanya. Kita udah sampe di jalan raya"


Adele membuka matanya pelan-pelan. Ia bisa melihat lampu mobil dan juga motor yang ada di jalan raya. Ternyata Farel benar-benar bisa membawa mobil.


" Sejak kapan?" tanya Adele.


" Apa?"


" Lo bisa bawa mobil"


" Dua hari yang lalu"


" Kenapa nggak bilang?"


" Karena gue ingin kasih surprise buat Lo. Dan ternyata surprise gue berhasil"


" Lo belajar sama siapa?"


" Axel. Satu Minggu kemarin dia ngajarin gue "


" Cuma gue yang belum bisa bawa mobil"


" Tenang, ntar gue ajarin"


" Beneran?"


" Hhmm"


" Sekarang kita mau kemana?"


" Ntar kamu juga tau"


Adele tidak bertanya lagi. Cowok tampan yang ada di sampingnya itu benar-benar membuatnya terkejut hari ini.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2