Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Alexa vs Clara


__ADS_3

Kiran melihat mata putrinya sudah berubah. Dan itu tentu saja tidak baik untuk semua orang yang ada di sana.


" Mommy tenang aja. Eca bisa mengontrolnya"


" Benarkah?"


" Hhmmm"


Alexa menatap Clara dengan tatapan membunuh. Sudah dua kali dia disakiti sama wanita itu. Padahal ia nggak punya salah pada wanita itu.


" Berani sekali kau menatapku seperti itu? dasar pelayan rendahan!"


Tangan Clara menggantung di udara. Karena seseorang menahan tangannya saat ingin menampar Alexa.


" Jangan coba-coba menyentuh putriku!" kata Darren.


Ya orang yang menahan tangan Clara itu adalah Darren. Singa jantan yang sudah lama tidak memperlihatkan taringnya.


Clara kaget mendengar ucapan orang yang menahannya itu. Ia kenal dengan orang itu. Bukan dia saja, tapi seluruh orang di kota ini tau siapa lelaki itu.


" A.. apa maksud anda tuan?" tanya Clara.


" Kau masih bertanya maksud ku?, apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan tadi. Jangan pernah menyentuh Putriku " kata Darren dengan menekan kata putriku.


Clara kaget mendengar ucapan Darren. Begitu juga dengan para tamu yang hadir di sana. Mereka tidak menyangka kalau gadis yang dipanggil pelayan itu adalah anak dari orang berkuasa di Asia dan Eropa.


" Pu.. putri?"


" Ya dia putri saya. Dan kau berani menghina dan juga menyakitinya di depanku!. Kau pasti tau bagaimana cara keluargaku menyingkirkan orang-orang yang sudah berani menganggu apalagi menyakiti keluargaku?".


Clara menelan saliva-nya dengan sudah payah. Kali ini ia sudah membuat singa jantan itu marah. Dan sudah di pastikan kalau nasibnya sudah berakhir.


Para tamu juga menyayangkan sikap Clara. Sekarang wanita itu sudah tidak tertolong lagi. Apalagi putri penguasa itu terluka karena siram sama kuah sup panas.


" Daddy" panggil Alexa.


" Ya sayang"


Lagi-lagi semua orang kaget melihat sikap Darren yang tiba-tiba langsung berubah menjadi lembut, kala gadis cantik itu memanggil namanya.


" Bolehkah Eca membereskan wanita itu sendiri?"


" Tentu saja boleh sayang"


" Terima kasih Daddy"


Para tamu di sana hanya bisa menonton saja. Mereka tidak bisa membantu Clara. Karena mereka masih sayang nyawa dan juga keluarga mereka.


" Ka.. kau mau apa?" tanya Clara saat melihat Alexa mendekatinya.


" Tentu saja membalas apa yang sudah kau lakukan padaku"


Plak.


Suara tamparan terdengar nyaring di telinga semua orang yang ada di sana.


" Bagaimana rasanya?" tanya Alexa.


Clara hanya bisa meringis menahan sakit di pipinya. Ia yakin sekarang pipinya pasti merah. Karena gadis kecil itu menamparnya sangat kuat.

__ADS_1


" Tamparan kau tadi ku kembalikan"


Alexa meminta salah satu pelayan untuk mengambilkan sup. Ia ingin Clara merasakan seperti apa rasanya terkena kuah sup yang panas.


" Ka.. kau mau apa dengan sup itu?"


" Kau pasti tau sendiri untuk apa kuah sup ini"


" Ja.. jangan lakukan itu? saya mohon jangan lakukan itu?"


" Dimana sikap kau yang angkuh tadi?"


Byuurr..


Aawwww.


" Panas!"


Clara merintih kesakitan kala kuah sup itu menyentuh kulit tangannya yang putih dan juga mulus itu.


" Bagaimana rasanya? sakit bukan? itulah yang saya rasakan saat kau menyiramkan kuah sup yang panas itu ke tangan mu"


Para tamu kaget melihat apa yang dilakukan Alexa tadi. Sekarang mereka dapat melihat darah keluarga penguasa di dalam diri gadis cantik itu. Apalagi cara gadis itu membalas orang yang sudah menyakitinya.


Clara menatap tangannya yang mulai memerah karena kena air panas itu. Ia harus segera mengobati tangannya. Karena kalau tidak, kulitnya akan melepuh.


" Jangan anggap diam ku selama ini karena aku takut sama kamu. Aku diam karena aku tidak ingin mengotori tangan ku. Tapi kali ini aku tidak akan membiarkan kau menginjak-injak harga diriku lagi "


Darren tersenyum melihat putrinya. Sekarang putri kesayangannya itu sudah bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Bahkan putrinya juga membalas musuhnya dengan cara yang sama.


" Kau seharusnya bersyukur karena aku menyiram kuah sup itu di tangan mu, bukan di wajah mu. Kalau di wajah mu? maka kau tidak akan bisa tampil di depan kamera lagi"


" Mati kau!"


Aaaaaaaa...


Para tamu yang ada di sana berteriak saat melihat Clara menggila. Para tamu tidak menyangka kalau wanita itu akan kehilangan akal sehatnya.


" Akhirnya kau menunjukkan sisimu yang sebenarnya " kata Alexa.


Darren meminta para bodyguard untuk melindungi para tamu undangan. Karena ia tidak ingin kalau wanita gila itu menyakiti orang yang tidak bersalah.


" Kau yakin bisa melukai ku dengan pisau kecil itu?" tanya Alexa.


" Tentu saja"


Alexa berjalan menghampiri Clara. Ia ingin melihat seberani apa wanita itu. Nanti ia akan mengambil kesempatan untuk merebut pisau dari tangan wanita itu.


Sret.


Aaaaaaaa...


" Eca!"


Kiran mengelus dadanya kala melihat pisau kecil itu hampir mengenai wajah putrinya. Untung saja Alexa menghindar, jadi pisau itu hanya mengenai angin.


" Sayang, tenang" kata Darren menenangkan dirinya.


" Aku takut By"

__ADS_1


" Nggak apa-apa. Eca pasti bisa"


Kiran tau kalau putrinya bisa mengatasi wanita itu. Tapi kalau melihat secara langsung seperti itu ia merasa khawatir juga.


" Kalau gue nggak bisa mendapatkan Kenan. Maka Lo juga nggak akan bisa mendapatkan dia!"


" Kenan siapa?" tanya Alexa.


" Udah nggak usah pura-pura bodoh"


" Omongan kamu semakin ngaco. Aku aja nggak kenal sama orang yang namanya Kenan"


Sret.


Aaaaaaaa.


Clara meringis kesakitan kala tangannya di putar sama Alexa. Ya gadis cantik itu berhasil menangkap tangan Clara. Kemudian memutar tangan wanita itu kebelakang.


" Lepasin tangan gue!"


" Cara megang pisau itu yang benar" kata Alexa sambil menghempaskan tubuh Clara.


Aawwwww.


Kepala Clara terbentur sudut meja.


" Kau!"


" Iya aku, kenapa?"


Clara melemparkan piring ke arah Alexa. Tapi dengan sigap Alexa menghindar. Alhasil piring itu hanya mengenai ruang kosong saja.


" Kalau melempar itu yang benar"


Karena merasa terprovokasi sama ucapan Alexa, Clara pun ngamuk. Ia membanting semua piring yang ada di atas meja. Dan membuat para tamu histeris.


Plak.


Alexa menepuk tekuk Clara. Membuat wanita itu pingsan. Karena kalau di biarkan Clara akan mengamuk lebih dari ini.


" Tolong bawa wanita ini pergi dari sini ya Om. Obatin kepalanya dulu" kata Alexa pada salah satu bodyguard daddy nya.


" Baik nona"


Salah satu bodyguard memapah tubuh Clara. Mereka akan membawa wanita itu ke rumah sakit dulu untuk mengobati kepalanya yang berdarah karena terbentur karena sudut meja.


Karena Clara sudah di amankan para tamu pun kembali menikmati acara pesta. Sedangkan Alexa dan Kevin bergabung bersama para sahabat mereka.


Dari kejauhan tampaklah seorang lelaki tampan sedang tersenyum. Ia tidak menyangka akan mengetahui rahasia besar.


Lelaki itu pun mengambil ponselnya dan menghubungi orang kepercayaannya. Setelah menelpon, lelaki itu pun meninggalkan tempat resepsi.


To be continue.


Maaf ya teman-teman belum bisa up seperti biasa. Keadaan Feby baru pulih, jadi belum terlalu bisa menatap ponsel lama. Mudah-mudahan nanti malam bisa up lagi.


Gomawo untuk kalian yang masih mau bersabar menunggu kelanjutan ceritanya 🤗🤗🤗


Sayang kalian banyak-banyak 😘 😘

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2