
Alexa memikirkan lagi apa yang dikatakan oleh saudara kembarnya itu. Apa yang dibilang Axel emang ada benarnya. Kalau berpencar, otomatis ia akan sendiri. Sedangkan kedua sahabatnya di temani sama kekasih mereka masing-masing.
" Baiklah kita berpencar"
" Kalau nggak ikhlas nggak usah" kata Axel.
" Apa maksud kamu nggak ikhlas?"
" Ya sekarang dibolehin, ntar di belakang ngedumel"
" Kalau kamu nggak mau ya udah. Cari barangnya bareng-bareng aja"
" Aku mau!" kata Axel cepat. Daripada ntar saudara kembarnya berubah pikiran lagi.
" Gue ikut sama Eca" kata Alisha.
" Nggak bisa! kamu ikut sama aku" kata Axel.
" Lo ikut sama Axel aja" kata Alexa pada Alisha.
" Terus Lo gimana?"
" Gue sendiri, lagian gue nggak kuat liat wajah kalian yang seperti tersiksa gitu"
Alisha dan Adele saling lirik. Apa benar yang dikatakan Alexa, kalau wajah mereka seperti orang tersiksa. Dan lagi mereka tersiksa karena apa.
" Wajah kita biasa aja?" kata Adele.
" Iya biasa. Tapi cowok yang berdua itu udah kek cacing kepanasan"
Axel dan Farel saling lirik. Jomlo yang satu ini benar-benar sensitif. Jadi mereka harus berhati-hati. Kalau tidak mereka akan kena amukannya.
" Ya udah, kirim ke WA gue nama barang-barang yang di perlukan. Ntar kita ketemu di kasir" kata Alexa.
" Apa nggak sebaiknya kita cari sama-sama aja?" kata Alisha.
" Udah buruan kirim, daripada ntar gue berubah pikiran"
" Udah Yank, kirim aja" kata Axel. Ia tidak ingin saudara kembarnya itu berubah pikiran.
Alisha segera mencatat bahan-bahan yang akan dibeli sama Alisha. Setelah itu dia mengirim ke WA sahabatnya itu.
Ting.
Bunyi pesan masuk ke ponsel Alexa. Gadis cantik itu segera melihat pesan yang baru masuk ke ponselnya.
" Ok, gue jalan ke sana. Kalian berdua terserah mau jalan ke sebelah mana" kata Alexa sambil m mengambil keranjang yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Alisha dan Adele menatap punggung sahabatnya itu yang mulai menjauh dari pandangan. Setelah Alexa sudah tidak terlihat lagi. Barulah mereka pergi dari sana.
Alexa membaca daftar bahan yang akan dia beli. Pertama-tama, ia akan mencari mentega dulu. Untungnya Alisha menuliskan nama mentega yang dia beli.
Gadis cantik itu membaca nama-nama mentega yang ada di rak. Tapi ia belum menemukan mentega yang dia cari. Alexa terus membaca nama mentega yang ada di sana.
Alexa tersenyum kala menemukan barang yang ia cari. Saat mau berjalan ke tempat rak mentega, yang ada di seberangnya. Tiba-tiba ada anak kecil berlari dari berlawanan arah.
Brugh.
Tubuh anak kecil itu langsung menabrak tubuh Alexa dan terjatuh.
Aaaawww.
" Astagfirullah" ucap Alexa saat melihat anak kecil yang terjatuh setelah menabraknya.
" Adek baik-baik aja?" tanya Alexa sambil membantu anak kecil itu.
__ADS_1
" Nggak apa-apa"
Alexa refleks menoleh pada anak kecil itu.
" Aiden"
" Kakak cantik"
" Ai, sama siapa kesini?" tanya Alexa sambil melihat sekeliling.
" Sama Om dan juga Tante jahat"
" Tante jahat?"
Belum sempat Aiden menjawab, terdengar suara seorang perempuan memanggil nama anak kecil tampan itu.
" Aiden! Tante cariin dari tadi, ternyata kamu disini"
Aiden segera bersembunyi di belakang punggung Alexa.
" Ai sini sama Tante?"
" Nggak mau. Ai mau sama kakak cantik aja" kata bocah berusia lima tahun itu.
" Ai jangan bikin Tante marah?"
" Ai nggak mau pergi sama Tante Clara. Tante Clara jahat"
Alexa kaget mendengar ucapan Aiden. Ternyata wanita yang ada dihadapannya sekarang ini adalah Tante jahat yang di maksud Aiden.
" Kalau Ai nggak mau jangan di paksa mbak"
" Siapa kamu berani bicara sama saya"
Sama halnya dengan Alexa, wanita itu juga sedang memikirkan dimana ia pernah bertemu dengan Alexa.
" Kau gadis Waitress itu kan?"
" Hhhmm"
" Kenapa setiap bertemu dengan kamu, saya selalu kena sial" kata Clara.
Ya wanita itu adalah Clara model terkenal, sekaligus kekasih Kenan. Wanita yang selalu di sebut Tante jahat oleh Aiden.
" Emang mbak pikir saya tidak selalu kena sial setelah bertemu dengan mbak"
" Saya malas berurusan dengan kamu. Ayo Ai kita segera pergi dari sini?" kata Clara sambil menarik tangan Aiden.
" Nggak mau! Ai nggak mau pergi sama Tante jahat dan Om"
Clara tidak menghiraukan ucapan Aiden. Ia terus menarik tangan Aiden untuk ikut dengannya.
" Nggak mau!" teriak Aiden.
Alexa sangat marah ketika melihat wanita itu menarik tangan Aiden dengan paksa. Bahkan wanita itu juga menyeret Aiden.
" Lepaskan Aiden" kata Alexa sambil menghempaskan tangan Clara.
" Orang luar jangan ikut campur urusan gue"
" Gue akan ikut campur, kalau anda menarik-narik Aiden seperti itu"
" Terserah saya mau membawanya seperti apa. Lagian tidak ads urusannya sama kamu"
Baru saja Alexa mau menjawab pertanyaan Clara, tiba-tiba terdengar suara seorang lelaki yang entah datang dari mana.
__ADS_1
" Ada apa ini?" tanya seorang lelaki yang baru datang.
" Sayang" panggil Clara sambil menghampiri kekasihnya.
" Gadis Waitress itu melarang aku membawa Aiden"
" Gadis Waitress?" tanya Kenan.
" Iya, gadis yang sudah menyiram aku dengan jus"
Kenan pun menoleh kearah gadis yang di maksud kekasihnya itu. Alangkah kagetnya ia melihat siapa gadis yang di maksud ke kasihnya itu.
" Kenapa kamu selalu muncul dihadapan saya?" tanya Kenan pada Alexa.
" Apa saya nggak salah denger? bukankah anda yang menghampiri saya kesini"
" Aiden sini sama Om"
" Nggak mau! Ai mau sama kakak cantik"
Kenan juga tidak mau memaksa keponakannya itu. Ia heran kenapa keponakannya suka sekali menempel pada gadis kecil itu.
" Gadis kecil, saya titip Aiden sama kamu"
" Siapa yang Om panggil gadis kecil?"
" Tentu saja kamu. Emang siapa lagi"
" Sembarang bilang saya anak kecil. Apa Om nggak bisa liat badan aku segede gini"
" Gede apaan! kurus dan tipis kek gitu dibilang gede" kata Kenan sambil menatap tubuh Alexa dari atas sampai bawah.
Kurus? tipis? dia pikir gue triplek.
" Dengar ya Om, tipis-tipis kek gini banyak yang mengantre tau"
" Cuma lelaki bodoh aja yang mau cewek tipis kek gini"
Alexa menghela nafasnya. Sungguh hari ini benar-benar sial baginya. Entah kenapa ia harus bertemu lagi dengan lelaki gunung es yang setiap ketemu selalu bikin dirinya emosi.
" Yuk Ai, kita pergi dari sini" kata Alexa sambil menggandeng tangan Aiden.
" Heh! kamu mau bawa Aiden kemana?" tanya Clara.
Alexa tidak mendengarkan ucapan wanita jahat itu. Ia dan Aiden terus berjalan menjauh dari sana. Ia akan mencari ice cream untuk mendinginkan otaknya yang mendidih karena lelaki gunung es itu. Bisa-bisanya lelaki itu mengatakannya tipis.
" Sayang! kok kamu membiarkan Aiden dibawah gadis itu"
" Nggak apa-apa. Aiden senang bersama gadis itu. Dan aku heran, kenapa dia selalu tidak nyaman setiap pergi dengan kamu?"
" A-apa maksud kamu bicara kek gitu sama aku?"
" Nggak ada maksud apa-apa"
" Terus kenapa kamu tanya kek gitu?"
" Aku cuma ingin tau aja. Kenapa keponakan aku itu lebih nyaman dengan orang lain, ketimbang kekasih aku sendiri. Bahkan Aiden sangat takut sama kamu" kata Kenan sambil berlalu pergi meninggalkan Clara.
" Sayang kamu kok ninggalin aku gitu aja sih?!"
Clara sangat kesal, karena Kenan pergi begitu aja. Ini kali pertamanya kekasihnya itu meninggalkannya. Entah kenapa ia merasa kekasihnya itu sudah berubah.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1