
Kenan dan Beni sedang menunggu di ruang ICU. Dia akan memastikan bagaimana keadaan lelaki tua itu. Jangan sampai dia kecolongan.
" Ini semua gara-gara kamu, Kenan!"
" Eh Tante gilir!. Apa anda lupa apa penyebab papih anda di larikan kesini?!"
" Iya itu karena kamu. Coba saja kalau kamu tidak memutar video itu. Pasti papih aku nggak akan masuk rumah sakit"
" Walaupun Saya tidak memutar video itu, Papih anda akan kena serangan jantung juga. Mungkin bisa mati mendadak!"
" Kamu nyumpahin papih aku cepat mati?"
" Saya tidak berniat seperti itu. Justru anda lha yang membuat papih anda mati mendadak. Apa anda tau siapa gadis yang anda culik itu?"
" Emang dia siapa?!. Paling juga anak orang miskin yang bermimpi jadi kaya?"
Kenan tersenyum mendengar ucapan wanita gilir yang ada di hadapannya ini. Sudah dapat karma bertubi-tubi, tapi belum juga sadar.
" Baiklah akan saya kasih tau pada anda. Gadis cantik yang kau culik itu, putri dari nyonya Kiran dan tuan Darren. Yang artinya dia itu cucu dari penguasa Asia dan Eropa"
Natalie shock mendengar ucapan Kenan. Bagaimana mungkin gadis yang dia culik itu cucu dari penguasa Asia dan Eropa. Karena dia tidak terlihat seperti anak sultan.
" Ng..nggak!. Ini nggak mungkin!"
" Terserah anda mau percaya atau tidak. Tapi kalau masih penasaran, searching aja di google nama Alexa Kirania Narendra. Nanti anda akan tau sendiri benar atau tidaknya ucapan saya tadi"
Natalie mengambil ponselnya. Ia segera mengetik nama yang dikatakan Kenan tadi. Karena ia yakin Kenan pasti lagi berbohong padanya.
Mata Natalie terbelalak bahkan bola matanya hampir mau keluar dari tempatnya, saat melihat nama yang ia ketik tadi, keluar di silsilah keluarga Narendra dan Wiguna.
" I..ini nggak mungkin!"
Kenan dan Beni tersenyum melihat ekspresi Natalie. Kenapa nggak mati aja sekalian Tante gilir itu.
" Itulah kenyataannya. Kau itu salah mencari lawan. Untung saja kau tidak dikirim ke neraka oleh kekasih ku. Kau pasti sudah melihat bagaimana dia, kan?"
Tubuh Natalie seketika bergetar. Ia terbayang mata merah milik Alexa. Gadis cantik itu seketika berubah seperti iblis yang haus darah.
" Makanya kalau mau menipu itu, liat lawan dulu" kata Beni.
Kenan sangat puas melihat bagaimana ketakutannya Natalie. Hukuman seperti ini jauh lebih menarik daripada membunuhnya secara langsung.
" Sepertinya dia akan gila, tuan?"
" Bagus dong. Biar RSJ da penghuni bule"
Beni tertawa mendengar ucapan tuan mudanya. Tapi bener juga, biar di RSJ ada warnanya.
Tak berselang lama dokter dan suster keluar dari ruangan ICU. Kenan segera menghampiri dokter.
" Bagaimana keadaan tuan Antonio, Dok?"
" Alhamdulillah pasien sudah melewati masa kritis. Untung saja tuan cepat membawanya ke rumah sakit"
Kenapa dia nggak jadi mati sih.
" Dia beneran kena serangan jantung, Dok?"
" Benar tuan. Kenapa tuan bertanya seperti itu?"
" Karena orang yang ada di ruangan itu rubah jantan"
Dokter itu tidak mengerti apa yang dikatakan Kenan. Jelas-jelas yang di dalam ruang ICU itu manusia. Tapi kenapa lelaki ini bilang dia rubah.
" Kapan saya boleh menemui pasiennya, Dok?"
__ADS_1
" Nanti kalau sudah di pindahkan ke ruang rawat. Baiklah, karena urusan saya sudah selesai, saya pamit undur diri dulu"
" Baik Dok. Terima kasih"
Dokter dan suster pun pergi dari sana. Dokter itu sempat melihat kearah Natalie. Wanita itu terlihat acak-acakan.
Mungkin dia depresi karena orang tuanya masuk rumah sakit.
Kenan memerintahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga-jaga di depan ruang ICU. Karena ia dan Beni harus kembali ke kantor.
" Kalian urus wanita gila ini. Kalian kirim ke RSJ juga boleh. Saya sama Beni mau balik ke kantor"
" Siap tuan muda"
" Ingat!, jangan sampai dia kabur!"
" Baik tuan muda"
Kenan dan Beni segera meninggalkan rumah sakit. Masalah dia dan Antonio sudah selesai. Sebelum kembali mereka mampir ke restoran dulu. Karena dari tadi mereka belum makan siang.
...***...
Alexa dan kedua sahabatnya sampai di toko mereka. Siang ini giliran Alexa dan Alisha yang di cafe. Sedangkan Adele di toko kue.
" Sekarang giliran gue yang sendiri?"
" Ya nggak apa-apa. Kan ada karyawan yang lain" kata Alexa.
" Iya sih. Semangat ya kerjanya untuk kalian berdua"
" Lo juga semangat kerjanya. Kita masuk dulu"
" Ok"
" Selamat datang Buk bos"
" Makasih. Gimana hari ini, rame nggak?" tanya Alexa.
" Alhamdulillah bos rame. Daritadi pengunjungnya nggak berhenti"
" Alhamdulillah, semangat ya kerjanya"
" Siap Buk bos"
Alexa dan Alisha segera masuk kedalam ruangan ganti. Hari ini mereka akan bekerja sebagai waiters.
" Gue kalau pake baju kek gini, ke inget waktu kerja di restoran Kak Kevin" kata Alexa.
" Bukannya di sana juga pertama kalinya Lo ketemu sama pacar Lo "
" Iya, waktu itu dia ngeselin banget lho orangnya"
" Sekarang kan nggak ngeselin, lagi?"
" Ngeselin juga lha"
" Walaupun ngeselin, tapi Lo cinta, kan?"
" Cinta lha"
" Nah itu yang penting"
" Yuk mulai kerja"
" Yuk"
__ADS_1
Kedua cewek cantik itu keluar dari ruang ganti. Para karyawan lainnya kaget melihat kedua bos mereka memakai pakaian seperti mereka.
" Buk bos kenapa make pakaian seperti kita?"
" Masa sih, mana?"
" Liat aja tuh"
Beberapa karyawan wanita itu menghampiri Alexa dan Alisha.
" Buk bos?"
" Kenapa pakai pakaian kek gini?"
" Kita mau kerja"
" Tapi kan ini baju waiters?"
" Iya, kan hari ini kita berdua mau jadi waiters" kata Alisha.
" Yuk kerja lagi"
Para karyawan itu tidak menyangka kalau bos mereka akan memakai baju waiters. Biasanya kalau bos-bos nggak mau memakai baju waiters. Tapi bos mereka itu memang beda.
Alexa dan Alisha berpencar, mereka berdua segera menghampiri meja pengunjung yang baru datang. Meja itu diisi sama sepasang kekasih.
" Mau pesan apa nona, tuan?" tanya Alexa sambil memberikan buku menu.
" Mbak waiters baru ya disini?" tanya sang cowok.
" Iya tuan"
" Pantes saya baru liat. Mbak cantik"
Pacar lelaki itu langsung menatap tajam lelaki itu. Bisa-bisanya sang pacar memuji kecantikan wanita lain di depannya.
" Kamu bilang apa, tadi?"
" Nggak bilang apa-apa?"
" Bukannya kamu bilang mbak ini cantik!"
" Kamu salah dengar kali"
" Kuping aku itu masih sehat. Jadi nggak mungkin aku salah denger"
" Nggak mungkin aku muji waiters ini cantik. Wong cantik kamu kemana-mana dari dia"
" Alasan!"
Alexa sangat malas melihat lelaki seperti itu. Lelaki yang tidak menghargai pasangannya. Dan lelaki seperti itu sebaiknya dilempar ke jurang.
" Jadi mesan nggak nona?"
" Nggak jadi. Saya mau pindah ke tempat lain aja"
" Kok pergi sih. Kasian mbak nya kalau kita pergi"
" Biarin!. Salah sendiri ngapain goda-goda kekasih orang"
Alexa kaget mendengar ucapan perempuan itu. Bisa-bisanya perempuan itu bilang kalau dirinya yang menggoda kekasihnya. Jelas-jelas pacarnya yang jelalatan.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1