
...Author Sudah Bingung Mau Kasih Judul Apaan...
Ameera menatap Arkhan yang masih dengan raut wajah marahnya. Dia tidak mengerti kenapa Arkhan semarah ini, tapi dia tadi sempat melirik pada wanita disamping Haidar. Viola. Apa itu sebabnya kekasihnya marah?
Berbeda dengan Arkhan, Azkhan sudah sedikit tenang duduk di depan sana. Ana yang menyetir mobil. Bisa gawat kalau si duo rusuh itu membawa mobil. Mereka tidak bisa mengontrol diri mereka dan pasti akan mengebut di jalanan.
Ameera penasaran sebenarnya, ingin bertanya, Tapi melihat kekasihnya diam seribu bahasa seperti itu membuatnya enggan bertanya.
Sampai di rumah keluarga Mahendra. Arkhan turun dari dalam mobil dengan membanting pintu. Ameera menatap kepergian Arkhan yang kini masuk ke dalam rumah.
Ana mendekat ke arah Ameera dan mengelus lengan temannya ini.
Ameera hanya tersenyum kecut.
"Maafin sikap Arkhan. Dia memang tidak mudah berubah." ucap Azkhan.
Ameera mengangguk. Dia sudah sangat hapal dengan sikap dan tabiat Arkhan. Hanya saja dia kecewa kenapa dirinya harus diabaikan.
...***...
__ADS_1
Sudah hampir dua minggu Yumna tinggal di rumah mama. Tidak ada kejelasan tentang hubungannya dengan Haidar. Pria itu bahkan tidak menghubunginya sama sekali. Telfon, chat, atau apapun.
Sepi. Jujur saja. Dia rindu berdebat dengan pria itu.
Apa yang aku fikirin? Cuma debat saja sama Arkhan juga bisa! tersenyum kecut.
Yumna mengambil hpnya. Dia akan menghubungi Haidar. Semua harus diselesaikan sesegera mungkin. Bisa saja 'rasa' yang ia punya karena dia masih terikat dalam tali pernikahan dengan Haidar.
Yumnaπ
[Bisa kita ketemu?]
Tak ada balasan. Yumna menyimpan hpnya di atas bantal. Dia mengambil bantal guling dan ia peluk erat, memandangi hpnya yang tak kunjung menyala.
Yumna memutuskan untuk pergi ke lantai bawah. Lebih baik dia belajar memasak pada mama.
...***...
Mitha menatap nyalang pada putranya yang lagi-lagi pulang terlambat. Penampilan kacau, mata merah, dan bau alkohol menyeruak saat Haidar masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Mitha sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa pada putranya ini. Semenjak tidak ada Yumna anak itu sering pulang terlambat dan mulai berani menyentuh minuman haram.
Ini pasti ulah wanita itu!
Mitha sudah geram. Ini sebabnya dia tidak suka dengan Viola. Tapi putranya itu sangat keras kepala. Ya mungkin benar, sifat Haidar lebih banyak menurun dari dirinya. Tapi dia keterlaluan sampai di butakan oleh cinta!
"Haidar. Kamu sudah mama bilang jangan selalu mabuk-mabukan!" teriak mami. Haidar tak peduli, dia terus berjalan menuju tangga.
"Haidaaarrr!!!" Mitha sampai harus berteriak dengan kelakuan Haidar yang semakin minus.
Haidar sampai di kamarnya. Dia melemparkan apa yang di pakainya. jas, tas dan sepatu serta kaos kaki bau berserakan di lantai.
Dia menjatuhkan dirinya di atas kasur. Membuka paksa dasinya hingga dia hampir saja tercekik.
"Sialan!" Meracau tak jelas lalu melemparkan dasi itu ke udara.
Semenjak pembicaraannya dengan Agnes beberapa hari yang lalu Haidar merasa dirinya aneh. Dia selalu menepis apa yang hadir di dalam otaknya. Tidak mungkin Yumna. Gak mungkin aku cinta dia!
Selalu itu yang Haidar ucapkan, hingga author kesal dan kemudian berkata "SAK KAREPMU AE LAH. SING NGERASAKNE YO SOPO? UDU AKU KOK! SING JELAS YO SAMPEYAN SING MERANA LEK YUMNA LUNGO. WES AKEH SING NGOMONGI SAMPEYAN! JAN GEDHEK AKU KARO AWAKMU MAS... MAS! DI KANDHANI YO ANGEL TENAN!!"
__ADS_1
Eh bener gak sih? author orang sunda soalnya π€π€π€.
Sok lah yang tahu artinya di komen aja ya, hehehe...π π π .