YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
179. Kehadiran Bian


__ADS_3

"Aku tahu dia sayang, tapi terkadang caranya salah," ucap Juan. Wanita yang berdiri di sampingnya itu mengalihkan pandangannya kepada adik sepupunya. Wajahnya terlihat menyedihkan, seperti orang yang bingung.


"Kamu beruntung mendapatkan papa yang sayang sama kamu meskipun cara dia sedikit ekstrem, tidak seperti ...." Wanita itu terdiam, tidak lagi meneruskan ucapannya. Dia menunduk menatap lantai, bayangan-bayangan buruk di masa lalunya kini terlintas dalam kepala.


Juan menegakkan dirinya. Dia menatap kakak sepupunya itu dengan iba. Dia tahu persis dengan apa yang terjadi di masa lalu dari wanita cantik ini. Segera Juan mendekat dan berdiri di sampingnya menyandarkan kepalanya pada bahu wanita itu.


"Jangan pikirkan dia lagi," ucap Juan padanya.


"Aku tidak memikirkan dia, hanya saja aku memikirkan kenangan yang tiba-tiba saja terlintas dalam kepala," ucapnya.


"Sudahlah Rani, papaku, papamu juga." Rani tersenyum mendengar ucapan dari adik sepupunya ini. Tidak menyangka dengan pria kecil yang kini telah tumbuh dewasa. Dulu pria ini tidak pernah mengizinkan Rani untuk dekat dengan papanya, tapi sekarang setelah apa yang Rani alami Juan tidak lagi melarang dia dekat dengan orang tuanya.


"Apa kamu sudah tidak cemburu lagi sama aku?" tanya Rani sambil mengusap kepala Juan dengan lembut.


Juan menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Tidak. Karena aku tahu orang jahat itu masih tetap sayang sama aku," ucap Juan dengan senyum kecut di bibirnya. Bagaimanapun juga papa yang sangat overprotektif kepadanya adalah orang yang pertama kalinya ingin melindungi dirinya.


"Baguslah. Karena bagaimanapun juga aku masih butuh sosok seorang papa," ucap Rani dengan sedih.


...***...


Suara dering telepon dari dalam tas terdengar. Yumna mengalihkan tatapannya dari pekerjaan yang ada di hadapannya dan mengambil hp itu. panggilan dari Bian. Yumna tersenyum senang melihatnya.


*T*umben sekali dia menelepon, batin Yumna lalu segera mengangkat panggilan itu.

__ADS_1


"Hai sayang apa kabarmu?" tanya suara itu setelah Yumna mengangkat panggilannya.


"Sayang palamu!" seru Yumna dengan kesal, tapi tidak urung juga bikin itu tersenyum mendengar suara itu. Rindu juga setelah beberapa saat lama tidak bertemu.


"Wooow, galak amat sih jadi cewek, galak-galak itu nanti nggak laku lo!" ujar Bian.


Yumna menarik kedua sudut bibirnya, "Biarin gak laku juga, emangnya kenapa?" tanya Yumna kepada Bian dengan ketus.


"Enggak ada sih, eh tapi bagus juga kalau kamu nggak laku. Kamu kan bisa sama aku," ucap suara itu yang membuat Yumna berdecak kesal.


"Nggak mau aku sama kamu!" seru Yumna.


"Lah kenapa?" tanya Bian dengan heran.


"Buktinya kamu masih bisa selamat dan tidak masuk rumah sakit jiwa," balas Bian menjawab ucapan Yumna.


"Ada apa kamu telepon aku?" tanya Yumna lagi.


"Gak ada sih, cuma mau bilang kalau aku kangen sama kamu," ucap Bian pada Yumna. "Kamu gimana? Kangen aku gak?" tanya Bian lagi dengan nada tengil khas dirinya.


"Ih, apa yang mau aku kangenin dari kamu? Gak ada! Lagian kalau aku bilang aku juga kangen kamu, apa kamu akan dengan ajiab muncul disini?" tanya Yumna dengan senyum menyeringai.


"Oke aku akan muncul di hadapan kamu sekarang juga. Tapi kamu harus tutup mata kamu. Simsalabim!"

__ADS_1


Yumna rasanya ingin tertawa keras mendengar guyonan Bian itu, anak itu ada-ada saja. Kadang bercandanya garing dan tidak jelas, tidak lucu sama sekali, tap kadang dia juga bisa membuatnya tertawa terbahak.


"Suudah tutup mata belum?" tanya Bian kepada Yumna.


"Ah, tutup mata juga kamu gak akan bisa ajaib datang kesini, iya kan?" tanya Yumna dengan mendecih.


"Siapa bilang? Coba tutup mata kamu, dalam tiga detik aku akan ada di depan kamu."


Tuut ....


Panggilan di matikan sephak oleh Bian, membuat Yumna kesal.


Gak sopan, gak pamit kalau mau matikan panggilan! seru batin Yumna sambil melihat layar hpnya yang kini sudah gelap. Sedetik kemudian layar hp itu kembali menyala. Pesan dari Bian. Yumna membuka pesan bergambar itu dan kemudian tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. Bian berselfie sambil mengacungkan tiga jarinya ala anak roker.


Pesan lain masuk ke dalam hp Yumna.


[Aku ada kan di depan kamu?]


Yumna kembali tertawa kecil. Bisa-bisanya pria ini melakukan hal konyol sepert ini.


Saat Yumna masih sibuk dengan layar hpnya pintu ruangan itu terbuka.


"Tadaaaa!!! I'm here!!! Apakah kamu benar merindukan aku?!!" seru suara seorang pria yang membuat Yumna mengalihkan pandangannya dari benda pipih miliknya itu.

__ADS_1


"Bian!" seru Yumna seraya berdiri. Pria yang baru saja masuk itu melebarkan kedua tangannya, berharap dipeluk gitu kayak film India.


__ADS_2