YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
23. Ungkapan Perasaan Aldy.


__ADS_3

Yumna sedang bersiap. Sore ini dia akan bertemu dengan Aldy di Starla kafe. Yumna sangat penasaran kenapa sampai Aldy mengiriminya pesan dan ingin bertemu disana.


Yumna berjalan masuk ke dalam kafe, tak jauh dari sana dia melihat Aldy sedang duduk menghadap keluar jendela. Yumna jelas tahu itu Aldy karena seumur hidup, Yumna hanya bisa melihat punggung pria itu diam-diam.


"Al." panggil Yumna. Yang di panggil menoleh, dan berdiri menyambut Yumna.


"Sudah datang!" Aldy mempersilahkan Yumna untuk duduk di kursinya.


Mereka hanya diam. Yumna tidak menyangka kalau Aldy meminta untuk bertemu. Jangankan bertemu secara pribadi, bahkan mengobrol pun saat di sekolah rasanya jarang sekali.


"Al, ada apa?" Yumna mencoba membuka pembicaraan. Aldy dengan sifat pendiam rasanya tidak mungkin akan membuka suara terlebih dahulu, terbukti sudah sepuluh menit mereka duduk bersama Aldy tidak berbicara apa-apa.


Aldy merasa gugup, dia mengambil minumannya dan menenggaknya hingga setengah. Yumna menatap Aldy, dia merasa canggung karena Aldy tidak juga bicara.


"Emm...aku..." Yumna menunggu Aldy dengan tidak sabar.


Aldy menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya.


"Aku mau tanya. Kenapa kamu bisa sama dia?" ucap Aldy mencoba untuk tetap tenang.


"Maksud kamu?"


"Haidar. Dimana kalian bertemu?"


Yumna terdiam, dia merasa aneh dengan pertanyaan Aldy.


"Maksudku. Aku cuma ingin mastiin kalau Haidar itu pria yang baik!" ucap Aldy, dia memberanikan diri memandang Yumna hingga mereka saling beradu pandang. Yumna dan Aldy sama-sama merasa canggung keduanya serempak membuang muka ke samping.


"Maaf Yumna, aku gak bermaksud buat... umm... Jangan salah faham... Aku..."


"Tidak apa-apa, aku ngerti kok. Sebagai kakakku, tentu kamu gak mau aku salah pilih kan?" tanya Yumna. Entah kenapa jauh di dalam lubuk hatinya dia merasa sakit saat mengucapkan hal itu. Dia ingat benar, Aldy seringkali menyebutkan dirinya sebagai kakak jika ada orang lain yang mengganggu dirinya.


"Iya, benar. Aku cuma sedikit khawatir." Aldy dengan berat hati membenarkan. "Kapan kalian ketemu? Dimana?"


Yumna menceritakan perihal pertemuannya dengan Haidar dulu, minus bahwa mereka hanyalah pura-pura tentunya.


Aldy menghela nafas berat. Dia tersenyum senang namun juga sakit yang bersamaan saat mendengar cerita Yumna. Salahnya dulu yang berjanji akan menganggap Yumna sebagai adiknya. Salahnya dia tidak berdaya saat berdekatan dengan Yumna. Salahnya ia menjadi pengecut saat dia akan menyatakan perasaannya. Sekarang terlambat. Yumna sudah menemukan pria pilihannya.


"Al, kamu baik-baik saja?" tanya Yumna saat melihat perubahan raut wajah Aldy.


Aldy tersadar saat Yumna melambaikan tangannya tepat di depan wajahnya.


"Ah ya, aku baik. Aku senang kamu sudah menemukan pria yang cocok. Semoga kamu dan dia bahagia." ucap Aldy yang di jawab anggukan dan rasa terimakasih Yumna.


"Kamu mau pesan yang lain? Kita sekalian makan malam buat rayakan pertunangan kamu semalam!" Aldy tersenyum dengan sangat manisnya.

__ADS_1


"Ini masih terlalu sore buat makan malam Al!" tutur Yumna. Aldy mengedarkan pandangan ke luar, memang langit masih terang. Dia tertawa membuat Yumna menatap pria itu. Tawa Aldy membuat Yumna terkesima. Yumna hampir tidak pernah melihat Aldy tertawa. Paling sejauh ini yang di lihat dari wajah Aldy hanya tersenyum, itupun bukan senyum yang lebar. Hanya senyum tipis.


"Kalau begitu kita pergi dulu ke suatu tempat sambil menunggu jam makan malam." Aldy mengulurkan tangannya pada Yumna.


"Kemana?" tanya Yumna.


"Ikut saja!" Karena tak mendapat respon Aldy meraih tangan Yumna dan menariknya ke arah pintu keluar.


Yumna tertegun melihat tangannya yang di pegang Aldy sambil terus berjalan mengikuti pria itu. Dadanya berdegup sangat kencang.


"Tapi aku bawa mobil Al." ucap Yumna.


"Mana kuncinya. Biar aku yang menyetir. Kita pakai mobil kamu!" Aldy meraih kunci mobil yang baru Yumna keluarkan dari dalam tasnya.


"Tapi mobil kamu, bagaimana?" tanya Yumna saat mereka melewati mobil milik Aldy.


"Sudah biarkan saja. Nanti aku minta sopir untuk ambil mobil disini."


Aldy membukakan pintu mobil untuk Yumna, setelah Yumna masuk dia setengah berlari memutar mobil untuk duduk di kursi kemudi.


"Kita kemana Al?" Tanya Yumna saat mobil sudah membaur di keramaian. Yumna memasang seatbeltnya dengan benar.


"Tidak tahu. Berputar-putar saja!" jawab Aldy salah tingkah. Sepanjang sejarah mereka berdua, baru kali inilah mereka berbicara panjang lebar, dan tentunya pergi berdua. Mereka hanya diam, tidak tahu harus bicara apa lagi.


"Gak pa-pa kan? cuma muter-muter?" tanya Aldy. Yumna hanya menggelengkan kepalanya.


Aldy tertawa ringan hingga terlihat lesung pipinya, menambah kesan manis pada diri Aldy.


"Ya emang penting kali, Yumna. Untuk merayakan hari bahagia kamu!" ucap Aldy.


"Eh, lihat!" Aldy menunjuk suatu tempat di depannya. Yumna mengikuti arah pandang Aldy, matanya berbinar saat melihat sebuah tempat. "Mau kesana?" tanya Aldy lagi.


"Hemmm." Yumna mengangguk dengan wajah senangnya.


Aldy menepikan mobilnya dan mencari tempat parkir. Setelah mendapat tempat yang kosong Aldy mematikan mesin mobil dan berjalan cepat keluar. Maksud hati ingin membukakan pintu mobil untuk Yumna, tapi nyatanya gadis itu sudah berdiri di luar mobil.


'Yahh gagal romantis nih!' batin Aldy menggaruk belakang lehernya.


"Kenapa Al?" Tanya Yumna yang melihat raut wajah Aldy yang aneh.


"Gak pa-pa." jawab Aldy.


"Ayok Al!" Yumna berseru dengan girang hingga tak sadar kalau dia menggandeng tangan Aldy dan membawa pria itu masuk lebih ke dalam.


Aldy menatap tangannya, dadanya berdentum keras. Rasanya ia mendadak lemas namun sangat bahagia.

__ADS_1


Malam ini ada acara di danau buatan di ibu kota. Lampu-lampu yang di pasang berkelap-kelip indah di sepanjang jalan, juga banyaknya payung warna warni yang sengaja di pasang di atas sepanjang jalan itu, membuat suasana disana terasa romantis. Beberapa stand makanan, baju, ataupun asesoris berjajar dengan rapi memanjakan mata para pengunjung yang ingin menghabiskan waktu sore disini.


Saking senangnya Yumna masih tidak sadar kalau dia masih menarik tangan Aldy.


"Aku udah lama gak ke tempat seperti ini!" ucap Yumna, senyum mengembang di bibirnya dengan sangat lebar.


"Yumna." Panggil Aldy. Yumna menolehkan kepalanya.


"Ya?" tanya Yumna.


"Anu...tangan kamu..." Ucap Aldy dengan malu-malu. Yumna mengalihkan tatapannya.


"Oh iya. Lupa. Maaf-maaf." ucap Yumna canggung sambil menarik tangannya.


"Maaf Aldy, saking senangnya. Aku lupa!" ucap Yumna lagi. Dia merasa sangat malu karena sedari keluar dari mobil dia menggandeng tangan Aldy.


Aldy bukannya tidak senang dengan perlakuan Yumna tadi, tapi rasanya dia tidak kuat jika Yumna terus menggandengnya. Rasanya Aldy ingin manculik Yumna dan membawanya ke depan penghulu sekarang.


'Sayang dia udah punya tunangan.' batin Aldy bersedih.


"Maaf ya Al. Maaf sekali!" Yumna jadi merasa tidak enak karena telah membuat Aldy risih.


"Gak pa-pa. Ayo." Aldi dan Yumna berjalan di bawah payung warna warni yang bergatungan di atas. Mereka menikmati waktu sore disana. Awan perlahan berubah warna membuat suasana disana menjadi sangat cantik nan romantis.


"Gimana hubungan kamu dengan pacar kamu?" tanya Yumna. Pandangannya ia tundukkan.


"Aku gak punya pacar." Yumna menoleh menatap Aldy lalu dia tertawa pelan.


"Bohong! Yang waktu itu kamu bawa ke pesta Tia bukannya pacar kamu?"


"Sudah putus!"


"Oohh..."


"Yumna. Kata Tia... kamu..." Aldy terdiam sejenak.


"Apa?"


Aldy menghentikan langkahnya membuat Yumna juga berhenti.


"Apa kamu yakin kamu cinta sama Haidar?" tanya Aldy.


Yumna menatap Aldy lekat-lekat. Pandangan mereka saling beradu.


"Iya. Memangnya kenapa?"

__ADS_1


Aldy memalingkan mukanya ke samping.


"Aku suka sama kamu, Yumna!" Perkataan Aldy membuat Yumna mematung tak percaya. "Aku suka sama kamu. Tapi aku gak pernah punya keberanian buat ungkapin perasaan ini sama kamu."


__ADS_2