YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
197. Berjuanglah Untukku


__ADS_3

"Aku tidak akan menyerah," ujar Haidar pada Yumna.


"Aku ingin hidup lagi berdua dengan kamu. Tidak di rumah Mami, aku akan siapkan rumah khusus untuk kita berdua," ujar Haidar dengan serius.


Yumna mengingat sesuatu. Dia menatap Haidar dengan takut.


"Haidar. Bukankah kita sudah berpisah? Bukannya kita tidak bisa bersama lagi," ujar Yumna membuat Haidar mengerutkan keningnya.


"Kenapa tidak bisa?" tanya Haidar pada Yumna dengan bingung.


"Setelah talak, aku dengar kita tidak bisa menikah lagi sebelum masing-masing menikah dengan orang lain." Haidar kini terdiam dengan ucapan Yumna barusan. Yumna menatap Haidar yang kini hanya diam.


Haidar tiba-tiba saja tergelak mendengar ucapan calonnya itu, calon kekasihnya. Haidar menepuk keningnya dengan cukup keras.


"Tentu saja. Itu memang benar," ujar Haidar pada Yumna yang membuat Yumna menjadi lesu dan pundaknya merosot ke bawah.


Sebersit rasa kecewa kini terdapat pada hati Yumna. Bagaimana dia mau bahagia dan hidup dengan Haidar jika mereka harus menikah dengan orang lain terlebih dahulu?


"Itu kalau aku sudah menjatuhkan talak. Pada kenyataannya kita hanya bercerai," ujar Haidar dengan ringan, kini membuat Yumna menatap pria itu tidak mengerti.

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Kita memang bercerai, tapi aku belum mengucap talak. Aku tidak mau," ujar Haidar menjelaskan.


"Jadi ...?"


"Kita bisa rujuk, Yumna. Aku sudah bertanya pada Mami dan beberapa orang tentang itu. Aku tidak mau menghadiri sidang talak. Jadi ... kita bisa kembali bersama tanpa harus menikah dengan orang lain terlebih dahulu. Kita hanya harus mengulang ijab qabul dengan sungguh-sungguh dengan niat mulia kita, tidak seperti dulu. Jelas?" tanya Haidar pada Yumna.


Mata Yumna tidak berkedip mendengar ucapan Haidar. Dia tidak menyangka dengan apa yang dia dengar barusan.


"Aku kira ... kamu ...." Yumna tergagap menatap tidak percaya.


"Kamu kira aku mau cerai dengan kamu?" tanya Haidar pada Yumna.


Yumna terdiam. Haidar membahas soal pengkhianatan itu lagi.


Yumna menarik tangannya dari dada pria itu, sedikit kesal rasa di dalam dada.


"Jadi kamu menyesal dan sadar suka dengan aku karena dia berkhianat, begitu? Bagaimana kalau dia tidak berkhianat? Apa kamu akan sadar dengan hati kamu?" tanya Yumna pada Haidar.

__ADS_1


Haidar mendengar nada kekesalan dari suara Yumna. Dia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


Sejenak Haidar menghela napasnya dengan perlahan.


"Jujur pengkhianatan Vio memang membuka lebar mata aku, Yumna. Mungkin kalau dia tidak melakukan pengkhianatan itu aku tidak akan cepat sadar, tapi memang jika aku pikir lagi, ternyata sedari dulu memang kamu sudah tersemat di dalam sini," tunjuk Haidar pada dadanya.


"Kamu boleh mengatakan hal seperti tadi, mungkin memang terkesan aku ini jahat mengatakan hal itu, tapi aku serius dengan apa yang aku katakan. Sekarang tidak ada lagi nama dia. Hanya kamu." Tatapan Haidar lembut, tapi terasa menusuk ke dalam mata Yumna.


Mendengar hal itu, pipi Yumna bersemu merah. Rasa panas menyebar di wajahnya.


Yumna memang tidak suka dengan kenyataan ini, jika Haidar sadar karena Vio berkhianat, tapi mungkin jika memang wanita itu tidak melakukan hal itu Haidar tidak akan sadar dengan perasaannya.


"Kamu harus berjuang untuk dapatkan aku kembali," ujar Yumna yang membuat senyum Haidar mengembang sempurna.


...******************...


hayhay 👋👋


mampirin sini yuk.

__ADS_1


sambil nunggu Yumna update lagi



__ADS_2