YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
147 kucing dan anjing


__ADS_3

Syukurlah kalau memang tidak ada yang celaka. Kenapa aku sangat risau sekali. Ini hanya mimpi. Mimpi hanya bunga tidur, batin Yumna mencoba untuk tetap tenang. Yumna segera menyimpan hnya dan berlari menuruni anak tangga.


...***...


Haidar sudah dierbolehkan pulang hari ini. Mami Mitha dan Papi Arya menjemut pria itu yang kini hanya bisa duduk di kursi roda. Agnes menyusul untuk membantu Hidar berkemas dari segala sesuatunya.


Baju ganti milik Haidar sedang dirapikan oleh Ages dan dia masukan ke dalam tas besar.


"Eh, Nes. Awas baju gue ada yang ketinggalan." Haidar memperingatkan Agnes.


"Elo kira gue ini pembantu elo? Sini rapihin sendiri. Segini aja udah untung lo ada yang bantu beresin. Makanya kalau punya hubungan itu yang bener, yang awet. Yumna baik kayak giitu elo lepasin demi wanita gak jelas! Mungut tuh yang be


eneran dikit napa, jangan yang bekas."

__ADS_1


Haidar yang mendengar sindiran Agnes merasa marah."Eh kok elo juruskl nya kesana-sana sih? gue kan bilang jangan sampai ada yang ketinggalan, kenapa malah menjurus sama pasangan, dan bawa-bawa pungutan segala. Anak kucing kali main pungut-pungut!


"Elo yang salah juga, main suruh-suruh aja. Gue tadinya ikhlas dengan senang hati bantuin Tante Mitha buat siapain kepulangan elo. Eh, elo nya yang kurang ajar ngelunjak!" cerca Agnes pada Hadra.


"Ya ,emang elo kan memang elo mirip sama pembokat, gak beda!" Haidar membalas ucapan Agnes.


"Heeh, bule lokal! Elo bisanya ya ejek gue kayak gitu. Nih gue gak mau bantuin elo lagi." Dengan marah Agnes melempar baju di tangannya tepat ke wajah Haidar


"Eh, sudah-sudah. Kalian ini setiap kali ketemu pasti aja cekcok! kalian ini ada apa sih? udah besar loh, masih juga berantem?" Mami mencoba melerai pertengkaran kakak adik sepupu. Keduanya memang seperti itu, mereka memaang terbiasa ribut jika ada satu sama lain.


"Wah eloo jangan ngadi-ngadi deh. Gue gak pernah bilang kayak gtu, gue cuma mengingatkan kalau elo jangan sampai melupakan baju gue barang satu pun!" Haidar membela diri.


"Haidar! Lagian kamu juga kan sudah dibantu kok malah gak ucapkan terima kasih sama Agnes." peringat mami Mita pada Haidar. Haidar mendecih sebal pada Agnes.

__ADS_1


"Makasih." ucap Haidar dengan terpaksa.


"Tan, lihat anaknya tadi kedengeran gak kalau dia tu bilang makasihnya gak ikhlas!" Agnes mengadu lagi.


Haidar mendelik pada Ages yang lagi-lagi mengadupl pada maminya itu


"Ya ampun Nes. Elo keterlauan. Gue kan udah bilang makasih."


"Tapi Elo gak ikhlas bilangnya." Teriak Agnes di dekat telnga Haidae membuat pria itu megusap telinganya karena berdengung.


"Agnes Frederika istrinya Benjamin Mahardika yang kayak nama gedung radio. Elo gak usah teriak di dekat telinga Gue, Gue belum budek!" teranglang Haidar membalas Agnes. Dan jadilah mereka saling balas perkataan satu sama lain membuat itha dan Arya sling menggelengkan kepalanya.


"Mi, Papi pusing lihat mereka berantem terus. tapi kayak gini tadi papi mending langsung ke antor aja." ucap Arya dengan kesal.

__ADS_1


"Hooh Mami juga, tahu kayak gini meending tadi ajakin Papi ke hotel aja." ucapn sang istri membuat Arya menolehkan kepalanya dengan senyum seringai di bibirnya.


"Beneran Mami mau ajakin Papi ke hotel?" Mitha yang mendengar pertanyaan suainya hanya endelik tak suka.


__ADS_2