
Haidar menatap pria itu dengan tidak suka. Tatapannya tajam bak elang yang siap menerkam mangsanya.
Juan menyadari tatapan mengintimidasi dari pria di hadapannya ini. Juan tidak kenal dengan dia, tapi tatapan Haidar kepadanya, menyiratkan rasa ketidaksukaan terhadapnya.
"Yumna kamu kemana saja selama ini, hah? Mami selalu menanyakan kabar kamu sama mama kamu. Mami selalu mencoba mencari tahu dimana kamu, tapi mama kamu gak pernah mau bilang sama Mami dengan keberadaan kamu. Apa kamu selama ini sehat, Nak? Mami sangat khawatir sekali sama keadaan kamu." Mitha berbicara panjang lebar tanpa jeda kepada Yumna. Rasa senangnya saat melihat gadis ini tidak terkirakan lagi.
"Aku baik, Mi. Yumna baik-baik saja. Maaf kalau selama ini Yumna membuat Mami khawatir," ucap Yumna dengan senyuman, tangannya mengusap lengan Mami Mitha yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu tahu gak, Mami itu sangat kangen sekali sama kamu. Semenjak kamu pergi dari rumah, Mami selalu saja kepikiran kamu. Apa kamu sudah gak ingat lagi sama Mami sampai kamu gak pernah hubungi Mami? Meski Mami ini sudah bukan mertua kamu lagi, tapi Mami masih sangat sayang sama kamu. Kamu tega sekali dengan kami. Papi juga sering sekali menanyakan kabar kamu sama Mami, tapi kan Mami mau jawab apa? Setiap kali Mami tanya sama mama kamu selalu saja jawab tidak tau. Kemana saja kamu selama ini?!" tanya Mitha menuntut jawaban atas pertanyaannya.
__ADS_1
Juan terdiam mendengar apa yang dibicarakan wanita paruh baya yang masih terihat sangat cantik ini. Dia tidak menyangka dengan apa yang dia dengar tadi.
Jadi pria ini ... mantan suami Yumna? batin Juan. Kini tatapan keduanya saling bersinggungan. Juan menatap Haidar dengan tatapan meremehkan. Rugi sekali pria ini melepaskan wanita sebaik dan secantik Yumna.
Sedangkan Haidar menatap Juan dengan tidak suka. Siapa dia? Berani sekali dia dekat dengan Yumna!
Yumna merasa atmosfer yang ada di sekitarnya ini menjadi terasa aneh, menyeramkan bagai langit yang siap meniupkan angin kencang beserta hujan lebat yang membuat lautan menjadi besar ombaknya ... Oke itu berlebihan, tapi Yumna merasa tidak nyaman di dalam keadaan yang seperti ini, terutama melihat keduanya saling bertatapan seperti itu.
"Perkenalkan, saya adalah orang yang sedang dekat dengan Yumna," ucap Juan sambil menyodorkkan tangannya pada Mitha yang membuat rahang Haidar mengerat.
__ADS_1
"Hah?" Mitha merasa bingung, dia terdiam, tidak segera menyambut tangan Juan hingga tangan itu hanya menggantung di udara. Bukan hanya Haidar dan Mitha saja yang kaget dengan ucapan Juan tadi, tapi Yumna juga merasa kaget dengan ucapan pria itu. Dia menatap Juan dengan tidak percaya. Kenapa pria ini mengatakan hal itu kepada Mami Mitha, dan parahnya ada Haidar disini!
"Jadi ini ...." Mitha tak sadar menunjuk Juan, dia lalu tersadar dan menyambut tangan Juan dengan cepat.
"Kalian ...."
"Eh, Mami. Bukan! Kami hanya berteman. Jangan salah sangka, Mi. Kami ini hanya berteman," jawab Yumna dengan cepat membuat Mitha menghembuskan napasnya dengan lega.
Mendengar hal itu, Haidar tersenyum senang. Dia memperlihatkan senyum kemenangan di bibirnya.
__ADS_1
Juan merasa kecewa dengan apa yang diucapkan Yumna, meskipun memang benar jika mereka hanya berteman, tapi Juan ingin hal yang lain ebih dari sebagai teman Yumna. Lebih bahkan jika bisa dia ingin segera membawa Yumna menuju hal menyenangkan dengan balutan hal yang sah di mata hukum dan juga agama.