
Mitha melepaskan kepergian Yumna dengan berat hati. Dia tidak bisa menahan kepergian mantan menantunya itu untuk pulang. Jika dia memaksakan kehendaknya, dia takut Yumna akan menjadi tidak suka kepada dirinya karena paksaan darinya.
"Tapi nanti janji, kamu akan sering ketemu Mami ya." Pinta Mitha kepada Yumna.
"Iya, Mi. Yumna akan sering menemui Mami kalau Yumna ada waktu," jawab Yumna. Tidak ingin membuat mantan mertuanya ini bersedih. Bagaimanapun juga, Mitha sudah menganggapnya seperti putrinya sendiri dan Yumna juga menganggap Mitha bukan hanya sekedar mantan mertua.
Mereka berempat sudah keluar dari tempat itu.
"Mami akan ambil mobil disana. Haidar kamu tunggu saja disini, ya. Kamu kan gak boleh banyak gerak juga," ucap Mitha kepada putranya itu. Haidar hanya mengangguk.
Yumna melirik ke arah Haidar yang kini berdiri di sebelah Mitha, pria itu terlihat tida berdaya dengan keadaannya. Sudah lumayan lama dia tidak bertemu bertatap muka dengan mantan suaminya ini. Rasanya sangat berbeda dari yang dulu. Haidar yang selengean, suka mengganggu, suka mengejek, dan menyebalkan. Kini dia menjadi pendiam dan juga lebih bijak terlihatnya.
Merasa ditatap sedemikian rupa oleh Yumna, Haidar pun memberanikan diri menatap balik Yumna. Dengan segera membuat Yumna mengalihkan pandangannya ke arah lain. Yumna merasa malu ditatap oleh Haidar.
Aneh, padahal saat itu dia merasa marah saat melihat Haidar dengan Vio di taman, tapi kenapa sekarang ini dia merasa tidak ada lagi amarah yang dulu dia rasakan. Malah dadanya kini berdebar tidak karuan ditatap oleh Haidar.
"Kamu tunggu disini, jangan kemana-mana!" Mitha mengingatkan dengan jari telunjuknya yang mengacung ke arah Haidar.
Juan melihat gelagat Yumna dan Haidar. Dia merasa ada hal yang aneh sedari tadi. Terlihat Yumna yang berbeda pandangannya ketika kepadanya dan juga kepada mantannya itu.
__ADS_1
Apa Yumna masih menyukai dia? batin Juan. Dia merasa sesuatu ada yang mencubit hatinya. Meskipun mereka sudah menjadi mantan, bukankah dulu mereka pernah saling suka?
"Iya!" jawab Haidar dengan kesal. Dia merasa kesal karena mami menganggapnya seperti anak kecil yang jarus diberi peringatan terus menerus.
"Yumna, Mami pergi duluan ya. Mau ambil mobil. Masih di hotel." Mitha pamit kepada Yumna.
"Iya, Mi."
"Aku juga. Aku akan mengambil mobil disana. Kamu tunggu saja disini," ucap Juan kepada Yumna.
Yumna menganggukkan kepalanya.
Sebenarnya Juan tidak rela meninggalkan Yumna disana, tapi rasanya tidak sopan juga jika membuat wanita itu berjalan kembali ke hotel hanya untuk mengambil mobilnya.
"Apa kabar?" tanya Haidar.
"Eh?" Yumna tidak menyangka Haidar akan bertanya kepadanya.
"kabarku baik. kamu?" tanya Yumna kepada Haidar.
__ADS_1
Haidar tertawa kecil. dia menatap keadaan dirinya sendiri.
"Kamu lihat sendiri aku bagaimana," jawab Haidar.
Yumna sadar dengan pertanyaannya yang salah harusnya dia bertanya, ada apa dengan Haidar? apa yang terjadi dengannya?
"Kamu ...." Yumna
"Kamu ...." Haidar.
Keduanya terdiam saat sama-sama berbicara, "Kamu duluan, apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Yumna kepada Haidar. Dia mengalah. Lebih ingin mendengar apa yang akan dikatakan Haidar.
Haidar menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan berat.
"Aku kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Ini karena memikirkan kamu," jawab Haidar.
****
mampirin juga yuk gaes...
__ADS_1