
"Eh, maksudnya apa?" tanya Yumna dengan tidak mengerti.
"Sebentar," ucap pak Dani sambil mengeluarkan HP dari saku celananya. Dengan cepat dia mengetikkan sesuatu di sana dan memberikan benda pipih tersebut kepada Yumna. "Ini mbak."
Yumna menerima HP milik Pak Dani dan melihat gambar yang ada di sana. Sama persis seperti hadiah dari Mita untuknya, hanya berbeda dari warnanya saja.
Mata Yumna fokus melihat gambaran tersebut, wajah itu langsung berubah merah saat dia melihat gambar yang ada di sana. Gambar lain yang memperlihatkan gerakan dua orang yang sedang menyatu dengan menggunakan kursi Tantra tersebut.
Haidar merasa penasaran dan mendekat ke arah Yumna karena istrinya itu hanya diam saja. "Astaga memang Mami Mitha sangat top sekali. Tahu aja kebutuhan anaknya," ucap Haidar sambil terkekeh pelan. Yumna menyikut perut Haidar hingga laki-laki itu meringis kesakitan.
"Kenapa kamu pukul aku?" tanya Haidar kepada Yumna sambil mengelus perutnya yang sakit.
"Kamu ini ya!" Yumna merasa malu kemudian memberikan hp itu kepada Pak Dani.
"Pak Dani coba sini lihat aku belum lihat semuanya loh." Haidar mengulurkan tangannya, tapi segera Yumna tepiskan. Malu sekali rasanya dia melihat gambar-gambar yang seperti tadi.
"Enggak usah lihat kamu!" Ucap Yumna.
"Eh kenapa juga aku nggak boleh lihat. Aku penasaran loh belum semuanya lihat gambar tadi,"ucap Haidar. Yumna menarik tubuh suaminya itu menjauh.
"Gak usah, pokoknya gak usah di lihat!" seru Yumna masih malu.
__ADS_1
Pak Dani tersenyum malu melihat kelakuan dua anak muda pengantin baru ini. Rasanya sangat menyenangkan melihat Yumna dan Haidar kembali rujuk.
"Jadi ingat istri di rumah, deh," ujar Pak Dani bergumam melihat keakraban Yumna dan Haidar.
"Pak Dan, tolong angkat deh kursi ini ke kamar ya sama Haidar. Gak jadi di sini," ucap Yumna meminta tolong dengan wajah yang sudah sangat malu sekali.
"Siap!" ujar Pak Dani.
"Eh, gak apa-apa di sini juga kali, Yang. Kan suasananya berbeda daripada di kamar. Atau, kita simpan aja tuh di belakang rumah, di taman. Lebih romantis aja gitu kan kelihatannya. Ya gak, Pak Dan?" tanya Haidar sambil terkekeh. Pak Dani ikut tersenyum, tidak tahu harus bicara apa lagi.
"Enggak! Aku gak mau!" teriak Yumna.
Akhirnya, Pak Dani dan juga Haidar memindahkan kursi tersebut ke dalam kamar.
"Sudah, Pak. Gak ada. Ini aja, sudah. Makasih, ya," ucap Yumna. Pak Dani kembali ke posnya. Yumna menatap kepergian Pak Dani. Laki-laki yang berumur itu masih setia menjaga rumahnya semenjak dulu.
Telepon berbunyi dengan sangat nyaring pada hp Yumna, segera wanita itu mengangkat panggilan yang berasal dari ibu mertuanya.
"Halo, Ma–."
"Apa paketnya sudah sampai? Tadi dari pemilik toko sih bilang kalau kado dari Mami lagi OTW," ucap Mitha dari seberang sana.
__ADS_1
Haidar mendengar suara maminya dan meminta Yumna untuk memperbesar volume.
"Hadiahnya T.O.P B.G.T, Mi. Bagus banget!" seru Haidar, kali ini bukan sodokan pada perutnya, tapi injakan kaki yang kuat dari sang istri berlabuh keras pada kakinya.
"Aww, Sayang ...."
Yumna melotot tajam. Malu sekali dia.
"Syukur deh kalau hadiahnya sudah sampai. Jangan lupa dipakai ya."
"I-iya, Mi. Terima kasih, Mi. Hadiahnya barusan banget sampai," ujar Yumna.
"Jangan lupa dipakai loh, Yumna. Punya Mami juga barus aja sampai kok, hehe." Mitha tertawa terkekeh.
"Astaga. Mami juga beli?" tanya Haidar.
"Iya, dong. Masa ada barang bagus gak dibeli. Kan biar kita punya kembaran, hihi."
"Ya sudah Mami senang kalau sudah sampai. Mami mau coba dulu deh, siapa tahu ini kualitasnya jelek, kalau ada yang jebol atau reyot kan bisa minta garansi sama pemilik toko. Babay. Eh, jangan lupa punya kalian juga cepet pake deh, cobain. Kalau ada keluhan, lumayan bisa minta garansi yang baru ke tokonya!" ujar Mitha dengan suara yang sangat riang. Panggilan tersebut diputus sepihak oleh Mitha sebelum Yumna atau pun Haidar bisa menjawab.
Haidar dan Yumna terdiam mendengar ucapan Mitha tadi.
__ADS_1
"Mami mau cobain, kita juga coba, yuk!"