YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
244. Di Dalam Bioskop


__ADS_3

Suara dering telepon terdengar dengan jelas, membuat Yumna menolehkan kepalanya mencari suara nada dering yang serasa dia kenali. Yumna mengedarkan kepalanya mencari arah asal suara tersebut. Akan tetapi, dia tidak menemukan suara itu. Yumna mencoba abai dengan apa yang dia dengar dan mengikuti langkah Syifa yang kini masih memilih pakaiannya.


"Kakak, ini gimana?" tanya Syifa pada sang kakak yang menatapnya dari atas ke bawah, apa yang Syifa pilih malah membuat gadis itu terlihat bagai anak remaja.


"Bisa tidak pilih pakaian itu yang sesuai umur? Kamu itu sudah besar Syifa, kenapa masih memilih pakaian yang seperti ini, sih?" Tangan Yumna terulur untuk melihat lebih dekat kemeja dengan motif renda pada bagian dada. Pakaian itu lebih pantas dipakai oleh anak SMA daripada oleh adiknya.


"ih, bagusan ini lah, Kak. Ini lebih tertutup dari pada pakaian yang sering aku lihat dipakai seusiaku. Emang kakak mau gitu aku pakai yang dadanya terlihat? Yang pahanya terlihat?" tanya Syifa sambil menempelkan pakaian itu pada depan tubuhnya.


"Terserah kamu, lah. Sudah belum? Jangan sampai kelamaan, nanti filmnya keburu mulai," ucap Yumna sambil menatap jam yang ada di tangan.


"Iya, aku mau ambil ini saja, tunggu ya!" seru Syifa seraya berlari meninggalkan sang kakak.

__ADS_1


Kedua kakak beradik itu pergi kembali ke lantai atas, kemudian masuk ke dalam ruangan bioskop karena sebentar lagi film akan segera dimulai. Mereka sampai berlari karena film sudah hampir dimulai saat mereka sampai di sana.


"Ih, gara-gara kamu. Jadi gak bisa beli popcorn, kan," ujar Yumna kesal. Adiknya terlalu lama di kasir, masih menambah dua potong pakaian sehingga mereka terlambat masuk.


"Ya, habis gimana dong, Kak. Bajunya tuh lucu banget. Gak nahan kalau gak diambil. Unyu!" ucap Syifa seraya meringis memperlihatkan gigi gingsul yang menambah manis wajahnya.


Yumna hanya bisa memutar bola matanya, kebiasaan adiknya seperti ini, padahal dia dan ibunya tidak terlalu suka berbelanja. Entah Syifa mirip siapa, terkadang dia ragu apakah dia benar adiknya? Tapi jelas Yumna tahu dan ingat saat Lily mengandung dan juga saat melahirkan anak itu. Juga dengan kedua adik kembarnya.


"Hah, kamu ini. Tadi kan Kakak sudah bilang jangan lama-lama belanjanya. Malah milih baju yang lain, kan jadi gak bisa beli makanan dan minuman," bisik Yumna kesal. Dirinya juga lapar, kini harus menunggu hingga film selesai.


"Apa kita tinggalin aja filmnya? Cari makanan?" tanya Yumna. Dia harus rela meninggalkan film jika adiknya setuju, lagi pula yang memilih film ini juga Syifa. Yumna mana tahu film terbaru yang ada di bioskop, terakhir yang dia dengar dari karyawan di kantor adalah film tentang KKN, sehingga membuat booming minggu lalu, hampir semua orang membicarakan film tersebut. Meskipun ini bukan film tentang KKN, tapi tidak buruk juga karena ini adalah film romantis komedi. Mereka mana berani menonton film menyeramkan berdua, apa lagi Syifa yang sangat penakut. Bisa-bisa menangis dan ingin pulang.

__ADS_1


"Jangan lah, Kak. Sayang tiketnya sudah kita beli, lagian juga kita kan ke sini niatnya mau nonton," balas Syifa berbisik yang kemudian mendapatkan deheman dan juga lirikan dari laki-laki yang ada di depannya. Yumna dan Syifa tersenyum malu sambil menganggukkan kepalanya, pertanda jika keduanya tengah meminta maaf atas kelakuan mereka berdua.


Suasana di dalam bioskop cukup sepi dari pengunjung yang datang, tidak sampai dua puluh orang. Itu pun kebanyakan dari mereka berada di barisan depan, juga di barisan belakang. Sedangkan di barisan tengah hanya ada Yumna dan Syifa, dua orang pria muda ada tepat di belakang mereka.


Yumna dan Syifa menikmati film yang tengah diputar di layar depan mereka. Sedikit tawa saat adegan lucu disajikan di sana. Terkadang Syifa terpingkal-pingkal hanya karena guyonan receh aktor yang Yumna kira tidak lucu sama sekali.


"Kakak, aku lapar," ucap Syifa mendekat pada kakaknya, mulai merengek karena rasa tak nyaman di perutnya.


Tiba-tiba, seseorang yang ada di belakang mereka menyodorkan makanan ringan dan juga minuman kepada Syifa.


"Popcorn?"

__ADS_1


__ADS_2