YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
337


__ADS_3

"Sayang," panggil Haidar. Yumna yang masih sangat mengantuk akhirnya membuka matanya dengan malas saat mendapatkan ciuman bertubi-tubi di pipinya.


"Sudah pagi. Kita sarapan," ucap Haidar. Yumna menyingkirkan wajah Haidar dari hadapannya, terasa risih karena janggut Haidar yang kasar karena belum dicukur. Dia melihat ke arah jendela, dan benar saja jika sekarang ini hari sudah sangat terang.


"Bangun, aku sudah pesankan sarapan dari restoran di bawah," ucap Haidar lagi.


Dengan malas Yumna bangun dan duduk di atas tempat tidurnya, sedangkan Haidar membawa nampan untuk diberikan kepada Yumna.


"Aku mau sikat gigi dan cuci muka dulu," ucap Yumna. Haidar membiarkan Yumna untuk pergi dan menunggu dia kembali untuk melakukan makan pagi bersama. Makan pagi yang sebenarnya sudah kesiangan karena tertidur dengan sangat lelap semalam.


Setelah selesai sarapan, kedua orang itu lanjut untuk berbaring manja sambil memadu kasih satu sama lain, tidak ada pergulatan tubuh, hanya saling memeluk satu sama lain dan bercerita tentang rencana ke mana saja mereka akan pergi di hari esok.

__ADS_1


Ya, mereka masih merasakan lelah sekali hari ini hingga memutuskan untuk lanjut bermalam di sini hingga besok siang. Haidar juga tidak mau mengambil resiko karena Yumna tengah mengandung. Akan lebih baik lagi jika Yumna bertahan saja di hotel ini dan mereka akan mencari tempat wisata dekat sini saja.


"Yakin nggak mau ke luar? Mumpung udaranya bagus," ucap Haidar menawarkan.


Yumna hanya menggelengkan kepalanya saja. "Dingin. Aku nggak mau pergi ke luar," ucap Yumna sambil mengeratkan diri di pelukan suaminya. Haidar tersenyum senang tatkala mendapatkan perlakuan tersebut dari sang istri yang kini tanpa segan lagi untuk memeluk dan mengatakan sayang kepadanya.


Tidak banyak yang mereka lakukan, hanya seperti itu hingga malam menjelang.


...***...


Istana dengan bangunan bergaya Barok, dibangun sekitar tahun 1700, dan menjadi tempat kediaman resmi keluarga kerajaan Swedia. Tampak dari luar, bangunan bersejarah itu sangat megah sekali, juga tinggi dan luas. Jangan membandingkan dengan tempat lain, karena setiap tempat memiliki sejarah dan keindahannya masing-masing.

__ADS_1


Mereka terlebih dahulu mengunjungi Royal Apartments untuk melihat ruang pertemuan untuk raja dan pemerintah. Lanjut ke Hall of State untuk melihat singgasana perak Ratu Kristina. Melihat potret anggota keluarga kerajaan di Bernadotte Gallery, juga Treasury di lantai dasar istana. Ada banyak benda koleksi di sana, seperti benda-benda kerajaan, mahkota, pedang, dan jambangan pembaptisan dari perak.


Yumna sangat menyukai hal yang berbau sejarah seperti ini. Dia sangat bersemangat sekali sehingga menarik tangan Haidar untuk kembali melanjutkan perjalanan sejarah yang mengesankan.


Mereka juga mengunjungi museum untuk melihat koleksi patung Italia di Museum Benda-benda Antik Gustav III. Akan tetapi, sayang sekali museum tersebut hanya buka pada musim panas saja. Akhirnya Yumna harus melewatkan untuk melihat benda-benda bersejarah tersebut.


"Sayang sekali, padahal kita sudah ada di sini," ucap Yumna merasa sedih, dia mengelus perutnya yang masih rata, ingin rasanya melihat benda yang ada di dalam sana dengan mata kepalanya sendiri.


"Udah, lain kali kita datang lagi, kapan musim panas selanjutnya di sini?" tanya Haidar sambil menggenggam tangan sang istri.


"Tidak tau, tapi kayaknya masih lama deh," jawab Yumna.

__ADS_1


Setelah selesai dengan tour singkat mereka, akhirnya kedua orang itu pun pergi ke tempat lain untuk berbelanja saja barang khas yang ada di negara itu.


...***...


__ADS_2