
"Sialan! Keluar kamu!" teriak Haidar dengan lantang, tak peduli dengan beberapa pengendara yang berhenti dan melihat kejadian itu.
"Hei! Apa yang kamu lakukan itu bahaya!" teriak Haidar lagi. Dia belum puas dengan apa yang dia lakukan sehingga Haidar tidak menghentikan aksinya menggedor kaca jendela mobil hitam itu.
Pintu mobil itu terbuka hingga membuat Haidar kini mundur ke belakang. Seorang pria keluar dari mobil itu. Tubuhnya yang tegap tinggi dan juga gagah kini menutup pintu mobil dengan santai.
Haidar mengenal orang ini. Dia pernah melihat pria ini bersama dengan Yumna pada pesta yang mereka hadiri beberapa waktu yang lalu. Pria itu terlihat dingin kini menatap kepada Haidar.
"Apa yang baru saja kamu lakukan?" tanya Haidar kepada pria itu. Akan tetapi, Juan tidak menjawabnya sama sekali hingga membuat Haidar emosi.
Haidar mengambil kerah baju Juan dan mendorong pria itu hingga punggung Juan menubruk ke badan mobil dengan cukup keras.
"Apa kamu sengaja ingin membuat aku celaka?" tanya Haidar kepada Juan dengan jarak wajah mereka yang sangat dekat.
__ADS_1
Juan hanya tertawa kecil. Dia tidak menyangka dengan apa yang baru saja dilakukan. Membuntuti Yumna dari perusahaannya hingga ke rumah, dia merasa marah kepada pria ini karena dia tertinggal selangkah di belakangnya. Cinta memang telah membuat dia buta, sehingga dia tidak sadar kembali mengikuti Haidar dan berhenti tepat di mobil pria ini.
"Aku tidak mau buat kamu celaka, tapi aku ingin kamu menjauh dari Yumna," ucap Juan dengan lirih.
Haidar merasa lucu dengan perkataan pria ini. Dia sangat tidak jelas sekali tiba-tiba saja hampir membuat dia celaka seperti ini. Haidar melepaskan genggaman tangannya dari pakaian Juan dengan cukup kasar.
"Menjauh dari Yumna?" Haidar menggelengkan kepalanya. "Jangan harap! Aku tidak akan semudah itu mundur dan menjauh dari dia hanya karena ucapan kamu!" seru Haidar kepada Juan.
Haidar kini berbalik untuk kembali ke arah mobilnya. Dua mobil yang ada disana telah membuat kemacetan di sekitaran mereka.
Haidar menghentikan langkah kakinya. dia kembali menolehkan kepalanya ke arah belakang di mana Juan masih berdiri di sana.
"Apa urusan kamu dengan ini? Aku mau kembali dekat lagi dengan di atau tidak, itu bukan urusan kamu!" seru Haidar kepada Juan. kini dia kembali melangkahkan kakinya ke arah mobil. Dengan cepat dia masuk ke dalam sana dan membanting pintu dengan keras.
__ADS_1
Mobil kembali melaju di jalanan yang ramai. seketika perlahan kemacetan itu terurai. Juan menatap kepada mobil hitam yang kini telah meninggalkannya.
Dia sungguh tidak rela Yumna kembali kepada mantan suaminya itu. Baginya, seseorang yang pernah membuat orang lain kecewa tidak akan pernah baik jika kembali lagi bersama.
Juan kini masuk ke dalam mobil. Dia meninggalkan tempat itu dengan segera dan kembali ke rumahnya dengan perasaan kesal.
Juan tidak mengerti dengan apa yang dia lakukan. Otaknya tidak bisa berpikir dengan jernih. Masih saja memikirkan kenapa dia bisa nekat seperti itu.
"Aku sudah gila!" gumam Juan pada dirinya sendiri.
...*******...
sambil nunggu Yumna update, yuk sini dulu
__ADS_1