YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
368


__ADS_3

"Eh, bukannya gitu, Ma. Bukan Mama nggak penting. Tapi ... aku nggak bisa mikirin apa-apa selain minta tolong Mami tadi. Maaf. Aku lagi panik, Ma." Haidar tersenyum malu, Lily hanya menggelengkan kepala saja melihat kelakuan menantunya ini.


"Ya sudah, Mama maafkan. Tapi lain kali kalau ada apa-apa baiknya Mama juga dikasih kabar, Haidar. Kalau Mami Mitha nggak kabarin Mama, jelas Mama nggak tau Yumna udah ke rumah sakit," ucap Lily menatap Haidar dengan tatapan sinis. Akan tetapi, bukan benci yang dia rasakan pada Haidar, tapi hanya kesal semata.


"Iya. Baik, Ma," ucap Haidar patuh. Mati gaya dia di depan keluiarga sang istri. Sadar akan kesalahannya kini yang menurutnya akan membuat dirinya semakin salah di mata keluarga istrinya.


Hingga sampai sore menjelang, para wanita saling bertukar cerita, berbeda dengan para lelaki yang hanya duduk diam saja. Arkhan dan Azkhan sedang sibuk dengan game di tangannya, sedangkan para ayah terkadang membicarakan tentang pekerjaan yang sangat membosankan. Terkadang pembicaraan di antara mereka random saja, mulai membahas nama, sekolah, dan masa depan cucu yang bahkan belum lahir sama sekali.


"Kamu nggak mules lagi, Yumna?" tanya Lily. Yumna menggelengkan kepalanya. Seingatnya, tadi pagi dia masih bisa merasakan perutnya yang mulas, tapi semenjak datang ke rumah sakit, tidak terasa lagi seperti tadi.

__ADS_1


"Ini apa nggak jadi lahiran ya?" celetuk Syifa.


"Nggak tau." Yumna hanya menjawab sekenanya. Dia memang tidak tahu, ini adalah pengalaman pertamanya sebagai seorang ibu yang akan melahirkan.


Akhirnya Yumna kembali ke rumah setelah dokter menyatakan jika apa yang Yumna rasakan adalah kontraksi palsu. Semua orang kecewa, tapi mereka akan tetap menunggu hingga waktu itu tiba.


"Sebaiknya kamu pulang ke rumah kita. Gimana? Biar kamu ada yang jagain, atau di rumah Mami Mitha. Jangan cuma kamu aja sendiri di rumah, Yumna. Kan Haidar juga kerja terus," saran Mama Lily kepada putrinya. Hal itu disetujui oleh Mitha. Sungguh dia akan sangat senang hati jika Yumna ada di rumahnya.


Ya. Wajar kalau memang mereka khawatir mengingat Yumna yang mengandung dan hampir melahirkan. Cucu pertama yang ada di dua keluarga tersebut.

__ADS_1


Yumna dan Haidar pulang berdua, Mitha mendecak kesal karena cucunya tidak jadi lahir di hari ini


"Ma," panggil Yumna di saat mereka sudah sampai di parliran.


"Ya?" tanya Lily.


"Maaf ya soal yang ini. Aku juga nggak tau kalau ternyata aku nggak jadi lahiran. Aku juga nggak tau kenapa ini," gumam Yumna pelan.


"Iya, nggak apa-apa. Kamu nggak jadi lahiran sekarang juga. Kan bukannya kamu juga harus mempersiapkan mental dan segala sesuatunya pas waktu lahiran nanti?" ujar Lily yang dibenarkan oleh mertuanya.

__ADS_1


"Iya, Aku juga rada takut sih. Apa aku bisa jadi ibu yang baik?" gumam Yumna. Lily mengusap punggung sang putri dengan lembut.


"Bisa, jangan khawatir. Mama juga dulu begitu, Bukan kamu aja,"


__ADS_2