YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
211. Ketahuan Syifa


__ADS_3

Yumna masuk ke dalam rumah dengan keadaan hati yang sangat bahagia. Makan malam sederhana bersama dengan Haidar membuat dia merasa tak bisa mengatakan apa-apa lagi, padahal ini hanya sekedar makan malam sederhana.


Dengan langkah yang ringan Yumna masuk ke dalam rumah, sedikit berdendang. Suasana di dalam rumah itu telah gelap sebagian, pastilah karena asisten belum mematikan seluruh lampu utama yang ada di rumah itu.


Yumna hendak melangkahkan kakinya menaiki ank tangga pertama dan berhenti melangkah saat mendengar syar seseorang yang sangat dia kenal.


"Yumna, dari mana?" tanya Bima yang duduk di kursi dengan sambil memainkan hpnya. Yumna berbalik arah dan mendapati tatapan penuh tanya dari sang ayah.


"Dari luar, Pa. Ketemu teman," jawab Yumna.


"Teman siapa?" tanya Bima menyelidik, melepaskan kacamata baca yang dia kenakan.


"Teman, Pa. T-teman Yumna, lah," jawab Yumna terbata. Ada rasa takut juga melihat Bima yang menatapnya seperti itu.


Yumna mendekat pada Bima dengan perlahan dan menyimpan plastik berisi makanan yang dia bawa ke ats meja.


"Yumna ... beli sate, tapi gak tau apa Papa mau makan ini sekarang atau tidak?!" tanya Yumna.


"Kalau Papa mau makan ini sekarang, Yumna ambilkan piring," ucap Yumna menawarkan.


Bima hanya menatap makanan yang kini ada di depan matanya, tusuk sate mencuat dari dalam kantong plastik yang Yumna simpan di sana.


"Papa mau makan?" tanya Yumna sekali lagi.


"Enggak," jawab Bima. "Simpan saja di sana. Nanti kalau Papa mau Papa akan ambil piring sendiri," ucap Bima.


"Apa kamu sedang dekat dengan laki-laki?"


Pertanyaan Bima membuat Yumna membeku seketika.


"Eh, anu ... apa yang Papa katakan?" tanya Yumna dengan dada yang berdebar.

__ADS_1


"Apa kamu sedang dekat dengan laki-laki?" tanya Bima sekali lagi. Dia measih menatap Yumna dengan tajam dan menunggu jawaban dari putrinya itu.


"Kami hanya berteman saja," jawab Yumna akhirnya. Berbohongpun rasanya tidak mungkin juga. Mama dan Papanya sudah banyak makan asam garam kehidupan.


"Maaf, Pa. Tapi Papa tenang aja, Yumna dan dia hanya temenan kok!" ucap Yumna lagi. Bima masih menatap Yumna hingga membuat Yumna kaku otot tubuhnya.


"Benar itu?"


"Benar!" Yumna mengangguk. "Kami hanya berteman saja!" Bima menatap Yumna yang mengangguk dengan cepat. Kali ini Bima menghela napasnya dan mematikan hp yang ada di tangannya.


"Ya sudah. Kamu istirahat saja. Ini sudah malam. Ingat besok ada meeting yang harus kita lakukan pagi hari," ucap Bima, membuat Yumna kini menghela napasnya dengan lega.


"Iya, Pa. Selamat malam kalau begitu. Yumna naik dulu ke atas." Yumna mendekat ke arah Bima dan mecium pipi papanya itu dengan singkat dan segera berlari ke lantai atas.


Bima hanya menatap Yumna yang kini sudah berada di lantai atas.


Tangan Bima kembali memegang hpnya, dia menghubungi seseorang di luaran sana, seketika raut wajahnya berubah menjadi suram.


"Kenapa rasanya rindu juga, ya? Padahal baru saja bertemu?" Yumna bertanya pada dirinya sendiri. Dia menatap layar hp yang gelap.


"Ada apa aku ini? Dia kan pasti masih di jalan sekarang ini." Yumna terkekeh menyadari kebodohannya. Tentu saja Haidar belum sampai di rumahnya karena jarak rumah Keluarga Mahendra dan rumah Keluarga Rahadian berjarak cukup jauh, bisa memakan waktu lebih dari satu jam lamanya.


"Dia akan kabari aku kalau sudah sampai apa tidak, ya?" Yumna masih saja bergumam sendiri, lalu merasa malu dengan apa yang baru saja dia gumamkan.


Pintu kamar Yumna diketuk dari luar beberapa kali, suara teriakan Syifa yang memanggil namanya terdengar dengan jelas. Segera Yumna membukakan pintu dan melihat benar saja Syifa yang ada di depan pintu kamar.


"Gak bisa tidur!" ujar Syifa seraya cemberut.


"Kenapa?" tanya Yumna pada sang adik.


"Gak ada hp, bosen gak bisa lihat drakor!" seru adiknya. Syifa menyeruak masuk ke dalam kamar dan membaringkan dirinya di atas kasur Yumna, memeluk bantal guling kesayangan Yumna dengan erat. Yumna mendekat ke arah adiknya yang terlihat enggan kembali ke kamarnya.

__ADS_1


"Cuma nonton drakor bisa kalli di laptop, Dek!" seru Yumna, sedikit kesal karena bayangan tentang Haidar terganggu dengan kehadiran adiknya yang manja ini.


"Males, Kak, nonton di laptop, enakan di hp bisa sambil rebahan," jawab Syifa.


"Laptop juga bisa sambil rebahan," ujat Yumna tak mau kalah. Dia duduk di samping sang adik yang masih tiduran dengan nyaman.


"Gak enak, kalau laptop gak bisa dipegang!" Yumna menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan apa yang ada di dalam kepala sang adik. Jika dipikir memang enak di laptop lah, gak capek harus pegang.


"Kalau di laptop tuh cepet tidur, Kak. kan gak di pegang tuh, beda kalau di hp kan hpnya di pegang, jadi bisa tahan melek agak lama. Pinjem hp!" ujar Syifa dan di akhir kalimat dia meminjam hp milik sang kakak.


Yumna merasa kesal dengan jawaban adiknya yang seperti itu, tapi tangannya memberikan benda pipih miliknya pada sang adik.


"Lagian hp kamu ilang, kok gak minta ke mama atau papa beli yang baru?" tanya Yumna. Syifa mulai mencari judul film yang beberapa hari yang lalu dia tonton dan belum dia selesaikan.


"Bukan ilang juga sih, tapi kayaknya jatuh dimobil temen. Tapi Syifa belum ketemu sama dia," ujar Syiifa pada sang kakak.


"Kenapa juga gak kamu cari atau dia yang cari kamu?"


"Em ... mungkin dia sibuk!" jawab Syifa sekenanya. Film yang dia cari sudah ketemu dan menayangkan adegan peradegan. Yumna hanya melirik adiknya itu yang memeluk bantal guling sambil menonton film korea yang dia suka.


"Bukannya tidur, ini sudah malam, loh!" peringat Yumna.


"Belum ngantuk, Kak. Tadi pulang kuliah aku tidr siang lumayan lama. Jadi belum ngantuk," ujar Syifa.


"Ya sudah, Kakak mau tidur. Kecilin suaranya, geseran dikit!" Yumna mendorong tubuh adiknya sedikit membuat Syifa menggeser tubuhnya ke tengah.


Tring.


Satu notifikasi terdengar di hp Yumna, Syifa sempat membaca nama si pengirim pesan. Haidar.


"Kak," Syifa menggapaikan tangannya ke pundak kakaknya.

__ADS_1


"Ini Haidar ... Bang Haidar bukan, sih?" tanya Syifa. Yumna tersentak bangun dan segera merebut hp miliknya.


__ADS_2