
"Iya, pasti aku akan berjuang untuk kamu," ujar Haidar pada Yumna.
Yumna tersenyum dengan senang. Dia bahagia dengan kesungguhan yang dia dengar dari Haidar. Semoga saja, Haidar bersungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan.
"Haidar," panggil Yumna dengan pelan, membuyarkan pandangan Haidar dari mata Yumna.
"Iya?"
"Lebih baik kamu cepat antar aku pulang. Mama dan Papa gak suka aku terlambat sampai ke rumah," ujar Yumna. Haidar tersentak kini, dia segera melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
Ah, kenapa waktu cepat sekali berlalu? Aku masih ingin bersama dengan Yumna, batinnya ingin memberontak. Ingin sekali dia mempunyai kekuatan untuk menghentikan waktu supaya dia bisa lebih lama berduaan dengan Yumna.
"Terlambat satu jam, apakah mama dan papa akan marah?" tanya Haidar merasa bersalah.
Yumna mengangkat bahunya. "Tidak tau, tapi akan lebih baik kalau kamu cepat antarkan aku pulang ke rumah."
__ADS_1
"Oh." Haidar terlihat lesu dan tidak bersemangat, tapi dia kemudian mengangkat pandangannya dan menatap Yumna dengan senyuman di bibirnya. "Oke aku akan antar pulang sekarang," jawab Haidar. Yumna tersenyum senang mendengar Haidar mengatakan itu.
Mobil hitam itu kini mulai kembali melaju di jalanan yang padat. Banyak kendaraan yang melaju bersama dengan mereka membuat jalanan sedikit tersendat, ini membuat Haidar sedikit menyunggingkan senyumnya. Macet, berarti akan membuat dia lebih lama bersama dengan Yumna.
Hal itu diketahui oleh Yumna yang melirik ke arah Haidar. Dia merasa aneh melihat Haidar yang tersenyum sendiri.
"Kamu kenapa tersenyum gitu? Apa ada yang lucu?" tanya Yumna pada Haidar. Yumna khawatir ada yang aneh pada wajahnya hingga membuat Haidar menarik kedua sudut bibirnya.
"Tidak ada. Aku hanya sedang senang," ujar Haidar pada Yumna.
"Senang kenapa?"
"Aneh," gumam Yumna, tapi masih bisa didengar oleh Haidar.
"Aneh kenapa?" tanya Haidar dengan bingung.
__ADS_1
"Kamu yang aneh! Macet kok senang?"
Haidar tidak peduli dengan ucapan Yumna yang menyebutnya aneh.
"Aku senang karena bisa berdekatan lebih lama sama kamu," ujar Haidar, lagi-lagi membuat Yumna memerah di wajahnya.
Yumna memalingkan wajahnya ke arah lain. Dia tidak kuat dengan suasana yang ada di dalam sana.
Apa AC mobil ini mati? Terasa panas menurut Yumna.
"Nanti kalau mama atau papa bertanya kenapa aku mengantarkan kamu dengan telat, aku gak harus berbohong pada mereka berdua, bukan?" ujar Haidar pada Yumna.
Yumna mengangguk setuju dengan apa yanga Haidar katakan barusan, "Benar sekali. Kamu gak perlu bohong untuk bisa berlama-lama dengan aku. Tapi bukan berarti juga kalau kamu akan cari jalan macet lainnya ya," tuding Yumna pada Haidar. Pria itu hanya terkekeh pelan mendengar ucapan Yumna barusan.
Memang setadinya dia ingin melakukan hal itu, tapi sudah ketahuan, tidak jadi deh. Daripada Yumna marah, lagipula Yumna juga mengenal jalan ke rumahnya, pasti dia akan marah jika Haidar melakukan hal itu.
__ADS_1
"Besok, aku jemput lagi?" tanya Haidar pada Yumna.
"Hem ... ya boleh," ujar Yumna dengan senyum senang bahagia.