
Yumna baru saja keluar dari kamar mandi. Dia berjalan dengan sangat perlahan karena merasakan perutnya yang sedikit sakit. Tidak biasanya dia merasakan sakit seperti ini sebelumnya. Hingga akhirnya dia sampai di lemari dan mengambil daster dari sana.
"Aw!" rintih Yumna lirih. Rasa sakit itu muncul lagi. Yumna hanya berpikir jika mungkin karena semalam dan juga tadi dia telah digempur oleh Haidar dengan cukup kuat. Entah siapa yang salah, yang jelas keduanya sama-sama menikmati proses demi proses yang Othor nggak mau sebutkan satu persatu. Bahaya, nanti kalau kalian Para readers ngehalu Othor lagi yang disalahin, apa lagi kalau suami pada nun jauh di sana. Mau main solo?🤣🙈. Wkwkwk.
"Kok sakit ya?" gumam Yumna, kemudian berjalan dengan pelan dan duduk di tepian kasur. Ada rasa tak nyaman di bawah sana. Sakitnya timbul tenggelam rasanya, seperti sakit saat telah menahan buang air kecil.
Beberapa saat lamanya Yumna duduk di sana, dia menarik napas dan membuangnya, mensugesti agar rasa sakit itu hilang.
"Sayang, kamu sudah selesai mandi?" tanya Haidar setelah membuka pintu. Yumna menoleh pada Haidar dan tersenyum.
"Sudah."
"Kita sarapan, yuk. Yang tadi sudah aku selesaikan," ucap Haidar. Yumna menganggukkan kepala.
"Iya," ucapnya kemudian berdiri dan mengikuti langkah kaki sang suami ke ruang makan.
__ADS_1
Makanan yang tadi sempat terjeda di atas wajan kini sudah tertata rapi di atas meja makan, Yumna segera duduk dan menikmati makan pagi yang sudah kesiangan.
"Hari ini jadi ke rumah mami kan?" tanya Yumna.
"Iya, kalau kamu mau ke sana, kita ke sana setelah makan nanti."
Yumna tersenyum senang, dia memang merindukan Mitha dan juga Arya.
"Eh, tau gitu tadi aku sekalian ganti baju yang lain. Kamu nggak bilang berangkat jam berapa," ujar Yumna kesal.
Mereka segera menghabiskan makanan dan bersiap untuk pergi ke kediaman Keluarga Rahadian.
Rasa sakit itu masih saja timbul tenggelam, Yumna merasa seperti ada yang mencubit bagian bawah perutnya dari dalam, tapi dia abaikan saja karena rasa itu tidak selalu ada, sebentar datang sebentar pergi.
Haidar yang merasa Yumna menjadi aneh karena tak banyak bicara akhirnya bertanya, "Kamu kenapa?" tanya Haidar melirik ke arah Yumna, jalanan di depan sedikit ramai, mungkin karena ini adalah jam makan siang.
__ADS_1
"Nggak apa-apa."
"Bener nggak apa-apa?" tanya Haidar sekali lagi. Yumna menganggukkan kepalanya dengan pasti.
"Iya. Haidar nanti kalau ada yang jual buah mangga aku mau ya. Belikan yang pedes," ucap Yumna, mulutnya sedikit mual sekarang ini.
"Oke."
Perjalanan mereka lakukan dengan lancar, meski sedikit lama dari biasanya.
"Assalamualaikum!" seru Yumna. Mitha yang sedang membaca majalah resep memasak menyimpan buku tersebut dan berlari ke pintu depan, dia tersenyum senang saat melihat menantunya ada di sana.
"Yumna!" seru Mitha memeluk Yumna dengan erat. Bukan hanya itu saja, Mitha juga menangis saking bahagianya.
"Kamu pulang juga akhirnya," ucap Mitha mengelus lengan Yumna. "Mami kangen sekali. Kamu kemana aja selama ini?" tanya Mitha lagi. Pertemuan penuh haru tersebut tidak ingin Haidar ganggu, dia hanya pergi ke dapur hanya untuk mencari cemilan.
__ADS_1