YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
253. Anak Baru Yang Tertindas


__ADS_3

Yumna telah melakukan wawancara dan berhasil menjadi salah satu karyawan asing di perusahaan tersebut. Lily dan ketiga adiknya, sangat senang sekali. Akan tetapi, tidak begitu adanya dengan Bima. Dia sedikit tidak suka, tapi juga bisa menampakkan ketidaksukaannya itu kepada putrinya. Hanya bisa tersenyum dan membiarkan semua orang bahagia dengan pencapaian Yumna.


***


Dua bulan telah berlalu. Tentu saja bukan hal yang mudah bagi Yumna berada di tempat yang baru. Dia seperti karyawan baru lainnya yang ada di perusahaan lain, selalu menjadi bulan-bulanan seniornya di kantor. Sedikitnya, ada beberapa yang tidak suka dengan kinerja Yumna yang bagus, pengalaman dari menjadi asisten Bima di perusahaannya. Tidak ada seorang pun yang tahu jika nama Mahendra yang tersemat di belakang namanya adalah nama besar seorang pengusaha ternama.


Beberapa minuman kopi telah Yumna bawakan ke ruangannya, permintaan rekan senior yang dengan semena-mena memerintahnya dengan tak berperasaan. Kali ini Yumna masih bisa menahan diri dari perbuatan mereka, masih menjadi karyawan yang baik.


"Eh, kopiku kenapa gak dingin? Aku kan minta yang dingin," ucap salah seorang karyawan wanita yang tercantik di ruangan itu, tampak dia sedang memegang kaleng kopinya dan menunjukkannya pada Yumna.

__ADS_1


"Hei, anak baru!" panggil wanita itu lagi kepada Yumna. "Kopinya gak dingin, bisa gak kamu belikan yang dingin?" tanya wanita itu.


Yumna mendelik tak suka, dia juga lelah dengan pekerjaannya, ditambah lagi dengan perlakuan beberapa orang yang sungguh keterlaluan padanya.


"Maaf ya, emang yang keluar dari mesin kan gak ada yang dingin. Kalau mau dingin masukin aja ke dalam kulkas," ucap Yumna dengan berani. Wanita itu melotot mendapatkan ucapan Yumna yang kali ini bernada bantahan. Dia berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Yumna.


"Aku kan tadi pesan yang dingin, kenapa gak belikan di toko depan kantor? Di sana kan ada yang dingin," ucap wanita itu dengan sedikit marah, dia menyerahkan kaleng itu dengan kasar ke tangan Yumna.


"Bisa tidak suruh saja OB? Aku juga banyak pekerjaan di sini," ujar Yumna sama kesalnya. Sudah untung dia mau membelikan kopi tersebut untuk mereka semua. Perdebatan itu mengundang perhatian lima orang yang ada di dalam ruangan tersebut, menatap dua wanita yang sama cantiknya sedang berdebat.

__ADS_1


"OB atau kamu kan sama saja, lagian juga kan pekerjaan kami juga lebih banyak dari kamu. Memangnya kamu mau kalau kita semua disalahkan atasan?" tanya wanita itu dengan geram.


Yumna menatap malas wanita yang ada di depannya, dia membuka kaleng minuman kopi tersebut dan menumpahkannya di bahu wanita itu sehingga kemeja putih yang dia pakai kini berwarna cokelat.


Tidak ada satu orang pun yang menyangka kejadian tersebut sehingga semua yang ada di sana membuka mulutnya lebar. Termasuk wanita yang ada di depan Yumna.


"Astaga!" ujar salah seorang dari mereka. Sungguh tidak percaya jika ada kejadian yang seperti ini.


"Dia cari mati!" ucap salah seorang yang lain. Jelas Yumna juga mendengar ucapan orang-orang itu, tapi dia tidak peduli sama sekali.

__ADS_1


"Upss! Maaf, tidak sengaja, Bu. Lain kali panggil saja OB untuk hanya sekedar belikan kopi!" Yumna tersenyum tipis dan menyerahkan kaleng yang telah kosong itu ke tangan seniornya. Dia kembali ke tempat duduknya dengan tanpa peduli lagi dengan tatapan dari beberapa orang yang lain.


__ADS_2