
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, Yumna dan Haidar akan pergi ke rumah Bima setelah seminggu mereka menikah. Bukan tanpa sebab, mereka juga harus menginap di rumah Mitha karena permintaan mertuanya itu. Sedikit berat sebenarnya meninggalkan Mitha dan Arya di rumah itu. Mereka sagat baik sekali telah menerima Yumna kembali di rumah ini.
"Kalian serius mau tinggal di sana? Gak di sini aja sama Mami?" tanya Mitha saat Yumna dan Haidar membawa tas berisi beberapa pakaian milik mereka. Tidak rela rasanya melepas dua anaknya pergi dari sana. Tiga hari bersama dengan Yumna membuat Mitha merasa senang sekali, ada teman mengobrol dan juga memasak bersama.
"Iya, Mi. Maaf, ya. Tapi kita juga harus mandiri, Mi." Yumna tak enak hati, tapi harus tega meninggalkan Mitha di sini.
Mitha merajuk, berharap jika kedua anaknya ini akan tinggal lagi bersama dengan dirinya. Arya yang melihat tingkah Mitha segera menegur istrinya itu.
"Mami, gak baik menahan anak-anak. Biarkan mereka berdua saja. Kamu ini kayak gak pernah muda. Dulu aja kamu juga begitu, kan?" ujar Arya dari tempatnya duduk, masih sibuk dengan pekerjaannya meski ini adalah hari libur.
"Tapi aku gak mau mereka pergi, Pi. Sepi di rumah ini kalau gak ada mereka!" ucap Mitha dengan gaya rengekan khas anak kecil.
"Sudah deh, Mi. Kalau Mami mau datang ke rumah nanti ya datang aja, kali aja Mami mau kabur bentar gitu, pintu rumah kami siap kok dibuka buat Mami," celetuk Haidar yang membuat Arya mengalihkan fokusnya pada anak badungnya itu.
__ADS_1
"Ngajarin gak bener kamu, Haidar!" ujar Arya kesal. Haidar tertawa kecil seraya mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
"Hehe, ya kan kali aja gitu, Pi. Kan kasihan juga Mami kalau lagi bete gak ada tempat pergi."
Mendengar hal itu membuat Mitha berpikir. "Benar juga sih, kalau kalian di sana Mami bisa nginap ya?" tanya Mitha seakan setuju dengan apa yang Haidar katakan.
Yumna yang melihat tatapan Arya yang tak suka menyenggol perut Haidar dengan sikunya sehingga Haidar meringis kesakitan.
"Bicara itu yang bener. Kok bilang gitu!" kesal Yumna. Haidar hanya terkekeh tanpa rasa bersalah.
Arya menatap anaknya itu, sedikit berpikir jika apa yang Haidar katakan memang benar sekali.
"Eh, boleh deh. Mami kalau mau kabur ke tempat mereka aja, jangan pergi ke rumah ibu," ucap Arya yang kemudian mendapatkan tatapan tajam dari istrinya. Beberapa kali Mitha akan pulang selama satu atau dua minggu jika mereka sedang ada masalah, sampai Arya harus mengubah jadwal untuk menjemput Mitha dari kot yang lain, bukan dekat jaraknya sehingga dia juga harus pergi selama lebih dari dua hari.
__ADS_1
"Ih, kesenengan Papi kamu kalau Mami pergi ke rumah menantu, kan? Jemputnya juga deket, gak sampai sejam!" kesal Mitha. Arya terkekeh membuat Mitha menjadi kesal.
"Kalian mau berangkat sekarang?" tanya Mitha pada Haidar dan Yumna.
"Iya, Mi. Sekarang aja, biar cepet bikin dedek bayi," ucap Haidar. Yumna terkejut mendengar penuturan Haidar dan kembali menyikut perut suaminya itu.
"Aww! Sakit. Astaga! Kamu ini kayak Mami kalau lagi marah!" kesal Haidar pada istrinya, sangat sakit sekali apa yang baru saja Yumna lakukan terhadapnya.
"Lagian sih, kamu tuh bilang sembarangan! Kan malu!" ucap Yumna dengan berbisik kesal. Haidar tersenyum meringis, tidak ada kata maaf sama sekali yang keluar dari bibirnya. Mitha dan Arya pun sama, tertawa dan setuju saat mendengar Haidar berkata seperti itu.
"Iya, gak apa-apa, Yumna. Wajar kok kalau kalian mau cepat-cepat berduaan aja. Cuma Mami minta kalau kalian mau 'ahem-ahem' jangan lupa kunci pintu ya. Jangan main di sembarangan tempat, cari tempat yang nyaman, haha." Tawa Mitha menggelegar membuat Yumna merasa semakin malu atas apa yang Mitha katakan barusan. Mitha juga tidak peduli akan wajah merah menantunya, malah semakin suka saat melihat Yumna yang malu-malu menggemaskan seperti kucing rumahan.
"Ya sudah, sebentar. Mami ambil tas dulu. Mami mau ikut antar ke rumah baru kalian, mau pesan satu kamar biar Mami ada tempat kalau lagi kabur," bisik Mitha sambil berlalu dari keduanya dan dengan langkah yang cepat berlari menuju kamar.
__ADS_1
"Papi juga mau ikut, jaga-jaga kalau Mami benar-benar kabur, jadi Papi bisa tau harus nyusulin kemana," ujar Arya kini bangkit dari duduknya sambil memutar kunci mobil di tangan. Arya berjalan menuju ke arah luar sambil bersiul.
Yumna dan Haidar saling bertatapan satu sama lain. "Astaga, orang tua gue," ujar Haidar. Yumna hanya tertawa kecil melihat wajah lucu Haidar.