
Yumna menatap Haidar yang kini tertidur dengan pulas. Pak Dani dan Jeje sudah kembali ke pos mereka. Tak lupa Yumna mengucapkan terimakasih pada keduanya.
Dia menatap wajah Haiar yang damai dalam tidurnya, sesekali keningnya mengkerut, entah dia sedang bermimpi atau apa. Tapi jujur saja kembali melihat pria ini tidur menerbitkan senyum tanpa bisa ia tahan di bibirnya.
Kangen? Ya jujur saja. Semenjak berpisah tak ada obrolan menyenangkan sebelum tidur. tak ada lagi perdebatan yang membuat mereka pada akhirnya tertawa bersama.
"Yumna... Gue kangen...." Mata Yumna membola saat mendengar langsung Haidar mengatakan kangen padanya.
Ini benaran atau bagaimana? Akh... tentu saja bukan. Dia sedang mabuk!
Kembali menepis apa yang ada di dalam fikirannya. Tak mungkn Haidar kangen padanya sedangkan Mama Mitha bilang Haidar selalu pulang malam karena bertemu dengan Viola.
Sifat Haidar berbeda, sudah berubah. Dia menjadi sosok pembangkang bahkan sekarang ini suka pulang dengan keadaan mabuk. Mami tidak tahu harus bagaimana lagi mengurusi anak ini!
Yumna membenarkan letak selimut pada tubuh Haidar menaikkannya hingga ke dada. Jangan sampai dia bergerak dan membuat selimut itu turun dan memperlihatkan hal yang tak seharusnya. Yumna tak akan tahan melihat sesuatu yang seperti itu lagi. Dia wanita dewasa, sudah tahu apa namanya, apa fungsinya, hanya saja belum tahu rasanya.
Wajah Yumna memerah. Bagaimana dia bisa memikirkan hal seperti ini? Tentu saja karena Haidar tak memakai sehelai benangpun di balik selimut ini. Pak Dani dan Jeje tidak memakaikan baju pada pria ini. Dia polos seperti bayi sekarang.
Polos...
Yumna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Stop memikirkan hal yang tak seharusnya! Pergilah fikiran kotor! Pergi...!
Dia menampar pipinya sendiri, mencoba menghalau bayangan-bayangan ahem-ahem dengan adegan dewasa yang vulgar.
Hwaaa..... tak tahannn....
Yumna beranjak pergi ke arah kamar mandi. Lebih baik dia mencuci mukanya agar bisa meredam rasa panas disana.
Apa yang aku fikirkan.... Parah ini! Ini karena Vera suka kasih lihat aku video dewasa! kesal Yumna.
Dia harus menghapus beerapa kiriman Vera yang kemarin temannya itu kirimkan. Meski tak suka, tapi rasa penasaran memang ada. Sedikit saja mengintip sisanya anteng dengan mata terbuka lebar sambil merasakan sesuatu yang berdenyut.
Nah loh... siapa yang suka begitu? NGAKU GAK!!!
Yumna kembali lagi ke arah kasur. Dia sangat mengantuk sekali. Ini hampir jam dua malam, tadi dia sempat tertidur dari jam sembilan sampai jam sebelas malam, dan terbangun saat Pak Dani menelfonnya.
__ADS_1
Mulut Yumna menguap, terbuka lebar. Dia menutup mulutnya dengan punggung tangannya. Haidar sudah tidur dengan tenang, mungkin dia tak akan meracau lagi seperti yang dikatakan Pak Dani tadi.
"Sebaiknya aku juga tidur!" gumamnya lalu mengulurkan tangan meraih hp yang ada di atas nakas.
Grepp...
Haidar berbalik, mengubah tidurnya miring ke arah Yumna berada, tangannya memegang erat tangan Yumna.
"Yuma...." racau Haidar dalam tidurnya.
Yumna ingin tertawa. Panggilan Haidar barusan membuatnya teringat dengan nama panggilannya dulu. Tak bisa menyebut namanya dengan benar hingga dia selalu menyebut dirinya Yuma.
Yumna mencoba melepaskan tangan Haidar dari sana, tapi tak bisa. Pria itu sangat erat memegangi pergelangan tangannya, padahal dia sedang tidur.
"Jangann... pergi...." lirih terdengar.
Yumna menghela nafasnya. Oke, akan dia tunggu sampai pria ini melepasnya kemudian dia akan pergi ke kamar atas.
Yumna duduk di tepian kasur, bersandar pada kepala ranjang.
Sepuluh menit...
Dua puluh menit...
Mencoba melepaskan dirinya, tetap Tak bisa.
Dua puluh lima menit...
Keduanya tertidur dalam satu kasur...
***
"Hwaaaa... apa yang elo lakuin?!" teriakan seseorang di pagi hari membangunkan yang lainnya. Dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Dada indahnya terekspos sempurna tak terturup sehelai kainpun.
"Yumna, elo... elo... Apa yang elo lakuin sama gue?" tanya Haidar dia menunjuk Yumna dengan satu tangannya sedangkan tangan yang lain masih ia silangkan di depan dada.
"Elo berisik!" cerca Yumna tak suka. Dia melemparkan bantal guling pada pria yang kini sedang menatap bingung ke arahnya.
__ADS_1
Haidar membuka sedikit selimutnya, mengintip keadaan di dalam sana yang sepertinya sangat leluasa tak tertahan atau terhalang apapun.
HWAAAA.....
Yumna menutup kedua telinganya. Dasar pria lebay! Harusnya yang teriak disini adalah wanita. Kenapa jadi dia yang berteriak?
"Wah... Gak bener nih. Apa yang elo lakuin sama gue selama gue tidur heh..!" Kini selimut yang ada di pinggang Haidar ia tarik untuk menutupi dadanya.
Dengan malas Yumna membuka mata dan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Elo kira gue ngapain?" tanya Yumna pada Haidar.
"Elo udah mesumin gue kan?" tuduh Haidar.
"Gk mungkin kalau elo gak mesumin gue, sekarang gue gak pake baju! Lihat ini, lihat!" teriak Haidar hendak membuka selimutnya, dengan cepat Yumna merebut selimut Haidar dan menutupkannya kembali ke dada Haidar.
"Elo gila ya? Ngapain juga buka-buka? Elo mau pamer?" cerca Yumna terkejut. Dia melingkarkan selimut itu ke belakang pinggang Haidar dengan kedua tangannya hingga wajah Yumna hmpir menabrak dada Haidar.
"Halahhh... Ngaku aja. Elo dah apa-apain gue, kan? Elo dah rasain gue?" tanya Haidar keukeuh dengan prasangkanya. Apalagi? Dia tidur satu kasur dengan Yumna dan terbangun tanpa busana?
"Elo bisa mikir gak sih? Lihat baik-baik gue... Masih pakai baju kan?" tanya Yumna, tentu dia tak ingin disangka telah melakukan tindak pelecehan seksual pada Haidar meski pria itu adalah suami halalnya. Setidaknya masih suami, karena mereka belum bercerai.
Enak saja. menuduh orang sembarangan!
"Elo gila atau gimana sih? datang kesini sambil mabuk?" tanya Yumna masih tak menjauhkan dirinya dari hadapan Haidar. Dia takut jika selimut itu melorot dan memperlihatkan sosis yang tak bisa ia makan.
Haidar terpana melihat iris mata Yumna yang berwana coklat gelap. Sudah sangat lama sekali dia tak melihat warna mata indah itu. Turun ke bawah, dia melihat hidung mungil Yumna, mancung, sangat tergoda untuk di cubit, sedikit ke bawah lagi dia melihat bibir Yumna yang tipis. Menggoda untuk di....
Glekk...
Susah payah Haidar menelan salivanya. Sangat menggoda sekali ingin ia raup dengan bibirnya dan ia l*mat...
Pandangan mata mereka saling bersinggungan, saling menatap ke kedalaman mata masing-masing. Yumna terdiam, nafasnya terasa sesak beradu dengan panas nafas Haidar. Bahkan hidung mereka hapir saling menempel satu sama lain.
"Lepasin tangan gue. Gue mau mandi!" tak tahan lagi. Yumna segera memalingkan wajanya ke samping lalu menarik kedua tangannya.
Dia segera keluar dari dalam kamar itu sebelum semakin terpesona dengan suaminya...
__ADS_1
Calon mantan suami...