YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
99. Masih Duo Tengil: Kemarahan si Kembar


__ADS_3

"Hei, Ar. Mau kemana? Arkhan!!" teriak Azkhan saat melihat kakaknya pergi ke arah lain.


Arkhan tak menjawab. Dia terus berjalan sambil mengepalkan erat kedua tangannya. Giginya saling mengerat, bergemeletuk, dengan urat-urat biru yang terlihat kontras di wajahnya.


Dadanya naik turun. Emosi kini melingkupi dirinya.


"Kurang ajar!"


Bugh!


Satu pukulan ia daratkan di pipi, hingga orang yang di pukulnya terpental ke belakang, punggungnya menabrak meja. Dia merintih kesakitan, sedangkan wanita yang sedari tadi menggelayut manja pada pria itu kini hanya menjerit.


"Arkhan apa yang elo lakuin?" Azkhan terkejut dengan apa yang di lakukan kakaknya, tapi kemudian dia terdiam saat melihat siapa tang Arkhan pukul. Pria itu Haidar, dengan Viola? Model itu?


"Baru tiga hari Kak Yumna pulang ke rumah dan elo udah jalan sama cewek lain?" bentak Arkhan. Dia benar-benar marah. Apa mungkin kakaknya pulang ke rumah karena suaminya berselingkuh?


Vio menatap dengan marah ke arah pemuda di depannya. Kini ia tahu siapa dua pemuda dengan wajah sama itu, adik Yumna.


"Heh. Kalian ini jangan melakukan kekerasan. Kalian bisa aku laporkan ke polisi!" jerit Vio. Dia menghampiri Haidar dan membantunya berdiri. Haidar mengusap sudut bibirnya yang perih. Amis darah terasa di mulutnya, ia ludahkan ke lantai tak peduli dengan keadaan sekitar dimana dia berada.


"Kalian tidak tahu apa-apa jangan campuri urusan kami!" bentak Haidar.


Mendengar hal itu kini Azkhan pun sama, tersulut emosinya. Haidar sudah tidak peduli lagi dengan kakaknya, dan dia tidak terima itu!


Tanpa ba-bi-bu dia melayangkan tinjunya. Tentu saja pukulan Azkhan lebih keras daripada kakaknya. Hasil dari latihan bersama calon mertua.


Bugh!

__ADS_1


Bugh!


Beberapa tinjuan ia layangkan pada wajah Haidar. Haidar menahan tangan Azkhan, tapi dia kalah tehnik dengan pemuda itu hingga lagi-lagi dia terhuyung dan terjerembab ke lantai. Wajahnya sudah terasa linu di beberapa bagian.


Beberapa pengujung berteriak meninta tolong. Ada juga yang merekam kejadian itu dengan ponselnya.


"Kurang ajar! Cowok macam apa kamu, hahh?! Brengsek! Kalau kalian sudah tidak mau bersama kenapa kamu gak antarkan kakakku dengan baik! Dasar pria brengsek!" satu lagi pukulan ia darat kan di perut Haidar. Di susul dengan pukulan-pukulan lainnya.


Haidar tidak bisa menepis lagi. Dia sudah kalah tenaga, tubuhnya sakit semua. Dia tidak menyangka dengan kejadian ini, hanya bisa mendorong tubuh adik iparnya. Meski usia mereka beda jauh tapi tubuh keduanya hampir sama.


Arkhan menarik tubuh adiknya. Dia masih kesal. Beberapa kali dia pernah melihat Yumna menyusut air matanya, mengingat hal itu hatinya menjadi sakit. Emosinya kembali bergejolak di dalam dirinya. Tangannya kembali terkepal dan ia layangkan pada pria itu. Tak peduli jika ia adalah kakak iparnya. Ia sangat ingat sekali malam kemarin tante Mitha dan Om Arya datang tanpa pria ini. bbi


Arkhan menarik kerah baju Haidar. Dia berteriak tepat di depan wajahnya.


"Kurang ajar!! Beraninya kamu selingkuh dari Kak Yumna!" Dua pukulan lagi Haidar terima.


Dia mendorong tubuh Arkhan dari atas tubuhnya.


"Kalau kalian tidak tahu apa-apa jangan menuduh sembarangan!"


"Menuduh sembarangan? Jangan berkelit, kalian sudah ketahuan!" Arkhan melayangkan tinjunya lagi, Haidar menahan tangan Arkhan, mereka bergelung di lantai.


Ameera dan Ana menunggu kedua pacar mereka di meja. Dia melihat ke arah orang-orang yang berkerumun.


"Ada apa ya, Meer?" tanya Ana. Meera menggelengkan kepalanya, tapi perasaannya terasa lain. Lebih kepada khawatir. Apalagi si duo tengil belum kembali.


"Kita lihat kesana, yuk!" ajak Ameera. Ana mengangguk, mengambil tasnya dan kemudian pergi ke arah kerumunan itu.

__ADS_1


"Ya ampun! Arkhan! Azkhan!" pekik Ana dan Ameera bersamaan. Mereka terkejut melihat kelakuan pacar mereka masing-masing yang tengah mengeroyok seseorang.


Dua orang sekurity datang dan melerai perkelahian. Mereka menahan tubuh Arkhan dam juga Azkhan.


Ameera dan Ana mendekat ke arah keduanya.


"Kalian ini kenapa?" tanya Ameera tak mengerti, dia melihat Arkhan yang tengah menatap nyalang pada pria di depannya. Dada Arkhan naik turun, wajahnya memendam banyak kebencian


Lalu Ameera melihat ke arah yang lain. Dia tahu pasti itu adalah kakak iparnya. Sudah babak belur.


"Arkhan kamu ini kenapa?" tanya Ameera.


"Ingat. Lebih baik jauhi kak Yumna mulai dari sekarang! Elo gak pantes buat kakak gue! " cerca Arkhan menunjuk tepat ke wajah Haidar.


"Kita pulang!" Arkhan menepis tangan sekurity dan menyeret tangan Ameera dengan kasar ke luar dari sana.


Azkhan pun sama, bedanya Ana yang menyeret tangan lelakinya. Dia takut jika Azkhan akan kembali menerkam pria itu. Azkhan si kalem, namub akan berubah beringas jika seseorang yang di sayanginya diganggu atau di sakiti. Ana sudah pernah menyaksikan itu.


Haidar hanya termangu di tempatnya. Dia mengusap sudut bibirnya yang perih.


*


*


*


Yang ingin Papa Bima hajar Haidar, maaf ya sudah mengecewakan kalian. Papa Bima kan sudah mengerti kalau yang salah bukan cuma Haidar, tapi juga Yumna. Jadi di ganti aja sama si duo tengil.

__ADS_1


__ADS_2