YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
124. Vio: Habisi Aku!


__ADS_3

"Haidaaaarrr!!!" jerit Vio saat Haidar tak mengindahkan panggilannya. Dia menangis tersedu, tubuhnya merosot ke lantai yang dingin. Menangis sesegukan sambil terus memegangi kemeja di tangannya. Tak ia pedulikan riasan wajahnya yang kini entah sudah seperti apa.


"Haidar dengerin aku... huu.... Haidaaar!!!"


Hal itu tak luput dari tontonan beberapa orang yang keluar dari kamar. Baru kali ini mereka melihat Vio yang menangis betulan.


Sarah mendekat, dia sudah memakai kemeja kebesaran milik seorang lelaki. Entah itu pacarnya atau hanya opartner ranjang.


"Vi... Aku akan bantu jelaskan pada Haidar." Sarah mengelus punggung telanjang Vio.


"Haidar marah, Sar. Dia gak mau dengerin gue. huuu... hiiks..." Sarah bingung juga, jika Vio selesai dengan Haidar itu artinya jalan dia kan buntu untuk menuju masa depan gemilang. Selama ini Haidar lah yang membantu Vio dan juga dirinya di dalam dunia yang mereka geluti kini.


"Kita pikirin caranya nanti ya. Elo sabar!"


"Bukan seperti ini yang gue rencanain Sa. Rencana gue sudah gagal total!" Vio bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah meja. Dia membuang kemeja di tangannya, tak dia pedulikan tubuhnya yang kini polos semua.


Dia ambilnya satu botol minuman yang ada di atas meja. Dia pilih yang paling kers dan menenggaknya dengan rakus, cairan yang berdesakan masuk ke dalam tenggorokannya tak muat masuk bersamaan hingga meleleh ke sudut bibirnya. Dia usap dengan kasar sudut bibirnya yang basah dengan punggung tangan. Matanya merah, menahan gejolak dalam hatiya. Bagaimana bisa pria itu ada disini? Bukankah dia bilang akan pulang lusa sedari urusannya di luar negeri?


Sekali lagi menenggak cairan nista itu hingga dia menghabiskan satu botol. Dia melepar botol kosong itu ke lantai hingga pecah.

__ADS_1


Dan sekali lagi menangis sambil menjerit bak orang kesakitan memanggil nama Haidar dan juga meminta maaf padanya.


Vio mengambil minuman lain, kali ini dia duduk dengan angkuhnya di atas sofa, menenggak lagi minuman yang ada di tangannya.


"Ha...Haha.. " terdengar tawa dujana dari bibir Viola, wajah cantik itu berubah menyeramkan kini.


"Haidar, aku pasti akan bisa membawa kamu kembali!" teriak Vio. Entah apa yang ada di otaknya, apakah otak itu cantik atau busuk, entahlah. Dia tak peduli dengan sebutan itu.


Habis dengan minumannya, Viola berdiri. Dia terhuyung akibat mabuk yang kni menderanya, hampir saja terjtuh jika saja dia tak berpegangan pada sandaran sofa.


Satu orang pria mendekat dan membantu Viola, menahan tubun lunglai itu. Vio berhenti melangkah, dia menatap pria yang kini ada di sampingnya, menatapnya dengan lamat.


Menarik dirinya saat dia kehabisan nafas. Pria muda ini sangat mahir berciuman hingga membuat sesuatu di dalam dirinya panas bergejolak.


Nafas vio terengah Dia menatap lamat pria yang usianya beberapa tahun di bawahnya.


"Habisi aku! Lakukan yang kalian suka!"


Tiga pria yang lain terenyum senang, mendengar kata 'kalian'. Rupanya Vio ingin di habisi secara bersamaan, seperti biasanya!

__ADS_1


Sarah menarik satu pria yang menjdi partnernya, pria itu hampir melangkah mendekat ke arah Vio mengikuti yang lainnya.


"Kau partner ku. Jangan dia. Aku juga butuh di puaskan!" ucap Sarah. Dia mengabil wajah pria itu dan ******* bibirnya dengan panas, tak ingin kalah dengan Vio yang kini tengah bermain gila dengan tiga pria lain di atas sofa.


Sarah membawa pria itu ke dalam kamar, sedangkan Vio tak ingin berpindah dari tempatnya. Wanita itu sudah di apit oleh dua pria di atas dan di bawah bak roti lapis, dan satu pria lain berdiri sambil menikmati pijatan lembut dari mulut Vio pada miliknya dari tepi sofa.


.


.


.


.


.


.


Othor gila! Kenapa bisa kepikiran membuat part kayak gini coba?

__ADS_1


🤔🤔🤔🤔🤔


__ADS_2