YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
177. Pagi Yang Selalu Membuat Pusing Kepala


__ADS_3

Yumna bangun dari tidurnya. semalam tidak sadar dia merasa galau sampai dia tertidur. Yumna tidak sempat mengganti bajunya dan juga membuka sepatunya. Pantas saja dia merasa sedikit kedinginan karena dia tidak memakai baju tidurnya dan juga memakai selimut.


Kepala Yumna terasa pusing. Dia segera bangkit dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi.


"Pagi, Sayang," sapa Lily setelah Yumna turun dan bergabung dengan anggota keluarga yang lain. Wajah Yumna sedikit pucat.


"Pagi," jawab Yumna, lalu mendudukan dirinya di kursi.


"Kamu kenapa? Kok pucat seperti itu?" tanya Lily khawatir.


"Nggak pa-pa, Ma. Yumna cuma sedikit pusing. Sepertinya semalam AC di kamar terlalu dingin," jawab Yumna.


"Memangnya Kakak nggak stel dengan baik?" Syifa bertanya sambil mengunyah makanannya.


"Kakak lupa. Semalam pulang dari pesta langsung tidur, nggak ingat dengan AC." Yumna mulai mengambil piring yang tertangkup. Dia menyodorkan piring yang dia pegang kepada Lily yang juga sedang mengisi piring Arkhan.


"Terima kasih, Ma."


"Kalau kamu sakit tidak usah ke kantor saja. Nanti siang Papa juga pulang," ujar Lily.

__ADS_1


Yumna menggelengkan kepalanya.


"Nggak pa-pa kok. Nanti sudah minum obat juga baik," jawab Yumna.


"Jangan paksakan diri Kakak, istirahat saja di rumah kenapa sih?" Syifa bersungut. Kakaknya ini selalu saja seperti ini, keras kepala dan juga pekerja keras.


"Kalau Kakak istirahat di rumah, Memangnya kamu mau gantiin kakak?" tanya Yumna kepada Syifa.


Syifa melengoskan kepalanya ke arah lain. Arkhan dan Azkhan menahan tawa mendengar pertanyaan dan juga sikap kedua kakaknya ini.


"Syifa mana mau ngurusin perusahaan. Pengennya kan dia jadi ratu. Tinggal ongkang-ongkang kaki lalu dapat duit dari suaminya," celetuk Arkhan.


Syifa melotot ke arah adiknya dengan kesal. Dia ingin sekali melemparkan sendok dan garpu yang ada di tangannya kepada si tengil satu itu, tapi tentu saja urung dia lakukan karena pasti mama akan mengamuk kalau terjadi perang saudara di pagi ini.


"Kita pasti akan urus perusahaan kok, tapi kan belum waktunya. Lagian papa juga belum mau ajak kita ke perusahaan. Harusnya sebelum kita kamu duluan yang icip kursi perusahaan." Arkan menjawab yang membuat tatapan Syifa semakin kesal.


"Sudah kalian ini kenapa, sih?" tegur Lily melerai perdebatan yang terjadi diantara kedua anaknya. Anak kembar itu kenapa berbeda? Padahal Azkhan penurut, ceria dan juga tidak suka berdebat, tapi kenapa Arkhan sebaliknya? Dia pendiam, tertutup, tapi ada saatnya dia suka berdebat, apalagi dengan Syifa.


"Ayo cepat habiskan makanan kalian. Setelah ini kalian pergi ke tujuan masing-masing. Mama pusing lihat kalian debat terus!" seru Lily dengan kesal.

__ADS_1


"Ih Mama! kok usir kita sih?" decak Syifa.


Lily duduk di kursinya setelah semua piring anak-anaknya sudah ia isi. "Ya habis kalian ini berdebat terus. Mama pusing dengernya, hampir setiap hari loh kalian begini!" ujar Lily dengan kesal.


"Si Tengil tuh yang duluan cari gara-gara!" seru Syifa sambil menggebrak meja.


"Kok aku? Aku kan bicara yang jujur, itu kenyataannya." Arkhan tidak mau kalah.


Lily merasa pusing jika anak-anaknya ini sudah berdebat seperti ini. Meskipun sebenarnya Arkhan sayang dengan Syifa, tapi dia juga sangat senang sekali mengganggu kakaknya ini.


****


Hai teman-teman. Mampir juga kesini yuk. karya temenku nih.


Blurb:


Merasa putus asa dengan keadaan hidupnya, Noah nekat menjual dirinya ke situs online dan dibeli oleh seorang mafia.


Kini hidupnya mendadak menjadi gangster dan balas dendam pun di mulai pada orang telah membuat hidupnya hancur.

__ADS_1


Apa yang dilakukan Noah untuk membalaskan dendamnya?



__ADS_2