YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
361


__ADS_3

Lelah sudah pasti mereka rasakan, permainan yang cukup lama untuk Haidar dan Yumna setelah beberapa saat mereka berpisah kemarin. Peluh yang membanjiri tubuh keduanya tampak terlihat membasah di tubuh, apa lagi Yumna yang merasa kegerahan kini setelah bergerak lincah di atas tubuh suaminya tadi.


Haidar menatap Yumna yang terengah-engah. Dia tersenyum dengan sangat lebar sekali, senang dengan wanita yang ada di sampingnya kini. Satu kecupan dia berikan pada Yumna.


"I love you," ucap Haidar sambil tersenyum senang.


"Love you too," ucap Yumna balas tersenyum. Yumna menatap langit yang semakin lama semakin terang saja, padahal dia ingin sekali tidur, tapi rasa tak nyaman diperutnya membuat matanya tak mau terpejam, sementara Haidar kini sedang membersihkan dirinya.


Haidar baru saja selesai mandi. Baru saja dia akan keluar dari kamar tersebut, tiba-tiba saja dia terkejut melihat pintu yang tidak terkunci.


"Sayang," panggil Haidar, Haidar semakin yakin jika dia memang lupa menutup pintunya mengingat Yumna masih belum mengenakan pakaian sama sekali.


Yumna menolehkan kepala, dia merasa bingung dengan tatapan Haidar.


"Ya?"

__ADS_1


"Tadi kamu yang buka pintu?" tanya Haidar lagi. Yumna menggelengkan kepala, membuat Haidar yakin jika dia memang lupa menutupnya.


"Kenapa?" tanya Yumna.


"Kayaknya aku lupa kunci pintu, deh."


Yumna terdiam dan menggelengkan kepala. Sungguh terlalu sekali suaminya ini, bermain tanpa ingat untuk menutup pintu. Bagaimana jika ada yang melihat?


"Ya ampun, Haidar. Kamu ini. Gimana kalau Pak Dani masuk ke rumah dan lihat kita?" tanya Yumna, Haidar tersenyum meringis menahan malu.


Yumna merasa akan sangat malu sekali jika memang benar ada yang melihat pertunjukan live mereka.


"Ya sudah, aku mau mandi dulu. Kamu nggak kerja?" tanya Yumna. Haidar menggelengkan kepala.


"Nggak, aku mau libur hari ini. Biar Papi yang urus soal kerjaan di kantor," ucap Haidar. Yumna mengangguk senang, itu artinya masih akan ada banyak waktu untuk mereka bisa berduaan.

__ADS_1


Yumna pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara Haidar pergi ke dapur karena ingat jika dia tadi sedang memasak dan menjedanya untuk bermain lato-lato bersama dengan Yumna. Rasa lapar kini mendera perutnya.


Haidar hendak memberi Pak Dani sedikit makanan yang dia buat, tapi dia terdiam tatkala melihat Mbak duduk di kursi, tengah bersandar dan tertidur dengan pulas di sana. Gara-gara menunggu Yumna dan Haidar selesai, dia sampai bosan dan mengantuk.


"Loh, Mbak, kenapa di sini?" tanya Haidar membangunkan Mbak.


Mbak yang tengah tertidur pulas terbangun akibat sentuhan dan guncangan Haidar.


"Eh, iya. Aduh maaf. Saya ketiduran." Mbak menatap Haidar yang sudah tampak segar sekali, rambutnya basah, sudah mandi.


"Kok bisa ketiduran di sini?"


"Iya, soalnya tadi keluar dulu, takut ganggu kalian," ucap Mbak sekali lagi sambil terkekeh malu. Pun juga dengan Haidar yang kini ingin menghilang saja dari sana. Mbak terlihat senyum-senyum tidak karuan. Ternyata wanita ini melihat dirinya tadi dengan Yumna.


"Anu ... Mbak, jangan bilang sama Yumna kalau Mbak tadi masuk ke dalam ya? Mbak nggak lihat kita, gitu ya," ucap Haidar sambil menempatkan jari telunjuknya di depan mulut. Tentu saja Mbak mengerti, dia juga bukan pertama kali ini bekerja di sini. Sudah pasti jika sudah berpisah lama akan ada sedikit drama, dibumbui oleh perasaan rindu yang menggebu.

__ADS_1


"Iya, Pak ...."


__ADS_2