
"Huachhiihh!!" Yumna menggosok hidungnya yang tiba-tiba terasa gatal.
"Kenapa, Na?" tanya Seno.
"Gak tahu. Hidung aku gatel!" ucap Yumna, dia masih menggosok hidungnya hingga terlihat kemerahan.
"Sudah jangan di gosok terus! Merah, tuh!" Seno menahan tangan Yumna yang masih saja menggerakkan tangannya disana.
"Masa sih?"
"Hu-um, dah kayak jambu air tuh!" tunjuk Seno tepat ke depan hidung Yumna. Di tepisnya tangan Seno dari sana.
"Gatel tahu!"
"Kayaknya ada yang kangenin kamu tuh!" ucapnya lagi.
"Siapa yang kangenin aku?" tanya Yumna.
"Ya siapa tahu aja seseorang?" Yumna melirik ke arah belakang, dimana Haidar dan Vio sedang bercanda bersenda gurau disana.
Gak mungkin! Dia aja lagi sibuk, gak mungkin kalau... Aaihhh apa lagi ini?! menggelengkan kepala dengan cepat menepis fikirannya.
(Gara-gara Samuel tuh mikirin Yumna, jadi aja dia bersin kan?!)
Q: Siapa Samuel?
A: Baca cerita Devanye, deh 😁. part hari ini sama bab Yumna yang update hari ini di buat sedikit nyambung kok.
"Kamu disini ada urusan pekerjaan? Kebetulan sekali ya kita bisa ketemu!" ucap Yumna.
"Bukan! Aku kerja disini!"
"Kerja? Kerja apa?"
__ADS_1
"Jemput tamu dari bandara dan antar mereka sampai ke hotel!"
"Oh..." Yumna mengangguk faham.
"Jadi seperti guide gitu?
Seno terdiam, lalu mengangguk. "Ya begitulah!" jawabnya.
"Kenapa cari kerja sampai jauh kesini? Di Jakarta kan juga banyak kerjaan kantoran?" tanya Yumna.
"Mungkin sudah takdirnya!" jawab Seno.
"Kamu gak mau balik lagi kesana? ayah kamu di tinggal atau ikut kesini?" Yumna menanyakan sang ayah karena ibu Seno telah tiada pada saat mereka hampir mendekati ujian akhir saat di SMP.
"Ayah menikah lagi saat aku SMA, semenjak itu aku di bawa kakek tinggal disini."
"Oohh... jadi itu alasan kamu menghilang dari sekolah?" tanya Yumna. Seno tersenyum seraya mengangguk.
"Pantas saja, tidak ada yang tahu kamu kemana! Aku sama Tia cari-cari kamu, tahu!"
"Cari aku? Buat apa?"
"Ya gak buat apa-apa!" jawab Yumna.
"Beneran? Aaahh jangan bohong, pasti salah satu dari kalian naksir aku yaaa..?!" tunjuk Seno pada Yumna.
"Enak aja! Kita serasa aneh aja kalau gak panggil Seno Bhayangkara gitu! Menghilang gitu aja gak pake pamit. Teman macam apa, kamu!" Yumna kesal, meninju bahu Seno keras.
"Aww... sakit!" rintih Seno, mengelus bahunya yang linu.
"Halahh masa cowok baru segitu aja sakit!" ejek Yumna, dia tertawa menularkan hal yang sama pada pria di depannya.
Semua hal itu tak luput dari penglihatan Haidar dari tempatnya. Sedari awal Seno duduk disana sampai saat ini mereka tertawa berdua, tak luput dari perhatiannya. Satu tangannya bertautan dengan Vio, tapi satu tangan lain terkepal di sisi tubuhnya yang lain. Dia menatap tak suka kedekatan Yumna dengan pria asing yang terlihat sudah sangat akrab.
__ADS_1
Siapa dia? Apa kenalan Yumna? Hahh... bagus!! Belum dua jam sampai disini dia udah sama pria asing aja! Haidar mengeratkan kepalan tangannya hingga terlihat buku-buku jarinya yang memutih.
"Sudah ini kamu mau balik ke hotel?" tanya Seno.
"Rencananya mau jalan-jalan sih, tapi belum tahu mau kemana!" Yumna menggaruk pelipisnya.
"Kalau kamu aku ajak jalan-jalan mau gak? Aku bawa kamu keliling ke tempat menarik!" tawar Seno.
"Emang kamu gak sibuk?" Yumna menatap Seno.
"Sampai sore aku free!"
"Oke!" jawab Yumna cepat. Senang karena dia tidak harus melewatkan waktunya di tempat asing sendirian.
...***...
Haidar berjalan bolak balik di dalam kamarnya. Berkali-kali dia menatap ke arah jam dinding, lalu melihat ke arah pintu. Masih tetap sama. Tak ada seseorang yang mengetuk atau membuka pintu dari luar.
Mengambil hpnya dan menghubungi nomor Yumna.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, atau berada..."
"Aakkhhhh!!!" membanting hpnya ke atas kasur. Kesal.
"Kenapa nomornya gak aktif?! Berani sekali dia mematikan hpnya! Pergi kemana dia? Gak pamit. Gak kasih kabar! Pergi sama orang asing lagi!" Haidar terus berbicara sendiri mengeluarkan kekesalan di hatinya. Lima jam menunggu dan Yumna masih belum pulang juga. Bahkan pesan yang ia kirimkan tidak di bacanya sama sekali.
Mendekat ke arah ranjang dan menatap hpnya. Melakukan panggilan untuk yang ke sekian kalinya. Layar hpnya berkedip-kedip menyala dan mati, dengan gambar Yumna di sana. Gambar yang Haidar ambil saat Yumna sedang mengerjakan tugas kantor yang dia bawa pulang.
"Sial!!" meremas seprai dengan kedua tangannya.
Haidar membuka bajunya dan melemparkannya dengan kasar ke lantai lalu pergi ke kamar mandi.
__ADS_1