
Yumna cukup terpana saat melihat apa yang ada di bandara tersebut, bukan hanya bandara yang tertata dengan sangat rapi seperti biasanya, tapi juga dengan pemandangan bersalju yang turun sedikit dari langit seakan mereka tengah menyambut kedatangannya hari ini. Salju, ya. Akhirnya dia bisa melihat lagi salju setelah sekian lamanya setelah beberapa tahun lalu dia dan keluarganya pergi berlibur di daerah bersalju.
Seseorang datang mendekat saat Haidar dan Yumna keluar dari bandara tersebut, menyambut dengan hangat dan memperkenalkan dirinya kepada Yumna dan juga Haidar dengan sangat sopan sekali. Dia dalah pria yang akan menjemput dan membawa mereka menuju sebuah hotel yang telah Haidar pesan sebelumnya. Juga layanan penjemputan mereka ini telah Haidar pesan untuk membawanya menuju ke hotel.
Mobil limusin itu membawa keduanya menuju hotel di mana mereka akan beristirahat dan menginap di malam ini. Meskipun hanya duduk saja selama di dalam perjalana udara, tapi jujur Yumna sedikit tidak nyaman karena tidak bisa bebas bergerak di dalam pesawat.
Grand Hôtel Stockholm, adalah nama sebuah hotel mewah yang akan mereka tinggali untuk beberapa malam ini, kini telah nampak di depan mata mereka. Yumna tersenyum senang karena akhirnya dia bisa tidur dengan nyaman di kamarnya malam ini. Bagaimana pun juga meski tidur dengan nyenyak di dalam pesawat tadi, tapi memang tidur di dalam kamar adalah hal yang sangat baik baginya.
Haidar melirik sang istri, selama di dalam perjalanan tadi bibir Yumna tidak bisa berhenti untuk tersenyum lebar. Diam-diam menimbulkan rasa senang juga di dalam hatinya. Ternyata dia memang belum mengenal Yumna dengan baik selama ini, membuat Haidar merasa bersalah karena dia kurang mengerti akan apa yang istrinya mau.
"Maaf, ya," ucap Haidar tiba-tiba membuat Yumna menolehkan kepalanya dengan cepat ke arah laki-laki itu.
"Maaf kenapa?" tanya Yumna sedikit bingung.
"Karena aku belum bisa mengerti apa yang kamu mau," jawab Haidar.
__ADS_1
Yumna tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada bahu sang suami.
"Aku yang harus minta maaf, manusia bukan Tuhan yang bisa tahu isi hati manusia yang lainnya. Harusnya kita yang saling introspeksi diri. Kita harus saling terbuka, dan aku minta maaf karena sebelumnya aku yang tidak pernah mengemukakan apa yang aku mau," ucap Yumna.
"Ya, aku juga tidak pernah bertanya."
"Aku juga tidak pernah meminta," ucap Yumna mengangkat kepalanya dan tersenyum pada sang suami. Meraka akhirnya saling mengakui dengan kekurangan masing-masing.
Kamar hotel tersebut sangat mewah sekali, meski ini bukan yang pertama kalinya Yumna masuk ke dalam ruangan kamar hotel, karena sang ayah juga memiliki beberapa hotel juga dengan konsep mewah meski tidak sama seperti ini. Di beberapa kesempatan sebelumnya juga Yumna pernah beberapa kali menginap di tempat mewah di beberapa negara saat dia dan keluarganya berlibur dan menginap.
Haidar melirik sang istri yang hanya diam di ambang pintu, diam terpaku dan entah memikirkan apa. Sedikit takut dirinya jika Yumna tidak akan suka dengan ruangan kamar ini yang bukanlah kamar utama yang terbaik di tempat ini. Susah payah Haidar memesan setelah tahu ke negara mana yang Yumna inginkan, tapi kamar terbaik di sini yakni Princess Lilian Suite, telah dipesan oleh orang lain.
Yumna tersadar di mana mereka masih berdiri di ambang pintu. Dia mendekat pada sang suami dan memeluknya dari samping.
"Sejak kapan aku matre?" tanya Yumna melirik kesal pada sang suami. Tak pernah dirinya mempermasalahkan soal apa yang Haidar berikan kepada dirinya, tak pernah Yumna mempermasalahkan suatu tempat saat laki-laki itu membawanya bahkan hanya makan di pinggiran jalan saja.
__ADS_1
Sadar dengan nada kesal dari sang istri, Haidar tersenyum dan merangkul Yumna. Dia lupa akan hal itu, Yumna memang bukan wanita seperti kebanyakan. Harta tidak membuatnya manja atau pun jadi ketergantungan dan juga menjadikan dia seperti orang lain yang mengagungkan harta.
"Aku cuma ingin kasih yang terbaik buat kamu, tapi kali ini aku kalah cepat dari yang lain," ujar Haidar tertawa dengan malu.
Yumna menarik tangan Haidar dan membawa laki-laki itu masuk. Seorang pelayan yang tadi membawakan koper milik mereka kini berpamitan untuk kembali ke tempatnya bertugas. Tak lupa Haidar memberikan tips untuk laki-laki itu sebelum dia benar-benar pergi dari ruangan tersebut.
"Ini pun aku sudah sangat bersyukur. Tidak ada hal lain yang lebih membahagiakan selain dengan suamiku tercinta. Aku sudah tidak ingin lagi materi, karena sedari dulu aku mendapatkannya dari papa dan juga mama, sekarang yang aku mau hanyalah meraih kebahagiaanku dari kamu," ucap Yumna.
Kecupan lembut dia dapatkan dari sang suami. Perasaan Yumna kini menjadi lebih baik setelah Haidar menjadi lebih perhatian lagi kepada dirinya. Juga dengan Haidar yang kini merasa sangat bahagia sekali karena merasa sebagai seorang suami dirinya benar-benar dibutuhkan oleh istrinya.
Yumna memandang ke arah luar, di mana pemandangan laut terlihat dengan sangat jelas indah memanjakan matanya dengan beberapa yacht yang terparkir di dermaga. Laut yang biru dengan beberapa burung yang terbang di atas sana membuat hati dan perasaan Yumna kini menjadi sangat tenang sekali.
Dua orang itu memutuskan untuk beristirahat karena hari hampir menjelang malam. Mereka tertidur dengan sangat lelah akibat perjalanan panjang yang sangat jarang sekali mereka lakukan, sehingga mereka melewatkan keindahan langit senja yang seringkali memanjakan mata pengunjung di pantai itu.
...****************...
__ADS_1
Dah 2 bab Yumna malam ini 🤭.