YUMNA AZZURA

YUMNA AZZURA
173. Menginap Saja Di Rumah Ya!


__ADS_3

"Mami sangat kangen sekali sama kamu. Bisa tidak kita bicara dulu sebentar? Ya. Mami mohon!" pinta Mitha kepada Yumna. Yumna menolehkan kepalanya ke arah Juan, seakan meminta persetujuan kepada pria itu. Itu dia lakukan karena merasa tidak enak hati. Yumna datang ke sini bersama dengan Juan, tidak enak baginya untuk saat ini pergi bersama dengan Mami Mitha.


"Eh iya, kita bisa minum kopi bersama kalau kamu juga mau." Mitha bertanya kepada Juan.


"Baiklah," ucap Juan menyetujui ajakan dari Mitha.


Haidar merasa kesal dengan pria ini. Seharusnya dia membiarkan saja Yumna untuk pergi tanpa dia. Apa urusannya pria ini mengikuti Yumna.


Mereka berempat pergi ke sebuah kafe yang berada tidak jauh dari sana. Mitha duduk di sebelah Yumna, sedangkan Haidar dan Juan duduk di depan mereka.


Haidar dan Juan merasa bosan sebenarnya karena sedari tadi mereka hanya mendengarkan obrolan dua orang wanita yang ada di depannya ini. Hanya kopi yang bisa menjadi teman dalam diam keduanya.


"Mami sangat senang sekali bertemu dengan kamu. Lain kali kita boleh bertemu lagi kan?" tanya Mitha kepada Yumna.


"Tentu saja, Mi. Yumna sekarang ini akan ada di sini terus kok. kita bisa bebas bertemu kapan saja." Yumna menjawab pertanyaan Mitha.


Mitha tersenyum senang, tapi tidak begitu dengan Juan, dia merasa sama sekali tidak senang dengan jawaban Yumna. Jika Yumna sering bertemu dengan mantan mertuanya ini, bukankah ada kemungkinan dia juga akan bertemu dengan mantan suami yang kini duduk di sampingnya?


Haidar tersenyum senang mendengar pernyataan Yumna. Itu berarti dia akan bisa sering bertemu dengan Yumna. Apakah Tuhan sekarang ini sedang memberikan jalan terhadapnya? Jalan untuk bisa kembali dengan Yumna? Semoga saja. Semoga!

__ADS_1


"Itu bagus sekali. Mami sudah lama sekali tidak mengobrol sama kamu, sekarang juga rasanya masih belum cukup. Nanti lain kali kita keluar sama-sama ya, ajak mama kamu juga sekalian," ucap Mitha dengan penuh harap.


"Iya mi," jawab Yumna.


Mereka terus melanjutkan pembicaraan berdua, tidak peduli dengan keberadaan kedua laki-laki yang ada di hadapan mereka. Keduanya itu hanya berdiam diri saja tidak mau saling bicara. Hingga kemudian terdengarlah seruan dari hp milik Yumna.


"Sebentar, Mi," Yumna mengeluarkan hp-nya. dia melihat nama mama di sana.


Mita membiarkan Yumna untuk mengangkat panggilannya.


"Iya, Ma?" tanya Yumna setelah mengangkat telepon di tangannya.


"Ini Ma. Aku ktemu sama Mami Mitha. Kami sedang mengobrol sebentar." Yumna menjawab.


Mita yang mendengar Yumna memanggil 'Ma' segera berbicara kepada Yumna, "Mami juga mau ngobrol sama mama kamu," ucap Mita.


Yumna mengangguk dan memberikan hp miliknya kepada Mitha.


"Lily. Ini aku. Yumna sedang mengobrol denganku sebentar. Aku kangen sama dia. Boleh kan kami lanjut mengobrol sebentar lagi?" tanya Mitha memohon.

__ADS_1


Lily yang mendengar suara Mita merasa bingung dengan permintaan mantan besannya itu, "Oke Mbak, tapi tolong bilang sama Yumna jangan terlalu malam pulangnya ya. Aku khawatir," ucap lily.


Mita menganggukan kepalanya mendengar permintaan Lily, "Iya, sebentar lagi. Tiga puluh menit saja lagi," jawab Mita.


Panggilan pun diakhiri. Mita memberikan hp-nya kembali kepada Yumna.


"Mama bilang apa Mi?" tanya Yumna kepada Mitha.


"Kamu jangan pulang terlalu malam," jawab Mitha dengan kecewa. "Padahal Mami masih kangen sama kamu. Kamu menginap saja di rumah Mami, ya. Kita tidur berdua. Mumpung Papi gak ada!" Mitha memberikan usul.


Juan, Yumna, dan Haidar terkejut dengan permintaan Mitha.


"Mi! Tidak baik Mami meminta Yumna untuk menginap!" geram Haidar. Mami hanya meringis mendengar peringatan dari putranya ini.


"Mami kan cuma kangen, dan masih kangen. Akan selalu kangen! Masa gak boleh!" Mami merengut sebal.


Haidar rasanya malu sekali dengan kelakuan maminya ini. Meski dulu dia orang yang tidak punya malu dengan menikahi Yumna dengan cara seperti itu, tapi kini dia sudah mulai berpikir dengan hal yang baik dan tidak.


"Lain kali, ya Mi. Kita bisa ketemu lagi." Yumna menenangkan Mitha, dia melirik ke arah Haidar yang kini menatapnya dengan tatapan yang tak biasa.

__ADS_1


__ADS_2